Halalbihalal 1443 H ITN Malang Diikuti Ratusan Civitas Akademika

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE (tiga dari kiri), Ketua Yayasan P2PUTN, Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., (paling kiri), dan K.H Zain Baik Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental AZ Zainy, (tengah), bersama perwakilan panti asuhan dan keluarga ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Momen halalbihalal 1443 H / 2022 M menjadi rangkaian dies natalis Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ke 53, sekaligus sebagai ajang melepas rindu bagi keluarga besar Kampus Biru. Meskipun Idulfitri sudah lewat satu pekan, namun atmosfernya masih terasa hangat di Auditorium, Kampus 1 ITN Malang pada Rabu, (18/5/2022).

Berbeda dari dua tahun sebelumnya ketika pandemi Covid-19 masih di level mengkhawatirkan. Tahun ini ITN Malang sudah bisa merayakan halalbihalal secara langsung tanpa pembatasan peserta.

“Puji Tuhan tahun ini kita bisa melaksanakan halalbihalal secara langsung, bertemu, dan berjabat tangan. Sebulan lamanya kita melaksanakan ibadah puasa tentu banyak cobaan. Tapi, akhirnya kita sampai hari kemenangan,” ujar Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE.

Rektor menyatakan, mewakili institusi ia juga menyampaikan rasa syukurnya. Pasalnya, usai libur hari raya perkuliahan di kampus teknik ITN Malang sudah bisa dilaksanakan secara luring.

Bahkan, rektor langsung menghimbau kepada seluruh dosen untuk tidak melakukan kegiatan secara daring. Apalagi saat ini pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat melepas masker.

Bertajuk “Indahnya Kebersamaan dalam Keragaman Menuju Peradaban yang Beradab” dalam sambutannya rektor juga menyampaikan capaian ITN Malang. Menjadi kebanggaan bahwa beberapa waktu lalu ITN Malang telah meresmikan PLTS, rumah ibadah, peletakan batu pertama gedung rektorat yang berlokasi di Kampus 2 ITN Malang. Serta Peletakan batu pertama Rumah Sakit Nasional P2PUTN.

Baca juga : Kelonggaran Salat Ied, Jamaah Salat Idulfitri di ITN Malang Melonjak

“Tahun ini tahun yang luar biasa. Tuhan memberkati ITN Malang. Suatu event (peresmian dan peletakan batu pertama) yang sangat membanggakan bagi kita semua. Walau pada kondisi pandemi Covid 19 ITN tetap menunjukkan eksistensinya,” imbuh Prof Lomi akrab disapa.

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE halalbihalal bersama keluarga besar ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Dihadapan hampir 400 civitas akademika yang terdiri dari tenaga pendidik dan kependidikan, perwakilan mahasiswa, yayasan P2PUTN, alumni, mitra, dan tamu undangan Prof Lomi berharap ITN Malang kedepannya semakin eksis. Kegiatan halalbihalal ini juga dihadiri oleh K.H Zain Baik (Gus Zain), Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental AZ Zainy, Tumpang, Malang untuk mengisi tausiah.

Sementara itu Ketua Yayasan P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional) Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., dalam sambutannya mengingatkan, dengan jumlah dosen dan staf 400 orang ITN Malang harus semaksimal mungkin bergerak bersama.

“Tantangan yang harus kita hadapi sangat banyak. Khususnya penurunan mahasiswa akibat pandemi. Maka, kita harus melihat seberapa jauh kekuatan kita. Ikhtiar harus dilakukan semaksimal mungkin. Seluruh elemen kampus harus bergerak bersama-sama,” harapnya.

Halalbihalal yang merupakan satu rangkaian dengan kegiatan salat Idulfitri juga dimanfaatkan oleh panitia untuk menggalang donasi. Satu Minggu sebelum acara halalbihalal panitia sudah mulai mengumpulkan dana, dan berhasil terhimpun lebih dari 21 juta rupiah. Dana tersebut belum termasuk dana dari donasi peserta halalbihalal yang dihimpun secara langsung.

Baca juga : Sedekah Ramadan Bersama Alumni ITN Malang

Menurut Mohammad Istnaeny Hudha, ST MT., ketua pelaksana halalbihalal, hasil donasi “Peduli Kasih ITN Malang” akan diserahkan kepada 22 orang yang terdiri dari dosen, karyawan ITN Malang yang membutuhkan, dan tiga panti asuhan. Yakni, Panti asuhan Nurul Abyadh di Sigura-gura, Panti asuhan Al Muniriyah di Merjosari, dan Kerukunan Yatim Piatu dan Dhuafa Bumi Langgat di Kepuharjo.

“Semoga apa yang bapak ibu donasikan menjadi amal jariah. Menjadi kebaikan bagi semua,” ujar Istnaeny yang juga Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print