Back

Alvan Himawan Rancangan Mesin Pemipih Adonan Cireng

Alvan Himawan lulusan terbaik Prodi Teknik Industri D-3, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang pada wisuda periode I tahun 2023. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Alvan Himawan merupakan lulusan terbaik Prodi Teknik Industri D-3, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Alvan sejak awal tertarik pada program studi Teknik Industri. Karena menurutnya, bidang ini memiliki cakupan bidang keilmuan yang luas. Bahkan melibatkan ilmu-ilmu dari bidang lain seperti psikologi, ekonomi, hingga manajemen.

Alvan, lulus dengan IPK 3,77. Tugas Akhirnya adalah membuat rancangan mesin pemipih adonan cireng untuk membantu home industri Senagih.co. Home industri tersebut bergerak pada bisnis makanan ringan yaitu membuat dan menjual Cireng, Keju Aroma, dan Risol Mayo yang berlokasi di Jl. Asparaga No 34 Rt. 04 Rw. 02 Sengkaling, Desa Mulyoagung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Usaha ini membuat dan menjual makanan dalam bentuk frozen yang tahan satu sampai dua minggu. Selama ini pengolahan cireng masih tradisional (manual). Khususnya saat memipihkan adonan cireng menggunakan bantuan alat pemipih kayu,” ujar Alvan yang ikut wisuda pada wisuda ITN Malang periode I tahun 2023.

Baca juga : Lawatan Bupati Manggarai Timur Harapkan ITN Malang Dukung Pembangunan Daerah

Untuk mengolah cireng dilakukan dengan cara membuat isian ayam terlebih dahulu. Ayam disuwir-suwir dengan alat cooper, kemudian ditambahkan bumbu dan di tumis sampai masak. Untuk adonan kulit cireng dengan mencampur bahan-bahan sampai rata dan kalis. Adonan kulit kemudian dipipihkan dengan menggunakan alat pemipih kayu tradisional. Setelah pipih, ayam dimasukkan ke tengah adonan kulit baru kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan jadilah cireng.

Mesin pemipih adonan cireng buatan Alvan Himawan mahasiswa Teknik Industri D-3, ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Kendala yang dialami pada home industri ada pada proses pemipihan adonan cireng yang menggunakan alat bantu pemipih kayu tradisional. Untuk itu Alvan merancang mesin pemipih adonan cireng dengan memperhatikan postur kerja menggunakan metode rapid upper limb assessment (Rula) dan penentuan antropometri.

“Awalnya saya melakukan survei untuk mengamati proses pembuatan cireng. Lalu mengumpulkan dan mengolah data postur kerja pekerja dengan metode RULA, dan antropometri. Untuk antropometri diambil dari dimensi tubuh pekerja, kemudian diuji keseragaman dan kecukupan datanya untuk merancang mesin pemipih adonan cireng,” jelasnya yang ikut diwisuda pada wisuda ITN Malang ke 69, tahun 2023 ini.

Dari hasil analisis diperoleh skor akhir untuk aktifitas proses pemipihan adonan cireng dengan postur kerja duduk di kursi. Aktivitas pemipihan secara manual mendapat skor 6, dan berada pada level resiko 3 yang menunjukkan bahwa perlu diadakannya penyelidikan lebih lanjut dan dibutuhkan perubahan secepatnya. Sementara dengan menggunakan mesin pemipih adonan cireng mendapat skor 4 dan berada pada level resiko 2. Dengan demikian dapat mengurangi risiko musculoskeletal disorders (MSDs). MSDs merupakan sekumpulan gejala atau gangguan yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah.

Baca juga : Muhammad Alfian Fauzannova Membuat Mesin Pelet Ergonomis Untuk Home Industri

Sementara untuk menentukan tinggi mesin pemipih adonan cireng, dengan menggunakan data dimensi tinggi siku saat berdiri 102,5 cm, untuk menentukan lebar mesin pemipih adonan cireng menggunakan data dimensi panjang jangkauan tangan kedepan 72,1 cm, untuk menentukan panjang mesin pemipih adonan cireng menggunakan data dimensi panjang rentangan tangan ke samping 167 cm, untuk menentukan tinggi tombol on/off serta alas untuk mengaduk adonan cireng pada mesin pemipih adonan cireng menggunakan dimensi tinggi tulang ruas saat berdiri  75 cm. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023