Leadership ITN Malang, Menjadi Pemimpin yang Fasilitatif

Dedy Marquis, dari lembaga independen konsultan training memberikan materi leadership kepada peserta ITN Malang Restoration Leadership: Leading Through Commitments, di Trawas, Mojokerto, Jumat (17/05/2022). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.Ac.ID – Kesuksesan, dan kekompakan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam Restoration Leadership: Leading Through Commitments diapresiasi oleh Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE. Pangkalnya, masing-masing peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dimana di hari pertama leadership, 70 peserta yang terdiri dari pejabat struktural Kampus Biru mengikuti materi kepemimpinan dari alumni ITN Malang, dan dilanjut dengan materi Menjadi Pemimpin yang Fasilitatif, dari lembaga independen konsultan training, di Trawas, Mojokerto, Jumat (17/05/2022).

“Dari hasil pelatihan, ada beberapa poin yang bisa disimpulkan oleh masing-masing kelompok (peserta). Itu (kesimpulan tersebut) menjadi komitmen untuk kami implementasikan setelah acara ini. Artinya, dengan adanya metode-metode (pelatihan) seperti ini kita bisa me-refresh kembali tupoksi (tugas pokok dan fungsi), serta SOP (prosedur operasi standar) unit kerja kami. Sehingga, nanti kami bisa menjalankan tugas, dan membawa arah organisasi lebih baik kedepannya,” papar rektor di sela-sela kegiatan leadership.

Semakin malam kegiatan leadership yang berisi semakin seru. Ke 70 peserta dibagi dalam empat kelompok besar. Mereka antusias mengikuti berbagai game motivation yang dipandu oleh Dedy Marquis, dari lembaga independen konsultan training.

Baca juga : Pejabat Struktural ITN Malang Ikuti Restoration Leadership

Menurut Dedy, untuk mengawali sebuah training ia akan membuat permainan yang membangun kebersamaan, dan membina suasana akrab antar peserta. Metode ini dibangun di awal materi, agar peserta lebih nyaman dalam kelas. Sehingga bisa menerima dan memahami materi di tiap sesinya.

Game yang kami berikan mengajak mereka (peserta) untuk bisa saling berinteraksi, bisa saling kenal satu dengan yang lain. Serta, menggali, dan mengetahui secara jelas apa tujuan mereka dua hari di sini. Jangan sampai mereka hadir di sini, tapi tidak tahu apa tujuannya, dan hanya sebatas refreshing,” jelas Dedy.

Kaprodi Bisnis Digital ITN Malang, Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd., memasang hasil tugas kelompok dalam game motivation. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Menurutnya, beragamnya usia peserta, dengan visi misi yang berbeda membuat kegiatan menjadi menarik. Mengingat di awal kegiatan banyak para peserta tidak saling mengenal. Maka, dengan pelatihan ini mereka bisa membaur dan saling mengenal. “Kami gali kebutuhannya dulu. Apalagi tema utamanya tentang leadership, bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik. Arahnya membangun ingetsmen (memori), dan tujuan mereka mengikuti kegiatan hari ini,” papar Dedy.

Terlihat semua peserta memang menikmati materi yang diberikan oleh Dedy. Sepanjang jalannya kegiatan semua peserta mengikuti tanpa terlihat bosan, bahkan mereka sangat antusias sambil tertawa bahagia.

Seperti halnya Kaprodi Bisnis Digital ITN Malang, Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd. Agung mengakui keseruan semua game yang diberikan. Meskipun ia merasa lelah setelah mengikuti materi sebelumnya. Namun, sore sampai malam hari materi yang disampaikan oleh trainer sangat mengasikkan.

“Sebenarnya tadi sudah mulai capek. Tapi, saat memasuki materi kedua ternyata materinya mengasyikkan. Banyak sekali spontanitas yang sebelumnya tidak saya duga, bahkan oleh peserta lain,” kata Agung.

Baca juga : Sikapi Peluang Bisnis Digital, ITN Malang Buka Prodi Bisnis Digital S-1

Dikatakan agung, dari sekian game yang diberikan kepada peserta, adalah kerjasama antar individu di dalam tim yang paling ditonjolkan. Agung merasa banyak belajar dari materi kepemimpinan. Bahkan, teknik mengajarnya, nantinya bisa diterapkan saat perkuliahan di Prodi Bisnis Digital.

“Ada banyak model pembelajaran. Ada yang hampir mirip untuk bisa diterapkan pembelajaran (di kampus). Contohnya, untuk mata kuliah project based learning (pembelajaran berbasis proyek), kerjasama, cooperative learning, itu ada di bisnis digital. Keaktifan siswa yang digali. Selain mendorong keaktifan, mereka juga mendapat ilmu dan pengalaman. Bagaimana mencari ilmu secara mandiri, dan kerjasama secara tim,” pungkas dosen asal Kota Batu ini. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print