
Kembangkan AI Pendeteksi Penyakit Daun Jeruk, Tyo Raih Lulusan Terbaik Teknik Informatika ITN Malang
Raden Adityo Priyo Harjuno lulusan terbaik Teknik Informatika S-1 Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang pada Wisuda ke 76 Periode II Tahun 2026. (Foto: Humas iTN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Berangkat dari kepedulian terhadap permasalahan pertanian, Raden Adityo Priyo Harjuno sukses mengembangkan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi penyakit pada daun jeruk. Inovasi riset ini menjadi penutup manis studi S-1 nya di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), sekaligus mengantarkannya meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Teknik Informatika pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 dengan IPK mengesankan 3,86.
Pencapaian wisudawan asal Jakarta Timur ini disambut rasa haru dan bangga oleh kedua orang tuanya, Raden Agung Dario Prasetyo dan Kendedes Rhantidyaning. “Waktu diumumkan jadi wisudawan terbaik, orang tua bangga banget. Semua perjuangan, kerja keras, dan masa-masa sulit kemarin rasanya terbayar lunas,” ungkap pemuda yang akrab disapa Tyo tersebut.
Solusi Digital Pertanian: Komparasi ResNet-50 vs MobileNetV2
Skripsi Tyo mengawinkan bidang Computer Vision dan AI untuk menjawab masalah keterbatasan pengamatan visual petani dalam mendiagnosis penyakit tanaman. Di bawah bimbingan Nurlaily Vendyansyah, ST., MT. dan Deddy Rudhistiar, S.Kom., M.Cs., Tyo merancang sistem web yang mampu mengklasifikasikan jenis penyakit daun jeruk secara presisi.
Baca Juga : Bantu Sanitasi Wisata Wonokoyo, Program Abdimas ITN Malang Lulus Uji Monev Kemendiktisaintek
Dalam penelitiannya, alumnus SMK Islam PB Soedirman 1 Jakarta ini melakukan uji komparasi transfer learning antara dua arsitektur deep learning: ResNet-50 dan MobileNetV2. Dataset citra daun jeruk yang ia gunakan terlebih dahulu divalidasi oleh pakar sebelum melalui proses resizing, normalisasi piksel, dan augmentasi data.
“Saya latih dua model. ResNet-50 parameternya besar dan proses training-nya diulang sampai 4–5 kali. Kalau MobileNet V2 parameternya jauh lebih ringan, gambarnya diperkecil dulu sebelum dilatih 2–3 kali. Dari situ saya bandingkan mana yang paling presisi dan efisien untuk diterapkan di lapangan,” terang Tyo yang ikut diwisuda pada 19 September 2026 lalu.
Hasil riset Tyo menunjukkan arsitektur ResNet-50 unggul dalam hal kepresisian dengan tingkat akurasi mencapai 99% (99,6%). Sementara itu, Mobile Net V2 tampil sangat efisien dengan akurasi 96%, di mana jumlah parameternya hanya 10,15% serta waktu inferensinya jauh lebih cepat (76% dari total milik ResNet-50).
Tampilan antarmuka dasbor AI Plant Insight yang membandingkan performa klasifikasi penyakit daun jeruk antara arsitektur ResNet 50 dan MobileNet 2 secara real-time karya Raden Adityo Priyo Harjuno mahasiswa Teknik Informatika ITN Malang.
Dari temuan tersebut, Tyo menyimpulkan bahwa ResNet-50 sangat cocok untuk diagnosis berakurasi tinggi, sedangkan Mobile Net V2 menjadi pilihan utama untuk integrasi ke dalam sistem web atau aplikasi ponsel (mobile) karena ringan dan responsif.
Bangkit dari Pandemi hingga Lolos Asisten Laboratorium
Perjalanan Tyo meraih predikat wisudawan terbaik tidaklah instan. Sebelum berkuliah di Malang, ia sempat terpaksa berhenti dari kuliah Teknik Informatika di Jakarta akibat kondisi ekonomi keluarga yang terguncang saat pandemi COVID-19. Tanpa mengeluh, Tyo memilih berhenti kuliah selama dua tahun demi membantu orang tuanya bertahan hidup.
Titik balik tiba ketika sang ibu menyarankannya merantau ke Malang. Lewat penelusuran mandiri di internet, Tyo mantap memilih ITN Malang.
“Pas lihat situs web Teknik Informatika ITN Malang, informasinya lengkap sekali. Kurikulum dan silabusnya jelas, bahkan mata kuliahnya mirip dengan kampus saya yang dulu di Jakarta,” kenangnya.
Ketekunannya terbukti sejak semester pertama di ITN Malang, di mana Tyo langsung diterima sebagai Asisten Laboratorium Pemrograman Komputer. Pengalaman ini membantunya mengasah logika dan memperdalam pemahaman akademis selama masa studi.
Usai menyandang gelar dan predikat lulusan terbaik, Tyo berencana kembali ke ibu kota untuk meniti karier di bidang Information Technology (IT). “Sudah ada beberapa pandangan perusahaan di Jakarta yang membutuhkan lulusan IT. Harapannya bisa cepat terserap di dunia kerja dan mengaplikasikan ilmu yang didapat selama berkuliah di ITN Malang,” pungkas Tyo.



