
Singkirkan Ratusan Pesaing, Tim Dharasena ITN Malang Tembus Final KJI XXI 2026 di Makassar
Tim Dharasena Teknik Sipil S-1 ITN Malang foto bersama Rektor ITN Malang, Wakil Rektor 3, dan jajaran pimpinan FTSP serta Prodi Teknik Sipil sebelum menuju Kompetisi KJI ke-XXI Tahun 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Perjuangan tak kenal lelah mahasiswa Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) akhirnya membuah hasil manis. Mengusung karya jembatan megah bernama Jaladhara Vana, Tim Dharasena ITN Malang resmi dilepas menuju babak final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-XXI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Prosesi pelepasan kontingen berlangsung hangat dan penuh haru dari Ruang Rapat Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Kampus 1 ITN Malang pada Kamis (15/10/2026). Tim dilepas langsung oleh Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT., didampingi jajaran pimpinan FTSP dan Program Studi Teknik Sipil S-1.
Sebelum keberangkatan, para pimpinan kampus memberikan pembekalan, nasehat, strategi, hingga doa bersama untuk memompa motivasi dan mental bertanding para mahasiswa.
Baca Juga : Mahasiswa ITN Malang Dilirik PT Jasamarga Pandaan Malang, Buka Peluang Magang Pemeliharaan Tol
Tim Dharasena berhasil mengamankan tiket final untuk kategori Jembatan Model Pelengkung setelah menyisihkan ratusan proposal dari kampus-kampus bergengsi di seluruh Indonesia.
Optimisme Kampus dan Strategi Evaluasi demi Gelar Juara
Ketua Prodi Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Dr. Yosimson Petrus Manaha, ST., MT., berpesan agar tim binaannya tersebut mampu menjaga fokus dan tampil percaya diri di panggung nasional.
“Kami harap Tim Dharasena tetap percaya diri dan yakin bisa meraih prestasi setinggi-tingginya di kontes Kompetisi Jembatan Indonesia ke-21 di Universitas Hasanuddin Makassar. Jaga nama baik diri sendiri, harumkan almamater, dan bawa pulang hasil terbaik untuk ITN Malang,” tegas Yosimson.
Tim Dharasena Teknik Sipil S-1 ITN Malang saat dilepas oleh jajaran pimpinan FTSP dan Prodi Teknik Sipil di Ruang Rapat FTSP ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Keberhasilan menembus Final KJI ini tentu bukan pencapaian instan. Dosen pembimbing tim, Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP., menceritakan bahwa rahasia sukses tahun ini terletak pada konsistensi mengevaluasi kegagalan dari kompetisi tiga tahun berturut-turut sebelumnya.
“Intinya ini tahun keempat kami mencoba dan alhamdulillah lolos terus (masuk final) ke Kompetisi Jembatan Indonesia. Cukup bangga karena kami bisa mempertahankan berturut – turut di kategori yang sama, hampir jarang ada kampus yang bisa bertahan di kategori yang sama, apalagi dengan dosen pembimbing yang sama. Tahun ini, kami tembus 10 besar se-Indonesia dari sekitar 300-an proposal yang masuk,” ujar Hadi.
Tahun ini, pihaknya berupaya mengevaluasi kegagalan dalam tiga tahun terakhir. “Harapannya, formulasi yang sudah kami perbaiki ini bisa berhasil di area lomba, dan bonusnya tentu saja bisa memboyong gelar juara untuk kampus tercinta” tambahnya optimis.
Tempuh Jalur Laut, Siap Unjuk Gigi di Kancah Nasional
Untuk menghadapi babak final KJI XXI yang berlangsung pada 17-22 Oktober 2026 mendatang, persiapan maraton sudah dilakukan tim sejak Agustus lalu. Ketua Kontingen, Ardelia Dinar, membeberkan bahwa sebanyak 11 orang dari tim inti dan tim support, terdiri dari gabungan mahasiswa semester 3, 5, dan 7 diboyong ke Makassar.
Adapun tim inti yang akan berlaga di arena perakitan jembatan digawangi oleh M. Maulana Fadilah dan Aldo Eka Pratama P.
“Persiapan kami sekitar dua bulan. Material berat seperti pipa K3 dan ornamen pendukung sudah dikirim duluan lewat ekspedisi. Tapi kalau rakitan jembatan kita bawa dan pantau sendiri selama perjalanan,” ungkap Ardelia.
Uniknya, demi menyesuaikan jadwal pengiriman barang dan perjalanan kapal laut, rombongan ITN Malang sengaja berangkat lebih awal dari Malang pada 15 Oktober 2026.
“Selain fisik dan material, persiapan yang paling utama itu mental. Rencananya pembukaan KJI tanggal 18 Oktober. Harapan kami hanya satu: menang dan jadi juara!” pungkas Ardelia mantap.
Selamat berjuang untuk Tim Dharasena beserta seluruh crew kontingen Teknik Sipil S-1 ITN Malang! (Mita/Humas ITN Malang)



