Back

Gandeng PT Chint Indonesia, Teknik Elektro ITN Malang Perkuat Ekosistem Industri Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., (kanan) bersama Presiden Direktur PT Chint Indonesia, Ace Chang, menunjukkan berkas Memorandum of Understanding (MoU) yang resmi ditandatangani di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID — Langkah strategis kembali diambil Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dalam memperkuat keterkaitan dunia akademik dan industri ketenagalistrikan. Bertempat di Aula Kampus 1 pada Kamis (01/10/2026), ITN Malang resmi menjalin kerja sama dengan PT Chint Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Studi Teknik Elektro S-1.

Kerja sama dengan penyedia produk elektrikal ternama ini tak sekadar di atas kertas. Acara ini langsung dirangkai dengan pameran teknologi ketenagalistrikan terkini dan seminar bertajuk “Total Power Quality Solution”. Seminar menghadirkan pakar Teknik Elektro ITN Malang Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, IPU, ASEAN Eng., serta Business Development Manager PT Chint Indonesia, Yanto Pancaika Permana. Materi juga disampaikan oleh David Felani sebagai General Sales Manager di PT Fortune Rayatama.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menegaskan bahwa kampus masa kini tidak boleh lagi hanya berdiri sebagai platform pendidikan akademis semata. Kampus harus membuka diri dan membangun ekosistem yang solid bersama para profesional dan pelaku industri.

“Perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya sekadar menjadi platform pendidikan secara akademis, tapi harus benar-benar membuka ruang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya industri dan profesional. Harapan kami, laboratorium yang ada di ITN Malang bisa kita manfaatkan bersama sebagai ruang kolaborasi,” ujar rektor dalam sambutannya.

Jajaran pimpinan ITN Malang, manajemen PT Chint Indonesia, narasumber, serta seluruh peserta seminar berfoto bersama di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Lebih jauh, Rektor menyoroti kekuatan ITN Malang di bidang renewable energy (energi baru terbarukan/EBT), khususnya fasilitas PLTS 0,5 MWp di Kampus 2 yang telah beroperasi penuh. ITN Malang bangga menjadi salah satu pelopor perguruan tinggi di Indonesia yang memanfaatkan 100 persen energi terbarukan untuk operasional kampus sejak 2022. ITN Malang juga diperkuat oleh Pusdiklat Ketenagalistrikan yang akan di akreditasi oleh DJK Kementerian ESDM, serta jejak kolaborasi dengan konsultan-konsultan dalam negeri dalam penyusunan maupun review DED (Detail Engineering Design) dan pembuatan feasibility study, dll.

Gayung pun bersambut. Pemilihan ITN Malang sebagai mitra dinilai sangat tepat oleh PT Chint Indonesia karena fokus ITN yang kuat pada pengembangan teknologi dan ketenagalistrikan. Kolaborasi ini juga didasari oleh kebutuhan penyiapan SDM unggul untuk mendukung berbagai proyek strategis, mulai dari pengerjaan pusat data (data center) hingga proyek ketenagalistrikan nasional.

Baca Juga :Perkuat Jejaring Industri, ITN Malang Gandeng PT Gratama Consultant dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Chint Indonesia

Presiden Direktur PT Chint Indonesia, Ace Chang, mengapresiasi tinggi komitmen ITN Malang. Menurutnya, penetrasi teknologi ketenagalistrikan dan pengembangan PLTS mandiri di daerah, khususnya wilayah Indonesia Timur, kerap terkendala oleh ketidaksiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam hal pemeliharaan (maintenance).

“It’s not about theory, it’s about how we implement the system to become a reality. Banyak proyek PLTS di lapangan yang kurang produktif bukan karena kegagalan sistemnya, melainkan pengembangan SDM-nya yang belum tepat sasaran. ITN Malang hadir menyediakan calon-calon tenaga ahli yang siap menjawab kebutuhan pasar ketenagalistrikan Indonesia yang terus melonjak,” tegas Ace Chang.

