
Persiapkan Diri Sebelum Lulus, Pakar Industri Bedah Rahasia Sistem Kontrol dan Keselamatan Boiler di ITN Malang
Prodi Teknik Elektro S-1, ITN Malang menggelar kuliah tamu bertajuk “Boiler (Ketel Uap): Operasi, Pengendalian, Keselamatan, dan Aplikasinya pada Industri serta Pembangkit Tenaga Listrik”. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Dunia industri manufaktur dan pembangkit listrik mempunyai standar ketat yang sering kali tidak ditemui oleh mahasiswa di bangku kuliah. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknik Elektro S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) bersama Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) menggelar kuliah tamu bertajuk “Boiler (Ketel Uap): Operasi, Pengendalian, Keselamatan, dan Aplikasinya pada Industri serta Pembangkit Tenaga Listrik” di Ruang Amphi Lantai 3 Gedung Elektro, Kampus 2, ITN Malang, Selasa (28/07/2026).
Hadir sebagai narasumber, Ir. Bambang Hernowo, Electrical Engineering Professional & Power Plant Boiler Control System Expert. Di hadapan para mahasiswa dari berbagai lintas program studi, Bambang menegaskan betapa pentingnya penguasaan teknologi sistem kontrol boiler serta kesiapan mental industri bagi calon insinyur muda.
“Banyak fresh graduate yang belum menyadari bahwa skill spesifik sangat dipersyaratkan oleh perusahaan. Di kampus kita belajar teori, tapi di lapangan kondisinya bisa sangat berbeda,” ujar Bambang di sela-sela pemaparan materinya.
Ia menekankan bahwa ketel uap atau boiler merupakan alat pengonversi air menjadi uap bertekanan dan bertemperatur tinggi bukanlah perangkat yang bisa dirancang atau dioperasikan secara sembarangan. Setiap proses pabrikasi hingga operasional wajib tunduk pada regulasi ketat seperti SNI maupun standar internasional ISO. Pemilihan material metalurgi dan pengujian hydrostatic test menjadi harga mati agar tidak terjadi ledakan akibat kegagalan struktur.
Bambang Hernowo, Electrical Engineering Professional & Power Plant Boiler Control System Expert memberikan kuliah tamu di Teknik Elektro S-1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Tak hanya aspek teknis, Bambang juga menyoroti pergeseran teknologi boiler modern yang kini berfokus pada efisiensi energi, sistem terintegrasi, dan ramah lingkungan. Bahkan, ia memprediksi arah pembangkit listrik masa depan akan semakin bergeser ke energi terbarukan.
“Sistem pembakaran yang lama itu efisiensinya rendah dan boros. Sekarang arahnya ke renewable energy. Masa depan kita sebagai negara agraris salah satunya adalah pengelolaan sampah. Prediksi saya, kelak setiap kota akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), dan PLTU berbahan bakar fosil lambat laun akan ditinggalkan,” ungkapnya.
Baca Juga : Dunia Penerbangan Buka Peluang Besar bagi Lulusan Teknik Mesin ITN Malang, Alumni Bagikan Rahasianya
Di sisi lain, keandalan sistem kontrol digital tetap harus diimbangi dengan kedisiplinan serta sertifikasi keselamatan kerja bagi para operatornya. Faktor human error pada operasional bertekanan tinggi berpotensi membawa fatalitas bagi peralatan, lingkungan, maupun keselamatan jiwa.
“Kuncinya satu, masuk dunia kerja harus bisa bahasa Inggris. Kita tidak bisa lepas dari itu, apalagi kalau sudah bekerja di perusahaan nasional maupun internasional. Selain itu, faktor kemanusiaan dan kedisiplinan itu nomor satu. Kita tidak bisa mengandalkan operator boiler yang tidak punya rasa tanggung jawab tinggi,” tegas Bambang.
Sebagai praktisi yang telah purna tugas dari industri, Bambang mengaku tergerak untuk terus membagikan pengalamannya kepada generasi muda demi menutup gap antara dunia akademik dan kebutuhan lapangan. Ia juga membuka pintu konsultasi bagi mahasiswa ITN Malang yang tertarik berkarir di bidang engineering boiler.
Prodi Teknik Elektro S-1, ITN Malang menggelar kuliah tamu bertajuk “Boiler (Ketel Uap): Operasi, Pengendalian, Keselamatan, dan Aplikasinya pada Industri serta Pembangkit Tenaga Listrik”. (Foto: Humas ITN Malang)
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kaprodi Teknik Elektro ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT. Ia mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang datang tidak hanya dari jurusan Elektro, tetapi juga lintas prodi.
“Senang sekali banyak peserta dari lintas prodi yang hadir. Terima kasih kepada Pak Bambang yang sudah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu. Beliau ini pakar di bidang boiler. Setelah ini, mahasiswa setidaknya punya gambaran nyata soal operasional industri, dan Pak Bambang bahkan bersedia membuka konsultasi bagi adik-adik yang kelak lulus dan bekerja di bidang ini,” tutur Irmalia.
Baca Juga : Siapkan Mahasiswa Hadapi Mata Kuliah Baru, Informatika ITN Malang Gelar Kuliah Tamu Artificial Intelligence
Senada dengan hal tersebut, Ketua HME ITN Malang, Aldion Julian Saputra, menyampaikan bahwa materi yang dibawakan narasumber menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang akan segera menyelesaikan masa studi.
“Kuliah tamu ini menjadi kesempatan yang sangat berharga. Apa yang kita pelajari hari ini bukan hanya menambah pengetahuan di bangku kuliah, tetapi menjadi bekal awal untuk memahami standar kerja, budaya industri, serta aspek keselamatan di lapangan. Perusahaan tidak hanya mencari lulusan dengan nilai akademik baik, tetapi juga individu yang cepat belajar dan berpikir kritis,” kata Aldion. (Mita/Humas ITN Malang)



