Back

Dari Beasiswa KIP-K hingga Bangun Bisnis Kontraktor Bersama: Cerita Fardi Ramadhana, Lulusan Terbaik Bisnis Digital ITN Malang yang Sukses Rintis Usaha

Fardi Ramadhana, lulusan terbaik Bisnis Digital S-1 Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan alur kerja berbasis digital, sektor konstruksi mungkin menjadi salah satu bidang yang belum sepenuhnya terbayangkan oleh mahasiswa administrasi bisnis. Namun, hal itu tak berlaku bagi Fardi Ramadhana. Lulusan terbaik Program Studi Bisnis Digital S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 ini membuktikan bahwa persilangan ilmu bisnis, teknologi, dan teknik sipil justru membuka jalan karier yang nyata.

Perjalanan Fardi hingga meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,53 tidak dilalui dengan instan. Pemuda kelahiran Kota Malang yang merupakan anak ke-5 dari 5 bersaudara pasangan (alm) R. Soedarsono dan Naning Hartati ini memulai langkahnya di Kampus Teknik dan Inovasi melalui jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

“Awalnya saya melihat prospek teknologi yang berkembang pesat seperti AI, lalu berpikir bagaimana ini bisa diarahkan ke sektor ekonomi dan bisnis digital. Ternyata industri saat ini memang sangat butuh digitalisasi di ranah bisnis,” ujar Fardi saat ditanya mengenai alasannya memilih Prodi Bisnis Digital.

Keberanian Menyeberang ke Dunia Konstruksi

Meski awalnya sempat melirik bidang teknik, takdir membawanya mantap menekuni Bisnis Digital di ITN Malang. Keberanian Fardi untuk mengeksplorasi ilmu baru teruji saat ia memasuki semester 5 pada akhir tahun 2022. Dari diskusi santai di tempat ngopi bersama rekan-rekan antarkampus, lahirlah CV Koker. Sebuah unit usaha Anakan Group yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi dan pengadaan barang/jasa.

Baca Juga : Berbekal Mental Juara, Pesilat ITN Malang Sabet Emas di Kejuaraan IPSI Meski Kondisi Drop

Tim pendiri tersebut terdiri dari delapan mahasiswa dari latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, yakni empat dari teknik sipil, dua dari ilmu hukum, serta dua dari bisnis. Sebagai tim administrasi kantor, Fardi tidak hanya duduk di belakang meja mengurus berkas bisnis, tetapi juga terjun mempelajari dasar-dasar ilmu sipil.

“Karena tuntutan untuk masa depan dan mencari pengalaman, mau tidak mau saya harus belajar ilmu sipil juga. saya tetap harus paham teknis di lapangan. Mulai dari merencanakan drainase, menghitung volume material, hingga menghitung besi kolom dan meter kubik cor dari nol,” tutur alumnus SMAN 10 Malang ini.

Fardi Ramadhana (dua dari kanan) bersama rekan satu angkatan Bisnis Digital pada yudisium FTl ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Usaha keras tim membuahkan hasil. CV Koker dipercaya menggarap berbagai proyek pengadaan pemerintah, terutama instalasi pengolahan air limbah (IPAL), saluran air, dan gedung, serta proyek swasta.

“Tantangan terbesar itu saat lelang, persaingannya sangat ketat. Selain adu harga dan mengandalkan relasi, kami harus terus belajar. Kalau ada istilah teknis sipil yang belum paham, saya biasanya berdiskusi dengan tim atau memanfaatkan platform AI untuk belajar cepat,” tambahnya.

Terapkan Digitalisasi Sistem Pengadaan di Tempat Kerja Lewat Skripsi

Kerja keras Fardi di dunia profesional selaras dengan kontribusi akademisnya. Untuk menyelesaikan studi S-1 di ITN Malang, Fardi menyusun tugas akhir bertajuk “Pengembangan E-Procurement untuk Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi CV. Anakan Group” di bawah bimbingan dosen Sujianto, S.Pd., SM., MM. dan Reiny Ditta Myrtanti, ST., MT.

Baca Juga : Bukan Main Game, Mahasiswa Bisnis Digital ITN Malang Ramai-Ramai Pantau Pergerakan Emas Global Lewat HP

Melalui skripsi tersebut, Fardi merancang dan membangun sistem informasi berbasis web internal untuk mengubah pencatatan pengadaan barang dan jasa di perusahaan yang semula manual menjadi terintegrasi. Sistem ini memuat pengelolaan data proyek, inventarisasi Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK), hingga monitoring progres pengerjaan proyek secara akurat dan terstruktur.

“Sistem web ini dipakai sampai sekarang di kantor untuk mencatat transaksi proyek dan memantau sejauh mana progres pengerjaannya,” jelas Fardi. Bagi Fardi, tantangan terbesar selama semester 7 hingga akhir masa kuliah adalah membagi waktu antara pekerjaan lapangan, operasional kantor, dan penulisan skripsi.

Pencapaian Fardi sebagai lulusan terbaik yang ikut diwisuda pada 19 September 2026 ini pun membawa kebanggaan haru bagi keluarganya. sang ibu, Naning Hartati yang merupakan ibu rumah tangga, sempat merasa terharu dan seolah tidak percaya atas prestasi yang diraih putra bungsunya tersebut.

Dampak Nyata Pendidikan ITN Malang untuk Masa Depan

Pengalaman Fardi Ramadhana menjadi gambaran nyata bagaimana ITN Malang terus berkomitmen sebagai kampus berdampak yang melahirkan lulusan adaptif, mandiri, serta siap berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi masyarakat dan digitalisasi industri.

Mengenai target ke depan, Fardi dan timnya berencana menaikkan legalitas CV Koker menjadi Perseroan Terbatas (PT), meresmikan kontrak kerja internal secara profesional, serta memperluas cabang usaha.

“Cita-cita saya ingin mencapai financial freedom, baik lewat mengembangkan usaha sendiri maupun bekerja. Saya juga tertarik untuk terus mengeksplorasi dunia bisnis ekspor-impor dan cyber IT,” pungkasnya. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023