
Raih IPK Sempurna 4.00 di Pascasarjana ITN Malang, Ivan Gandhi Bedah Efektivitas Fabrikasi Baja Pabrik Cikarang
Vincentius Ivan Gandhi, lulusan terbaik Magister Teknik Sipil (Peminatan Manajemen Konstruksi) Pascasarjana ITN Malang pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00 tentu bukan perkara mudah, terlebih di tingkat magister teknik. Prestasi membanggakan ini berhasil dicatatkan oleh Vincentius Ivan Gandhi, lulusan Magister Teknik Sipil (Peminatan Manajemen Konstruksi) Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 Lalu. Saat ini, Ivan bertugas dan bekerja di Kalimantan. Menariknya, ia juga merupakan alumnus S-1 Teknik Sipil ITN Malang, angkatan 2016.
Putra daerah asal Kota Malang dari pasangan F.Y. Gandi Pudjiono dan Winarni Wijono ini mengandalkan ketelitian serta riset lapangan yang mendalam. Dalam tesisnya, pria yang akrab disapa Ivan ini membedah langsung efektivitas fabrikasi struktur baja di PT ABC, salah satu pabrik perakitan baja ternama di Cikarang, Jawa Barat.
Baca Juga : Solusi Praktis Efisiensi Air, Tim Abdimas ITN Malang Pasang Irigasi Sprinkler Otomatis di SMKN 1 Singosari
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., dan Dr. Erni Yulianti, ST., MT., penelitian Ivan menyoroti bagaimana hambatan kecil pada operasional pabrik bisa berdampak sistemik. Mulai dari keterlambatan pengiriman komponen, rework (pekerjaan ulang), hingga penurunan produktivitas proyek konstruksi di lapangan.
Menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), Ivan mengevaluasi enam faktor utama operasional: kompetensi tenaga kerja, ketersediaan material, peralatan, manajemen produksi, dokumen teknis, serta lingkungan kerja.
Vincentius Ivan Gandhi, mahasiswa Magister Teknik Sipil usai melaksanakan ujian tesis di Pascasarjana ITN Malang. (Foto: Istimewa)
Hasil risetnya menunjukkan bahwa tingkat efektivitas fabrikasi struktur baja di lokasi studi masuk kategori sangat tinggi (nilai mean 3,978). Dari seluruh faktor tersebut, manajemen produksi terbukti menjadi elemen yang paling dominan dalam menentukan kelancaran proses perakitan baja.
“Efektivitas fabrikasi struktur baja itu tidak bisa berdiri sendiri. Kuncinya ada pada sejauh mana perusahaan mampu mengintegrasikan sumber daya yang ada. Namun dari analisis yang saya lakukan, manajemen produksi menjadi faktor paling dominan yang mengikat seluruh operasional,” jelas Ivan yang ikut diwisuda pada 19 September 2026 lalu.
Saran dari riset ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen produksi yang terintegrasi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, serta kesiapan dokumen teknis agar proses manufaktur baja berjalan presisi dan tepat waktu.
Baca Juga : Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Bagi Ivan, perjalanan studinya di Magister Teknik Sipil ITN Malang memberikan kesan yang sangat mendalam. Menurutnya, lingkungan akademik yang kondusif serta bimbingan intensif dari para dosen senior di bidang manajemen konstruksi diakuinya menjadi dorongan terbesar hingga mampu meraih predikat lulusan terbaik.
“Menempuh pendidikan Magister Teknik Sipil di ITN Malang merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama perkuliahan, saya memperoleh banyak ilmu, wawasan, serta pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi akademik dan profesional. Dukungan dosen yang kompeten serta lingkungan akademik yang baik memberikan kesan positif selama proses studi. Semoga ITN Malang terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia konstruksi di Indonesia,” ungkap Ivan. (Mita/Humas ITN Malang)



