Back

Monev Hibah Drone ATR/BPN di ITN Malang: Ungkap Capaian Melampaui Target Hingga Solusi Kendala Upload Data

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Ditjen SPPR Kementerian ATR/BPN foto bersama pimpinan FTSP dan Prodi Teknik Geodesi ITN Malang usai pelaksanaan evaluasi pemanfaatan hibah drone di Ruang Rapat LPKU ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) pemanfaatan hibah Alat Pengukuran dan Pemetaan di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), pada Kamis (08/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang ini bertujuan melihat secara langsung realisasi penggunaan drone hibah sekaligus menyelaraskan integrasi data ke platform nasional.

Hibah alat pemetaan berupa dua unit drone UAV (untuk pemotretan foto tegak) ini merupakan bagian dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian ATR/BPN dengan 11 Perguruan Tinggi se-Indonesia yang disepakati sejak Oktober 2024 lalu. Kerja sama strategis ini digulirkan guna mendukung program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), percepatan pemetaan wilayah, hingga pengembangan digital twin 3D untuk smart city.

Dekan FTSP ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., menyambut baik pelaksanaan monev ini sebagai langkah memperkuat kolaborasi strategis yang sudah terjalin lama antara ITN Malang dan Kementerian ATR/BPN.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan hibah drone untuk Prodi Teknik Geodesi. Kerja sama kami dengan ATR/BPN sudah berjalan cukup lama, bahkan tahun ini ITN dipercaya menggarap 7 paket kerja sama (dengan 17 wilayah pemetaan yang berbeda) oleh Kementerian ATR/BPN. Kami berharap melalui monev ini, sinergi terus berlanjut dan manfaatnya bisa dirasakan bersama, baik oleh ITN, kementerian, maupun masyarakat luas,” tutur Debby.

Tim Monev Kementerian ATR/BPN melakukan pemeriksaan fisik dan pengecekan kelengkapan unit drone UAV hibah pemetaan di ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Dari hasil evaluasi, penggunaan drone hibah oleh ITN Malang dinilai sangat aktif dan bahkan secara riil telah melampaui target luas area yang tertuang dalam PKS (target 4.000 hektar untuk foto tegak dalam jangka waktu 3 tahun). Namun, monev ini juga memetakan kendala teknis terkait belum tampaknya data hasil pemetaan ITN di dashboard peta dasar pusat.

Baca Juga : Dukung Survei dan Pemetaan, ITN Malang Dapat Hibah Drone DJI Mavic 3 Enterprise Series dari Kementerian ATR/BPN

Pejabat Fungsional Penata Kadastral Ahli Muda Kementerian ATR/BPN, Yuliantoro, ST., menjelaskan bahwa kehadiran tim monev pusat adalah untuk mendeteksi potensi pekerjaan di lapangan serta membantu menyelesaikan hambatan yang dihadapi pihak kampus.

“Secara capaian pekerjaan di lapangan, rekan-rekan ITN sebenarnya sudah memenuhi standar teknis dan melebihi target. Hanya saja di platform petadasar.id kami, datanya belum nampak. Salah satu tujuan monev ini adalah mengetahui kondisi riil di lapangan. Kami siap membantu dan mendampingi proses upload data milik ITN agar kontribusinya terukur secara nasional untuk mendukung digital twin hingga penataan ruang,” ujar Yuliantoro.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Dedy Kurnia Sunaryo, ST., MT., menyampaikan bahwa secara prinsip seluruh tugas pokok pemanfaatan drone sesuai tanggung jawab sosial telah terpenuhi. ITN Malang juga siap memperluas kolaborasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah Malang Raya.

“Secara spasial luasannya sebenarnya sudah memenuhi target, hanya karena kami sempat bingung cara mengunggahnya jadi belum nampak di sistem. Kami mohon bantuan agar proses upload tugas pokok ini segera tuntas. Ke depan, kami juga sangat siap bekerja sama dengan Kantah Kota Malang, Kabupaten Malang, maupun Kota Batu, seperti untuk penentuan batas antara kawasan hutan dengan APL yang bisa diangkat menjadi topik penelitian maupun praktik mahasiswa,” ungkap Dedy.

Suasana rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemanfaatan Hibah Alat Pengukuran dan Pemetaan ATR/BPN yang berlangsung di Ruang Rapat LPKU ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Menambahkan hal tersebut, Kepala Laboratorium Fotogrametri Teknik Geodesi ITN Malang, Krishna Himawan Subiyanto, ST., M.Sc., memaparkan bahwa riset dan pemanfaatan alat sejauh ini sudah mencakup berbagai analisis tingkat tinggi.

Baca Juga : Sering Dikepung Banjir, Pemkab Mahakam Ulu Gandeng ITN Malang Garap Blueprint Penanggulangan Bencana 5 Tahun ke Depan

“Saat ini kami sudah memanfaatkan UAV untuk pemetaan foto udara, pemodelan 3D, hingga analisis machine learning untuk klasifikasi tutupan lahan. Hasil dari pemotretan foto udara ini juga dipakai untuk pemetaan RDTR dan inspeksi pasca bencana gempa di NTT. Datanya sebenarnya sudah menumpuk dan pekerjaannya selesai, hanya saja kemarin kami sempat bingung terkait jalur koordinasi dan teknis pengunggahan ke portal pusat,” jelas Krishna yang memaparkan materi secara daring via Zoom Meeting karena sedang bertugas di Mahakam Ulu.

Lewat Monev hibah alat yang dihadiri jajaran tim Ditjen SPPR ATR/BPN, Kantah Kota Malang, pimpinan FTSP, LPKU, serta Prodi Teknik Geodesi ITN Malang ini, kedua pihak sepakat untuk segera melakukan pendampingan teknis grid tiling agar seluruh raw data pemetaan ITN Malang dapat terunggah sempurna ke platform Peta Dasar Pertanahan. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023