Back

Bawa Pakar Iklim Lulusan Oxford, Seminar Green Tech ITN Malang Diserbu Peserta

Geetha Gopal, CEO G Infinity Consulting di hadapan mahasiswa ITN Malang memaparkan poin-poin penting mengenai peluang dan dampak inovasi.


Malang, ITN.AC.ID – Siapa bilang ide teknis yang canggih otomatis bakal dipakai dunia? Di hadapan ratusan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Geetha Gopal, CEO G Infinity Consulting, justru menegaskan sebaliknya. Ide teknis paling jenius sekalipun bisa berujung mati suri di laboratorium kalau insinyurnya tak piawai mengkomunikasikannya.

Pesan menohok itu disampaikan lulusan Oxford University tersebut saat menjadi keynote speaker dalam seminar Green Tech bertajuk “From Ideas To Impact: How Engineers Build The Green Future”. Acara ini berlangsung meriah di Aula Kampus 1 ITN Malang pada Sabtu (10/10/2026), sebagai bagian dari gelaran ITN Malang English Festival (IMEF) 2026 yang digagas UPT Laboratorium Bahasa ITN Malang bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EPIC English Club.

Tak hanya dipadati mahasiswa, agenda internasional ini turut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang sebagai bentuk dukungan penuh pimpinan fakultas terhadap penguatan atmosfer akademik berbasis keberlanjutan.

Antusiasme mahasiswa Kampus Teknik dan Inovasi ini memang luar biasa. Peserta yang awalnya diperkirakan hanya 100 orang, mendadak membludak hingga 230 peserta.

Suasana seminar seminar Green Tech yang dihadiri ratusan mahasiswa ITN Malang yang antusias menyimak materi.

Ketua Panitia IMEF 2026, Dewa Kumara, mengungkapkan bahwa isu green technology dan climate tech kini bukan lagi sekadar tren akademis, melainkan kebutuhan mendesak industri sesuai anjuran UNOPS. Melalui seminar ini, mahasiswa diajak membedah realita job market terkini yang kian memprioritaskan calon insinyur berwawasan keberlanjutan (sustainability) dan fasih berbahasa Inggris.

“Kami melihat perkembangan green tech ini penting agar mahasiswa tidak hanya paham teori selama studi, tapi juga bisa menyesuaikan keahlian mereka dengan pasar kerja. Keahlian teknik harus dibersamai dengan kemampuan mengkomunikasikannya,” ujar Mara akrab disapa.

Mara menceritakan, keterlibatan Geetha Gopal yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang konsultasi korporasi global ini berawal dari jejaring profesional di LinkedIn.

Baca Juga : Gandeng APTIKOM Jatim, ITN Malang Gelar Seminar Internasional Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan

“Awalnya kami menawarkan skema kemitraan tanpa pembayaran. Namun, Geetha justru bersikeras ingin membantu hingga menjadi sponsor utama IMEF 2026. Beliau bahkan hadir langsung untuk sharing pengalaman dengan mahasiswa dan dosen,” tambah mahasiswa Bisnis Digital angkatan 2023 ini.

Dalam pemaparannya, Geetha membawa data riil industri. Salah satunya memaparkan laporan IEA 2025 Energy and AI yang memperkirakan konsumsi listrik data center dunia melonjak drastis dari 415 TWh pada 2024 menjadi sekitar 945 TWh di tahun 2030.

“Inovasi besar berikutnya mungkin tidak selalu terlihat glamor seperti aplikasi baru. Efisiensi kecil pada pompa, motor, sensor, hingga sistem pendingin data center yang diulang di ribuan sistem bisa berdampak raksasa bagi lingkungan,” jelas Geetha.

Ia menekankan bahwa inovasi green future yang sukses harus lolos empat kelayakan: teknis (technical), ekonomi (economic), lingkungan (environmental), dan sosial (social).

“Masa depan bukan hanya milik insinyur terpintar, tapi milik mereka yang serius dalam berkomunikasi. Engineering menciptakan solusinya, dan komunikasi yang memberinya jangkauan hingga ke tingkat global,” tegas Geetha.

Dukungan Geetha terhadap ITN Malang tak berhenti di panggung seminar. Dalam pertemuan khusus bersama Ketua dan Sekretaris Program Studi Bisnis Digital ITN Malang, Geetha menyampaikan komitmennya untuk menjajaki kerja sama jangka panjang.

“Saya selalu ingin berkolaborasi dan memberikan kontribusi kembali kepada lembaga akademis sebanyak yang saya bisa (I always wanted to collaborate and give back to academics institutions as much as I can),” tutur Geetha.

Peserta seminar Green Tech yang diadakan oleh UPT Laboratorium Bahasa ITN Malang bersama UKM EPIC English Club.

Dukungan terhadap atmosfer akademik juga disuarakan oleh Kepala Laboratorium Bahasa Inggris ITN Malang, Rini Anjarwati, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, UPT Bahasa berperan strategis memperkuat kompetensi bahasa asing bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa dalam forum resmi maupun kompetisi internasional.

Baca Juga : Gandeng PT Chint Indonesia, Teknik Elektro ITN Malang Perkuat Ekosistem Industri Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan

“Penguasaan bahasa asing, minimal bahasa Inggris, adalah langkah awal membangun citra global individu. Ini kompetensi dasar yang wajib dimiliki selain kemampuan akademik. Kalau bahasa sudah dikuasai, menyuarakan ide inovatif berbasis teknologi hijau di panggung dunia akan jauh lebih mudah,” papar Anjar biasa disapa. Ia menambahkan bahwa UPT Bahasa akan terus memfasilitasi mahasiswa melalui program English for Academic Purposes, pelatihan public speaking, diskusi ilmiah, hingga persiapan TOEFL.

Melalui kolaborasi dengan pakar global seperti ini, UPT Bahasa ITN Malang berkomitmen terus memperkuat atmosfer akademik kampus, mempersiapkan lulusan teknik yang tak hanya ahli merancang teknologi hijau, namun juga cakap memimpin perubahan di pasar kerja global. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023