
Dosen PWK ITN Malang Ikut Terjun Kembangkan Sistem Pantau Tata Ruang Laut Nasional Bersama KKP
Seluruh peserta dan perwakilan instansi termasuk ITN Malang berfoto bersama seusai pembahasan aplikasi SINDEN MARULA dan SI MARLINA di Hotel Santika Premiere, Surabaya. (Foto: Istimewa)
Malang, itn.ac.id – Urusan penataan ruang laut nasional kini semakin canggih dan terintegrasi. Belum lama ini, akademisi dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars., IPP., ikut membahas sistem digital pengawasan laut pada Kamis (08/10/2026) di Hotel Santika Premiere, Surabaya.
Pertemuan penting yang diinisiasi oleh Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut, Ditjen Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini berfokus pada pematangan dua aplikasi anyar, yakni SINDEN MARULA (Sistem Informasi Identifikasi Pemanfaatan Ruang Laut) dan SI MARLINA (Sistem Informasi Monitoring dan Analisis Tata Ruang Laut Indonesia).
Baca Juga : Kawal Tata Ruang Laut Maluku, Pakar ITN Malang Dipercaya KKP RI Tentukan Kebijakan Nasional
Gatsu sapaan Gatot Subroto hadir mewakili unsur akademisi menyebutkan bahwa keterlibatan ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebutuhan data di lapangan dengan sistem digital yang sedang dibangun pemerintah.
“Diskusi kemarin mengalir cukup intens, mulai dari pemaparan rencana kerja hingga bedah fitur aplikasi SINDEN MARULA dan SI MARLINA bersama jajaran KKP serta mitra terkait,” ujar Gatsu saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp beberapa waktu lalu.
Dosen PWK ITN Malang Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars., IPP., menyampaikan masukan saat pembahasan sistem digital tata ruang laut bersama KKP RI. (Foto: Istimewa)
Kolaborasi Pemerintah dan Kampus
Acara yang berlangsung seharian penuh sejak pagi ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi KKP, mulai dari Sekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut, para direktur bidang perairan, hingga Kepala Pusat Data Informasi. Tidak hanya dari unsur kementerian, duduk bersama di meja diskusi juga pihak swasta seperti Direktur Utama PT Inasa Sakha Kirana, dan PT Armudi Pradana Konsultan.
Menurut Gatsu, kehadiran perwakilan kampus dalam forum seperti ini sangat membantu memberikan sudut pandang keilmuan yang lebih segar, khususnya terkait aspek tata ruang dan perencanaan wilayah secara makro.
“Harapannya lewat SINDEN MARULA dan SI MARLINA ini, proses identifikasi serta pengawasan ruang laut di Indonesia bisa berjalan jauh lebih rapi dan terintegrasi,” tambahnya.
Keterlibatan aktif para dosen ITN Malang dalam proyek nasional ini menjadi wujud nyata komitmen kampus berdampak. Lewat keahlian para pakarnya, ITN Malang terus konsisten menghadirkan kontribusi langsung bagi pembangunan negeri, mendampingi pemerintah merancang masa depan maritim Indonesia yang lebih tertata. (Mita/Humas ITN Malang)


