
MoU ITN Malang dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal: Buka Peluang Santri Kuliah Teknologi
MoU ITN Malang dan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal, buka peluang santri kuliah teknologi. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Langkah nyata memperkuat sinergi antara pendidikan pesantren dan teknologi modern kembali ditunjukkan oleh Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Kampus teknik terkemuka ini resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal pada Kamis (24/9/2026) di Ruang Rapat Fakultas Teknologi Industri (FTI) Kampus 2 ITN Malang.
Kerja sama ini menjadi momen berharga bagi kedua belah pihak. Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Abdul Azid, M.Pd., disambut hangat oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D.
Sebagai kampus berdampak yang berfokus pada teknik dan bisnis digital, ITN Malang menawarkan skema pembelajaran unggulan berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Melalui kemitraan ini, mahasiswa, termasuk para calon lulusan pesantren diajak tak hanya menguasai teori, tetapi juga langsung mempraktekkannya melalui berbagai proyek strategis.
Baca Juga : Dapat Ilmu dan Motivasi: Siswa SMKS PGRI Singosari Jajal Langsung Jadi Mahasiswa di Teknik Mesin ITN Malang
“Kami memotivasi dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek yang didapatkan oleh tim kerja sama ITN Malang, baik dari kementerian maupun pemerintah daerah. Mulai dari pekerjaan konsultansi, feasibility study, investigasi konstruksi, dll, hingga perancangan desain PLTS di berbagai daerah,” ungkap Rektor.
Menurut rektor, pengalaman praktis tersebut dinilai menjadi pembeda utama ITN Malang. Bahkan sejak semester lima, mahasiswa sudah dibiasakan mempresentasikan hasil karyanya di hadapan pemerintah daerah. “Dari sisi ilmu mungkin sama (dengan kampus lain), tapi dari sisi bagaimana memberikan pengalaman nyata, kami dapat bersaing,” tegasnya.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., (kanan) bersama Kepala Sekolah Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal, Abdul Azid, M.Pd., memperlihatkan berkas naskah MoU yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. (Foto: Humas ITN Malang)
Selain keterlibatan proyek pemerintah daerah dan kementerian, mahasiswa juga diasah secara profesional di Manufacturing Center kampus. Menariknya, fasilitas perkuliahan seperti meja dan kursi buatan mahasiswa sendiri diapresiasi dengan insentif/upah untuk membantu meringankan biaya SPP mereka. Kampus juga memfasilitasi sertifikasi profesi terakreditasi ESDM di bidang ketenagalistrikan, beasiswa khusus Tahfizh Al-Qur’an, hingga kemudahan jalur sekolah mitra bagi SMA/SMK se-Indonesia.
Langkah kolaboratif ini disambut penuh optimisme oleh pihak Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal. Menurut Kepala Sekolah Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 5 Tegal, Abdul Azid, M.Pd., safari kunjungan ini dilakukan untuk memfasilitasi 150 santri angkatan pertama yang akan lulus di tahun 2027 dan bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, salah satunya di ITN Malang.
“Berdasarkan angket, 100 persen santri kami berminat melanjutkan ke perguruan tinggi. Ada santri yang memang pengen masuk ke ITN Malang dan sudah mantap berdiskusi dengan orang tuanya. Harapan besar kami, silaturahmi dan kerja sama ini bisa terwujud serta menjadi tolak ukur bagi generasi santri selanjutnya,” ujar Abdul Azid.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua lembaga berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan, membantu para santri memilih jalan masa depannya secara sadar dan siap bersaing di dunia kerja berbasis teknologi. (Mita/Humas ITN Malang)



