Back

Mahasiswa ITN Malang Dilirik PT Jasamarga Pandaan Malang, Buka Peluang Magang Pemeliharaan Tol

Manajemen PT Jasamarga Pandaan-Malang berfoto bersama jajaran pimpinan ITN Malang usai membahas peluang magang mahasiswa. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID — Mahasiswa Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) bersiap diterjunkan langsung ke lapangan untuk menangani pemeliharaan dan perawatan teknis di sepanjang jalur operasional Tol Malang–Pandaan. Peluang emas ini mengemuka saat manajemen PT Jasamarga Pandaan Malang melakukan kunjungan langsung ke Kampus I ITN Malang pada Selasa (13/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang ini membahas penjajakan kerja sama strategis antara BUMN pengelola jalan tol tersebut dengan ITN Malang.

Dalam kesempatan tersebut, hadir jajaran perwakilan dari kedua belah pihak. Dari PT Jasamarga Pandaan Malang hadir Manager Preservasi M. Alifdra Zaidan, Manager SDMU Iis Ismayadi, serta Sekretaris Rizka Risanty A. Sementara dari ITN Malang diwakili oleh Ketua Prodi Teknik Sipil S-1 Dr. Yosimson Petrus Manaha, ST., MT., Sekretaris Prodi Teknik Sipil Nenny Roostrianawaty, ST., MT., serta Sekretaris LPKU F.X. Ariwibisono, ST., M.Kom.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Profesi dan Akademisi, ITN Malang dan IAI Jatim Resmi Tekan Kerjasama untuk Perkembangan Arsitektur

Kaprodi Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Dr. Yosimson Petrus Manaha, ST., MT., menyambut antusias rencana kolaborasi ini. Menurutnya, pemeliharaan jalur tol yang sudah beroperasi dari Malang ke Pandaan menyimpan banyak tantangan teknis yang sangat berpotensi untuk dijadikan tempat belajar langsung bagi mahasiswa.

“Fokus utamanya memang untuk magang mahasiswa di jalur tol yang sudah ada. Pekerjaan pemeliharaannya cukup kompleks, mulai dari sistem drainase, kondisi perkerasan jalan, perkuatan lereng, dan sebagainya. Mengingat kontur tol Malang-Pandaan ini banyak lerengnya hingga membutuhkan perawatan rutin. Jadi banyak sekali ilmu maintenance lapangan yang bisa diserap mahasiswa,” tutur Yosimson saat ditemui usai acara.

Ia menekankan bahwa program kerja praktik ini akan memberikan pengalaman otentik di dunia kerja konstruksi dan preservasi infrastruktur. Mahasiswa tidak hanya berkutat dengan teori atau dokumen di balik meja. “Mereka langsung terjun ke lapangan, fokus pada pekerjaan perawatan fisik jalan tol. Murni belajar dari lapangan,” selorohnya.

Perwakilan PT Jasamarga Pandaan-Malang memberikan pemaparan mengenai peluang kolaborasi magang kepada jajaran pimpinan ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Sekretaris Prodi Teknik Sipil ITN Malang, Nenny Roostrianawaty, ST., MT., menambahkan bahwa program kerja sama ini merupakan bentuk implementasi dari mata kuliah Kerja Praktik maupun implementasi Magang Mandiri MBKM yang dapat dikonversi hingga maksimal 20 SKS.

“Karena lokasi penempatan mahasiswa direncanakan di Karanglo, ini tidak terlalu jauh jika mahasiswa harus melakukan mobilisasi ke kampus, tempat tinggal, maupun kos di Malang. Program magang ini bisa diikuti oleh mahasiswa mulai dari semester 5, atau bisa juga bagi mahasiswa yang ingin mengambil judul dan lokasi tugas akhir di sana,” jelas Nenny.

Menariknya, inisiasi kerja sama ini bermula dari kontak tak terduga. Pihak Jasamarga Pandaan Malang secara proaktif menghubungi ITN Malang setelah mendapatkan rekomendasi dari relasi industri. Yosimson menilai kolaborasi dengan BUMN skala nasional seperti PT Jasa Marga akan memberikan dampak signifikan, tak hanya bagi pengalaman praktis mahasiswa tetapi juga nilai tambah untuk akreditasi kampus.

Tak Hanya Sipil, Rambah Pengolahan Sampah hingga Inovasi Mesin

Meski diawali dari pemeliharaan fisik jalan oleh Teknik Sipil, skema kolaborasi ini berpotensi besar meluas ke program studi lain di lingkungan ITN Malang. Manager Preservasi PT Jasamarga Pandaan Malang, M. Alifdra Zaidan, mengungkapkan, pemeliharaan kawasan tol juga mencakup tantangan penanganan sampah plastik yang cukup tinggi di area tol dan rest area.

“Banyak pengguna jalan yang masuk membawa sampah dan dibuang di tempat sampah rest area. Hanya sekitar 20 persen yang keluar, sedangkan 80 persen sisanya harus kami olah,” paparnya.

Baca Juga : Kisah Khoyru Nisya Salsabila Putri, Wisudawan Terbaik Teknik Sipil ITN Malang yang Luwes Berorganisasi dan Rintis Karir Sejak Kuliah 

Untuk mendukung perawatan lingkungan tol tersebut, Jasamarga berencana mendaur ulang limbah botol plastik menjadi produk yang bernilai guna. Namun, mereka membutuhkan inovasi teknologi pengolahan yang ramah lingkungan.

“Kami membutuhkan alat pelebur plastik yang bisa beroperasi tanpa mengeluarkan asap. Di sinilah kami berharap teman-teman dari Teknik Elektro dan Teknik Mesin ITN Malang bisa bantu merancang inovasinya. Nanti juga bisa diimplementasikan lewat program pengabdian masyarakat,” tambah Alifdra.

Merespons kebutuhan operasional dan pemeliharaan tersebut, kolaborasi ini dipastikan akan melibatkan multidisiplin ilmu di ITN Malang, mulai dari Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, hingga Teknik Kimia.

Proses administrasi berupa penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara ITN Malang dengan PT Jasamarga Pandaan Malang, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) tingkat program studi, ditargetkan rampung secepatnya. Kendati demikian, kedua belah pihak berharap pengiriman mahasiswa magang sudah bisa dilaksanakan secepatnya. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023