Pejabat Struktural ITN Malang Ikuti Restoration Leadership

Kompak: Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE (baju merah tengah) bersama Ketua P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT (mengepalkan tangan), dan pejabat struktural ITN Malang dalam Restoration Leadership. (Foto: Yanur/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Sekitar 70 pejabat struktural Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengikuti pelatihan kepemimpinan dan outbound sebagai rangkaian kegiatan dies natalis ke 53 ITN Malang. Pejabat struktural mulai dari rektorat, dekanat, UPT, biro di bawah naungan ITN Malang menginap di Ubaya Training Centre (UTC), Trawas, Kabupaten Mojokerto, selama dua hari Jumat-Sabtu, (20-21/5/2022).

ITN Malang Restoration Leadership bertema Leading Through Commitments (Memimpin Melalui Komitmen) dibuka langsung oleh Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE. Dalam sambutannya rektor mengingatkan, bahwa kepemimpinan ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya. Perlu adanya regenerasi sehingga ITN Malang bisa terus berkembang, dan eksis. Maka, dalam membangun institusi diperlukan tanggung jawab, serta bekerja secara maksimal.

Menurut rektor, saat ini ITN Malang cukup terkenal baik regional maupun nasional dengan berbagai prestasi mahasiswa, dosen, maupun institusi. Namun, perlu disadari bahwa saat ini merupakan era kompetisi. Sehingga dibutuhkan adanya perubahan untuk memberikan nilai positif.

“Kita semua kolega, semua teman, tidak perlu membedakan satu sama lain. Harus saling mensuport secara moral untuk bekerja dengan maksimal. Untuk itu kita perlu merefresh kembali dengan kegiatan pelatihan kepemimpinan melalui komitmen untuk menghimpun energi positif dalam membangun ITN Malang,” tegas rektor.

Bahkan, kedepannya rektor berharap pelatihan tidak hanya sebatas untuk pimpinan, tetapi juga untuk seluruh tenaga pendidik dan kependidikan (dosen dan staf). Sehingga semua elemen di ITN Malang memiliki pemahaman, dan komitmen yang sama terhadap arah dan perkembangan kampus.

“Kadang pimpinan kurang bisa menempatkan diri (posisi) dengan staf. Dulu sudah kita coba dengan coffee morning, kemudian pertemuan seluruh prodi di lingkup fakultas. Paling tidak setelah ini (pelatihan kepemimpinan) kita bisa membangun hubungan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Baca juga : 53 Tahun Usia ITN Malang, Syukuran Dies Natalis Dilakukan secara Sederhana dan Khidmat

Pelatihan kepemimpinan ini juga diikuti oleh Ketua Yayasan P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT. Kartiko menyatakan, bahwa pimpinan merupakan pilar-pilar yang akan mendukung kemajuan ITN Malang. Apalagi yayasan sudah menargetkan ITN Malang untuk go internasional pada tahun 2024-2025.

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE mengikuti game berbaur bersama para pejabat struktural ITN Malang untuk membangun kekompakan, Jumat (21/5/2022). (Foto: Yanur/Humas ITN Malang)

“Tiap saat kita berharap ITN Malang selalu mengalami perubahan menjadi lebih baik. Bagaimanapun setiap orang memiliki informasi, dan pola pandang yang berbeda. Maka, kegiatan ini bisa menjadi jembatan kita agar memiliki pola pikir yang sama,” kata Kartiko.

Kartiko mengingatkan, bahwa ITN Malang merupakan sawah ladang bagi sekitar 400 tenaga pendidik dan kependidikan, yang didalamnya ada ratusan bahkan ribuan anggota keluarga. Maka, perlu adanya upaya yang solid dalam bekerja untuk mempertahankan eksistensi, dan memajukan ITN Malang.

“Di lingkungan kita banyak disinformasi. Pada saat disinformasi, maka akan saling menyalahkan. Kalau seperti itu kapan kita bisa jadi mitra, dan kapan bisa bersinergi dengan baik,” ujarnya.

Kartiko menuturkan, bentuk sinergi dan kemitraan salah satunya ketika seorang pimpinan tidak hanya bisa menyalahkan, namun juga harus bisa mengarahkan. Sementara bawahan berhak memberikan usulan. Apalagi saat ini institusi harus bekerja dan berlari mengikuti perkembangan jaman. Sinergi semua elemen harus diperkuat. Mengingat kompetitor juga semakin berkembang. Belum lagi tantangan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka yang menghendaki output alumninya sudah bisa bekerja pasca kelulusan. 

“Untuk itu revolusi mindset harus dilakukan dengan mengubah pola pikir. Leadership dengan disiplin waktu. Kesimpulannya, ukuran dari kecerdasan kita adalah kemampuan untuk mau berubah,” terangnya.

Baca juga : Dewan Pengawas ITN Malang Adakan Webinar Dorong Peningkatan Kualitas Input

Sementara itu ketua panitia pelatihan kepemimpinan, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., PhD., IPU., kegiatan selama dua hari ini bertujuan untuk membangun komitmen ITN Malang setelah beberapa tahun kegiatan yang sama tidak bisa diadakan. Memanfaatkan dua hari secara efektif, maka di hari pertama akan fokus pada materi pelatihan kepemimpinan yang diselingi dengan games. Malamnya akan ada malam keakraban. Sementara di hari kedua full kegiatan outbound.

“Kita butuh adanya komitmen restoration untuk merubah mindset (terkait komitmen). Terutama komitmen para pejabat struktural. Mereka adalah leader, sebagai teladan, dan menjadi contoh. Contoh sederhana saja, saat masuk pukul 8 pagi, ketika pimpinan tidak bisa masuk on time, maka mereka tidak bisa menjadi contoh yang baik. Oleh sebab itu, kami sepakat mengangkat ITN Malang Restoration Leadership bertema Leading Through Commitments. Jadi kita bisa membangun komitmen lebih baik lagi kedepan sesuai visi misi ITN Malang,” tandas Sekretaris Program Pascasarjana ITN Malang ini. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print