1

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah: ITN Malang Layak jadi Universitas

Wakil Ketua MPR RI, Dr Ahmad Basarah, SH MH saat menjadi pembicara Metaverse: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Era Industri 5.0, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang layak menjadi uiversitas. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr Ahmad Basarah, SH MH saat menjadi pembicara di Seminar Nasional ITN Malang beberapa waktu lalu.

Menurut Basarah akrab disapa, di usia 53 tahun ITN Malang telah menorehkan prestasi luar biasa di berbagai bidang. Prestasi-prestasi tersebut merupakan cerminan ITN Malang sebagian perguruan tinggi yang unggul, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi terapan, dan seni.

Prestasi ITN Malang antara lain meraih penghargaan 13 kali berturut-turut sebagai predikat kampus unggulan di Indonesia. Posisi ini dikuatkan dengan ITN Malang menduduki peringkat 4 nasional kategori institut. Tahun 2022, ITN Malang juga meraih peringkat 7 nasional dalam kategori kemahasiswaan. Prestasi-prestasi tersebut tidak lepas dari peran institusi, mahasiswa, dosen, dan pelayanan staf ITN Malang.

Baca juga : Membaca Peluang dan Tantangan di Era Industri 5.0, ITN Malang Gelar Seminar Nasional Metaverse

“Dengan prestasi dan etos kerja yang baik ITN Malang sudah layak dinaikkan statusnya menjadi universitas,” ujarnya dalam Seminar Nasional Metaverse: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Era Industri 5.0, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang.

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE (kanan) memberikan  cenderamata kepada Wakil Ketua MPR RI, Dr Ahmad Basarah, SH MH. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Basarah juga mengingatkan, Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia tidak bisa menghindar dari perkembangan dunia global termasuk fenomena metaverse. Maka, perguruan tinggi sebagai entitas intelektual memiliki kewajiban menjadikan perkembangan telekomunikasi, dan informasi mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat, dan bangsa Indonesia. Sambil meminimalisir segala dampak negatif yang muncul dari kemajuan telekomunikasi, dan informasi.

“Seminar ITN kali ini sesuatu yang sangat relevan. Bagaimana kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap berpijak pada falsafah bangsa Indonesia sendiri, yakni Pancasila. Agar bangsa tidak terombang ambing oleh perkembangan dunia yang begitu dahsyat ini,” jabar anggota komisi 10 pendidikan DPR-RI ini.

Baca juga : ITN Malang Siap jadi Pioner Kampus Metaverse di Indonesia

Hadirnya metaverse menjadi peluang dan ancaman. Dimana salah satu ancamannya adalah masuknya kelompok terorisme, dan ekstremisme yang menyusup melewati penggunaan teknologi. “Ketika bernegara tidak mempunyai pegangan, jiwa dan roh, maka bernegara akan linglung. Sebab itu, bangsa Indonesia harus betul-betul memegang teguh ideologi Pancasila,” tandasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)