
Kisah Triaji Mahameru: Dari Jualan Buat Bayar Double Degree di ITN Malang, Hingga Jadi Eksekutif Pertamina Group
Triaji Mahameru Lahardi, ST., alumnus Teknik Industri S-1 ITN Malang angkatan 1997 memberikan motivasi pada career session di Gigantik 2026. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID — Sebuah cerita inspiratif nan jujur memecah suasana di Aula Kampus 1 ITN Malang pada Rabu (02/08/2026). Di hadapan ratusan mahasiswa baru Abhyasa 57 dalam gelaran Gigantik 2026, Triaji Mahameru Lahardi, ST., membagikan kisah masa lalunya yang terbilang nekad. Pernah merasa salah jurusan di sebuah PTN, memilih double degree di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), lalu nekat membiayai kuliahnya sendiri dari hasil berdagang hingga akhirnya sukses meretas karir di BUMN.
“Tahun 1996 saya sempat kuliah di PTN, tapi baru berjalan satu tahun saya merasa salah jurusan karena tidak bertemu teman-teman yang sefrekuensi. Di awal 1997, saya ambil keputusan besar ‘kuliah dobel’,” kenang alumnus Teknik Industri S-1 ITN Malang angkatan 1997 tersebut di sesi career session.
Triaji menceritakan, saat itu orang tuanya hanya sanggup membiayai kuliahnya di kampus lama. Demi komitmen atas pilihannya masuk ITN Malang, ia membiayai kuliahnya sendiri.
“Kuliah di ITN saya bayar sendiri dari hasil berjualan dan berniaga. Saya yakin pasti laku, dan alhamdulillah bisa membiayai kuliah sampai lulus. Yang berat itu kalau lagi kumpul sama teman-teman sekolah yang saling memamerkan pencapaian. Tapi di situ keprofesionalan kita ditentukan, bagaimana kita menjawab tantangan dengan kemandirian, keberanian, dan kedewasaan,” tegasnya disambut tepuk tangan riuh.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., bersama Triaji Mahameru Lahardi, ST., alumnus Teknik Industri S-1 ITN Malang angkatan 1997 pada sesi career session di Gigantik 2026. (Foto: Humas ITN Malang)
Keberanian mengambil resiko itu berbuah manis. Triaji kini mencatatkan perjalanan karier cemerlang sebagai pakar Human Capital dan dipercaya sebagai Advisor to President Director di PT Transportasi Gas Indonesia (Pertamina Gas Negara Group).
“Siapa yang menyangka saya lulusan ITN Malang yang tidak pernah memikirkan BUMN sebelumnya, akhirnya justru bisa masuk BUMN. Kuncinya, kalau kalian dihantam tantangan di titik tertentu, jangan pernah mundur. Keberanian itu datangnya dari hati,” pesan Triaji.
3 Kemampuan Wajib dan Jurus Bikin CV Anti-Mainstream
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Menjadi Profesional yang Relevan”, Triaji menekankan pentingnya membangun fondasi karier sebelum terjun ke dunia kerja. Menurutnya, seorang mahasiswa harus menguasai tiga fondasi cara berpikir (problem solving) jika ingin karirnya melonjak naik. Yakni: Logical Thinking: Proses berpikir secara berurutan dan terstruktur. Analytical Thinking: Kemampuan menganalisis masalah secara mendalam menggunakan metode 5 Whys (bertanya ‘mengapa’ secara berulang hingga menemukan akar masalah). Dan, Decision Making: Ketegasan dan keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat.
Tak hanya itu, pria yang berkarir lebih dari 15 tahun di bidang HR ini juga membedah cara menyusun Curriculum Vitae (CV) yang dilirik recruiter.
“CV itu bukan sekadar formalitas daftar riwayat hidup, tapi flyer yang menjual nilai diri Anda. Sekarang sudah tidak ada lagi istilah asal terima interview. Yang paling utama ditaruh sebagai fondasi adalah Key Qualification pernyataan spesifik yang menggambarkan siapa Anda secara profesional,” jelasnya.
Ia juga membagikan rule of thumb mengevaluasi karier. Menurutnya, kalau 2–3 tahun karier seseorang mandek, maka perlu mempertanyakan pada diri sendiri apa yang selama ini sudah dihasilkan. “Kalau lebih dari 5 tahun masih sama saja, tanyakan apakah yang dikerjakan sudah berdampak atau perusahaannya yang terlalu kecil. Dan ingat, Anda tidak bisa sukses sendirian tanpa menghargai rekan kerja, mentor, dan partner kalian,” lanjutnya.
Rektor ITN Malang: “Mahasiswa ITN Harus Jadi Pemenang!”
Awal sesi motivasi ini dikenalkan langsung oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., yang hadir mendampingi narasumber di atas panggung. Rektor mengaku sangat mengagumi rekam jejak alumnus Teknik Industri tersebut.
Baca juga: Belajar Survive di Dunia Kerja, Mahasiswa Arsitektur ITN Malang “Ngaji” Proyek ke Biro Alumni
“Saya belum lama mengenal Mas Triaji, tapi sudah sangat kagum. Beliau ini salah satu alumni ITN Malang yang punya karier sangat cemerlang di Pertamina. Banyak kebijakan pemerintah yang beliau ikut serta menyusunnya. Saya sengaja mengundang beliau di tengah kesibukannya agar adik-adik mahasiswa baru tidak perlu merasa rendah diri. Saya ingin mahasiswa ITN tidak kalah dari perguruan tinggi negeri di Indonesia, kalian harus bisa survive, dan jadi pemenang,” serunya.
Respon Mahasiswa Baru
Materi career session ini membakar semangat Abhyasa 57. Salah satu tanggapan datang dari Adam Ibnu Syakirin, mahasiswa baru Program Studi Teknik Sipil.
“Materi hari ini paling berkesan karena membekali kami untuk persiapan karir masa depan. Saya dapat banyak sekali insight dari pengalaman riil para alumni. Ini membuktikan kalau kami tidak boleh minder meskipun kuliah di kampus swasta, karena tiap mahasiswa punya potensi dan jalurnya masing-masing untuk sukses,” tegasnya. (Mita/Humas ITN Malang)



