Halalbihalal ITN Malang, Gus Zain Ingatkan Pentingnya Silaturahmi

K.H Zain Baik (Gus Zain) Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental AZ Zainy, Tumpang, Malang memberi tausiah Halalbihalal Keluarga Besar ITN Malang, Rabu (18/5/2022). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Keluarga Besar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar halalbihalal 1443 H bertajuk “Indahnya Kebersamaan dalam Keragaman Menuju Peradaban yang Beradab” di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Rabu (18/5/2022).

Dihadiri hampir 400 undangan dari civitas akademika ITN Malang, Yayasan P2PUTN, alumni, mitra, dan pensiunan ITN Malang. Halalbihalal juga diisi tauziah oleh oleh K.H Zain Baik (Gus Zain) Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental AZ Zainy, Tumpang Malang.

Baca juga : Halalbihalal 1443 H ITN Malang Diikuti Ratusan Civitas Akademika

K.H. Zain Baik dalam tausiahnya mengingatkan pentingnya silaturahmi. Apalagi Kampus Biru ITN Malang yang memiliki mahasiswa dari berbagai daerah dengan bermacam-macam suku, ras, dan agama sangatlah penting menjaga silaturahmi.

Akrab, Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE bersama K.H Zain Baik (Gus Zain) Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental AZ Zainy. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Yang dimaksud silaturahmi adalah menyambung yang putus, dan pertahankan yang bagus. Kalau ada (ikatan) yang putus lekaslah disambung. Karena orang saat ini lebih banyak nyambung yang baik, tapi mengesampingkan yang masih putus,” kata Gus Zain akrab disapa.

Gus Zain juga mengingatkan, seringnya orang pandai menilai orang lain bahkan menjelekkan, tapi kurang mampu menilai diri sendiri. Padahal setiap orang inginnya masuk surga daripada masuk neraka.

Baca juga : Berbagi Berkah Ramadan, Mahasiswa Teknik Industri Bagikan Makanan

“Ingin masuk surga, syaratnya tiga. Mencintai dan menyayangi orang yang menzalimi kita, menghargai orang yang membenci kita, dan loman (dermawan) kepada orang yang pelit kepada kita. Maka, ketika orang sudah memiliki hati bersih maka doa-doanya menjadi mustajab,” tegas Gus Zein. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print