Back

Bantu Sanitasi Wisata Wonokoyo, Program Abdimas ITN Malang Lulus Uji Monev Kemendiktisaintek

Ketua Tim Abdimas ITN Malang, Deddy Rudhistiar, S.Kom., M.Cs., (dua dari kiri) bersebelahan dengan  penguji eksternal Dr. Darsono Sigit, M.Pd., serta reviewer internal Dr. Ir. Nanik Astuti Rahman, ST., MT., IPM. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Masalah air bersih untuk fasilitas umum MCK di kawasan Wisata Aeng Hamid Rusdi (Wisata Juang), Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang, kini menemui solusi konkret. Melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026, tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) sukses menghadirkan sistem filtrasi air sungai berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta digitalisasi promosi wisata.

Keberhasilan proyek ini dipaparkan langsung dalam agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Abdimas yang digelar di Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITN Malang pada akhir Agustus 2026 lalu. Evaluasi dihadiri oleh penguji eksternal Dr. Darsono Sigit, M.Pd., serta reviewer internal Dr. Ir. Nanik Astuti Rahman, ST., MT., IPM.

Selain tim ITN Malang, monev ini juga diikuti oleh tim abdimas dari Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang yang diketuai oleh Dr. Mayang Wulandari, A.Md.Akp., MM., dengan judul pengabdian “Dari Jarum Menjadi Kebebasan: Terapi Akupunktur Berbasis untuk Mengatasi Nyeri Osteoarthritis dan Mengembalikan Kualitas Hidup”.

Tim Abdimas ITN Malang memaparkan capaian program abdimas Wisata Juang Wonokoyo pada Monev Internal Hibah Kemendiktisaintek 2026. (Foto: Humas ITN Malang)

 

Ketua Tim Pelaksana Abdimas ITN Malang, Deddy Rudhistiar, S.Kom., M.Cs., mengungkapkan bahwa realisasi teknologi tepat guna (TTG) di lapangan bahkan berhasil melampaui target awal yang dirancang timnya.

 

“Kondisi awal air hanya mampu diproduksi sekitar 500 liter per hari, atau cuma setengah tandon atas. Setelah sistem terpasang, produksi air bersih siang hari melonjak sampai 1.000 liter dalam waktu empat jam pengisian. Bahkan saat kondisi darurat di malam hari, sistem PLTS 360 Wp dan filtrasi ini masih bisa menyala tiga jam menggunakan baterai untuk menghasilkan sekitar 750 liter air bersih,” terang Deddy.

 

Tidak hanya urusan fisik fasilitas, keahlian Pokdarwis Kelurahan Wonokoyo dalam memasarkan potensi wisata secara digital juga diuji. Tim ITN Malang memberikan pendampingan penggunaan aplikasi Buffer untuk efisiensi jadwal promosi media sosial. Hasilnya impresif, skor pemahaman warga melonjak drastis dari 52,12% (saat pre-test) menjadi 90,30% setelah pelatihan.

Baca juga: Revitalisasi Wisata Aeng Hamid Rusdi, ITN Malang Bangun Sistem Filtrasi Air Sungai dan Digitalisasi Promosi

Inovasi ini dijalankan dengan melibatkan lima mahasiswa lintas disiplin ilmu, mulai dari Informatika, Bisnis Digital, hingga Teknik Sipil. Sebagai bentuk dukungan atas pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, para mahasiswa ini mendapatkan rekognisi kesetaraan 9 SKS yang telah diselaraskan dengan silabus program studi masing-masing.

 

Pengakuan atas hadirnya ITN Malang sebagai kampus berdampak dirasakan langsung oleh warga lokal. Lurah Wonokoyo, Bagus Fafan Setiawan, ST., MM., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah pusat ini.

Baca juga: Bawa Inovasi PLTS ke Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Buktikan Diri sebagai Kiblat Energi Terbarukan

“Sistem filtrasi air sungai yang didukung panel surya ini menyediakan air bersih untuk kebutuhan MCK secara lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pendampingan promosi digital juga sangat membantu Pokdarwis mengenalkan Wisata Juang ke masyarakat luas. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar ekonomi warga Wonokoyo ikut terangkat,” tutur Bagus yang disampaikan dalam video dokumentasi abdimas.

 

Sementara itu, Reviewer Internal LPPM ITN Malang, Dr. Ir. Nanik Astuti Rahman, ST., MT., IPM., menilai secara keseluruhan janji luaran dalam proposal hibah sudah dipenuhi dengan sangat baik. Ia juga memberikan catatan konstruktif untuk pengembangan program kedepannya.

 

“Semua sudah terlaksana dengan baik dan sesuai target proposal. Evaluasi kami untuk kedepannya bisa melibatkan tim dari prodi lain, seperti Teknik Kimia, agar pengujian parameter kualitas airnya bisa digarap sekalian secara mendalam. Secara keseluruhan program ini sangat bagus,” jelas Nanik.

 

Lebih lanjut, Nanik menekankan bahwa Abdimas ini mempertegas peran nyata sumber daya manusia perguruan tinggi dalam mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan keterlibatan pada isu pembangunan berkelanjutan (SDGs).

 

“Inilah wujud perguruan tinggi yang memberikan kontribusi nyata. SDM kampus melakukan transfer teknologi langsung ke masyarakat untuk menyelesaikan persoalan riil di lapangan, sehingga ilmu dari kampus benar-benar terasa manfaatnya,” pungkasnya.

 

Guna menjamin keberlanjutan fasilitas setelah masa pendampingan usai, tim ITN Malang telah membekali Pokdarwis dengan pelatihan perawatan mandiri. Biaya pemeliharaan berkala nantinya disisihkan dari kontribusi UMKM di sekitar lokasi wisata, disamping garansi komponen PLTS yang masih berlaku panjang. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023