Back

Pelatihan PLTS ITN Malang Bikin Praktisi Industri Makin Pede Merancang Energi Terbarukan

Pemateri dari Tim Dosen ITN Malang foto bersama dengan seluruh peserta Pelatihan Perencanaan PLTS Pusdiklat Ketenagalistrikan di depan gedung Teknik Elektro ITN Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang energi terbarukan mendorong Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar Pelatihan Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, Senin 28 September hingga Jumat 2 Oktober 2026, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Ketenagalistrikan Kampus 2 ITN Malang ini dibimbing langsung oleh tim dosen berpengalaman untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis sesuai standar industri.

Kebutuhan SDM tersertifikasi di sektor energi bersih kini memang makin mendesak. Koordinator tim pelatihan, Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., mengungkapkan, pelatihan ini dirancang ketat mengikuti regulasi Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK) dari DJK ESDM.

“Harapan dari Ditjen Ketenagalistrikan, orang-orang yang mengantongi sertifikat kompetensi itu memang betul-betul punya basic knowledge, skill, dan attitude yang memenuhi syarat. Jangan sampai hanya menang di atas kertas atau sekadar pegang sertifikat, tapi pas di lapangan bingung. Makanya kurikulum kami selaraskan langsung dengan SKTTK DJK ESDM,” tegas Widodo, Jumat (02/10/2026).

Suasana Pelatihan Perencanaan PLTS yang digelar oleh Prodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang untuk membekali para praktisi industri dengan keterampilan perancangan energi terbarukan. (Foto: Humas ITN Malang)

Widodo menjelaskan, untuk menjaga kualitas dan efektivitas pembelajaran, setiap angkatan dibatasi idealnya hanya 10 peserta. Pada edisi perdana ini, sebanyak 12 peserta ambil bagian, datang dari berbagai latar belakang profesi serta daerah. Mulai dari praktisi PT PLN Nusantara Power Services (PLN NPS) yang sedang ditugaskan di Bima hingga Sumatera Selatan (PLTU Banjarsari), tenaga pendidik SMK Islam Donomulyo Kab Malang, kontraktor kelistrikan PT EIA Malang, PT Indo Citra Pratama, praktisi umum, hingga mahasiswa akhir dan fresh graduate Teknik Elektro S-1 ITN Malang.

Baca Juga : Bawa Inovasi PLTS ke Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Buktikan Diri sebagai Kiblat Energi Terbarukan

Jembatan Akademik dan Dunia Profesional

Ketua Prodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., menyebut pelatihan ini merupakan embrio dari Pusdiklat Ketenagalistrikan bersertifikasi resmi yang terkoneksi langsung dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) berafiliasi, seperti LSK PT Lisan Nusantara Satu (Lisantara).

“Ini jadi ruang kolaborasi yang nyata. Selain memfasilitasi kebutuhan uji sertifikasi kompetensi (Serkom), kegiatan seperti ini membuka akses jejaring profesional yang berdampak jangka panjang, baik untuk abdimas, kolaborasi proyek industri, hingga peluang magang mahasiswa di perusahaan BUMN seperti PLN-NPS,” ujar Irmalia.

Ketua Prodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., (kanan) menutup Pelatihan Perencanaan PLTS Pusdiklat Ketenagalistrikan di Teknik Elektro ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Melalui Pusdiklat Ketenagalistrikan, ITN Malang menegaskan perannya sebagai kampus berdampak yang aktif menghadirkan solusi teknologi bagi masyarakat dan industri. Berbagai fasilitas laboratorium pendukung dimaksimalkan manfaatnya agar peserta tidak hanya memahami materi perencanaan on-grid maupun off-grid, melainkan juga mahir menghitung RAB hingga melakukan perancangan teknis mandiri.

Pengalaman Peserta: Dari Bergantung pada Vendor Jadi Lebih Mandiri

Manfaat nyata dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Syabutian Fitradi, staff Engineer dari unit PLTU Banjarsari (PT PLN-NPS), mengaku mendapatkan pemahaman komprehensif selama lima hari mengikuti program ini.

“Tiga hari pertama kami dibekali teori dasar sampai perencanaan sistem PLTS secara lengkap. Dua hari sisanya, kami didorong praktik menghitung perencanaan on-grid dan off-grid secara manual,” ujar Tian akrab disapa.

Baca Juga : Gandeng PT Chint Indonesia, Teknik Elektro ITN Malang Perkuat Ekosistem Industri Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan

Menurutnya, selama ini untuk perencanaan pihaknya sangat bergantung pada vendor. Setelah mengikuti diklat di ITN Malang, mereka jadi mempunyai analisis sendiri sebelum memilih sistem yang dibutuhkan.

“Harapannya, kerja sama antara ITN Malang dan PLN-NPS bisa terus berlanjut ke proyek konsultasi maupun pengembangan energi bersih lainnya,” ungkapnya yang datang ke ITN Malang bersama empat rekannya sesama Engineer PT PLN-NPS. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023