Selain seminar, ajang kolaborasi ini juga menyuguhkan pameran perangkat elektrikal industri terkini dari PT Chint. Pameran ini mengaitkan langsung kebutuhan industri dengan solusi penanganan kualitas daya (power quality). Mengingat pesatnya penggunaan perangkat inverter yang kerap memicu tingginya harmonisa pada jaringan kelistrikan, PT Chint memperkenalkan teknologi smart capacitor sebagai solusinya.

Peserta seminar dan pameran melihat langsung serta berdiskusi mengenai demo kit perangkat elektrikal industri yang dihadirkan PT Chint Indonesia. (Foto: Humas ITN Malang)

Selain itu, untuk mengantisipasi fenomena kedip tegangan (flicker) akibat proses switching pada sistem berbasis elektronika daya yang berisiko memicu restart otomatis pada mesin industri, dihadirkan pula produk Dynamic Voltage Restorer (DVR) berbasis solid-state capacitor. Teknologi ini mampu bertahan hingga 15–20 tahun, menjadikannya solusi efisien dan jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan baterai UPS konvensional. PT Chint juga mengenalkan perangkat proteksi kelistrikan rumah tangga seperti RCBO dan AFDD guna meminimalkan risiko kebakaran akibat kerusakan instalasi listrik.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., menjelaskan bahwa acara ini dirancang holistik untuk menjembatani mahasiswa, akademisi lintas kampus, hingga asosiasi kontraktor dan PT PLN. Peserta yang hadir merupakan perpaduan dari sivitas akademika ITN Malang serta jaringan mitra industri, termasuk alumni yang kini telah berkecimpung di dunia konsultan dan kontraktor bidang ketenagalistrikan.

Acara ini juga didukung oleh PT Delta Jaya Engineering yang turut meramaikan pameran teknologi. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur panel listrik (electrical switchboard manufacturing) dan rekayasa mekanikal-elektrikal (mechanical electrical engineering) tersebut merupakan salah satu pengguna produk PT Chint terbesar di Jawa Timur. Kehadiran PT Delta Jaya Engineering diwakili langsung oleh Heru Herlambang, ST., selaku Owner yang juga merupakan alumnus Teknik Elektro ITN Malang ’92 sekaligus Ketua IKA Elektro ITN Malang.

Baca Juga :Ratusan Lulusan ITN Malang Laris Manis di Dunia Kerja Sebelum Wisuda, Wali Kota Tekankan Pentingnya Peran Alumni

Menurut Irmalia, poin PKS yang disepakati mencakup kerja sama penelitian tugas akhir, kuliah tamu, magang industri bagi mahasiswa dan dosen, rekrutmen lulusan, penyelarasan kurikulum, hingga rencana hibah fasilitas peralatan laboratorium dari PT Chint Indonesia. Hibah tersebut berupa Static Var Generator (SVG), yaitu perangkat elektronik daya canggih yang berfungsi mengatur, menyeimbangkan, dan mengoptimalkan daya reaktif dalam sistem kelistrikan secara cepat dan dinamis.

“Kurikulum yang baik itu yang match dengan dunia industri. Melalui kegiatan seperti ini, kita jadi tahu kebutuhan nyata di lapangan seperti apa. Jadi saat merancang kurikulum dan silabus, arahnya bisa lebih pas. Wawasan mahasiswa juga makin terbuka karena bisa melihat langsung bentuk fisik dan fungsi peralatan listrik industri, bukan hanya teori di kelas,” ungkap Irmalia.

Ketua Prodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., berjabat tangan dengan Presiden Direktur PT Chint Indonesia, Ace Chang, usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). (Foto: Humas ITN Malang)

Melalui sinergi riset, penyelarasan kurikulum, dan penguatan fasilitas praktikum ini, ITN Malang dan PT Chint Indonesia optimistis mampu melahirkan lulusan teknik elektro yang kompeten, berdaya saing tinggi, serta siap langsung terserap di pasar kerja nasional. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023