
ITN Malang Kembali Digandeng Hingga 2031, Pemkab Timor Tengah Selatan Fokus Garap Tata Ruang dan SDM
Foto bersama jajaran pimpinan ITN Malang, dan Pemkab Timor Tengah Selatan sambil menunjukkan berkas kerja sama PKS yang telah resmi diperpanjang. (Foto: Istimewa)
Malang, ITN.AC.ID – Komitmen Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), sebagai kampus teknologi swasta terbaik dalam mengawal pembangunan di kawasan Indonesia Timur dipastikan terus berlanjut. Kampus teknik dan inovasi di Malang ini resmi memperpanjang kerja sama strategis daerah dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, hingga lima tahun ke depan.
Langkah ini menegaskan peran nyata kampus berdampak agar kemajuan ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah. Kepastian keberlanjutan kolaborasi hingga tahun 2031 tersebut ditandai melalui penandatanganan Addendum Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat Bupati TTS, pada Rabu (29/07/2026).
Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilakukan oleh Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, bersama Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT, yang hadir mewakili Rektor ITN Malang. Sementara, penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTS, Martelens Ch. Liu, ST., MT, bersama Kepala Lembaga Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM.
Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT, menegaskan, penataan ruang daerah adalah pondasi utama penentu masa depan suatu kawasan, bukan sekadar urusan administrasi. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan Indonesia Timur.
“Kami memandang dokumen rencana tata ruang bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi pembangunan yang akan menentukan arah investasi, pelestarian lingkungan, ketahanan wilayah, dan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” tegas Hardianto.
Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT (tengah kemeja batik) dan Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe (kanan) menandatangani nota kesepahaman kerja sama di Ruang Rapat Bupati TTS. (Foto: Istimewa)
Ia menambahkan, lewat pembaruan kerja sama ini, kolaborasi akademis dan pemerintah diharapkan meluas ke peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur Pemkab, riset terapan, hingga pendampingan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Pihak Pemkab TTS pun menyambut hangat berlanjutnya kemitraan ini. Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi tinggi atas pendampingan teknis dan kepakaran akademisi ITN Malang yang konsisten diberikan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ITN Malang atas kerja sama, pendampingan, dan sinergi yang selama ini telah terbangun dengan baik. Pemkab TTS siap terus mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi baik melalui kebijakan, penganggaran, maupun penguatan peran perangkat daerah,” ungkap Bupati Eduard.
Baca Juga : Kutai Barat Gandeng ITN Malang Petakan Kawasan Linggang Bigung, Targetkan Tata Ruang Presisi
Bupati berharap, penguatan kerja sama lintas sektor ini bisa berjalan efektif dan tepat sasaran. Kemitraan kampus dan daerah ini membuktikan komitmen ITN Malang dalam menghadirkan solusi konkret bagi tantangan tata ruang. “Saya berharap seluruh pihak dapat menjalankan komitmen bersama ini secara konsisten dan bertanggung jawab, demi terwujudnya masyarakat Timor Tengah Selatan yang sehat, produktif, dan sejahtera,” harapnya.
Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT (kiri) menyerahkan cenderamata khas ITN Malang kepada Bupati TTS Eduard Markus Lioe usai acara penandatanganan kerja sama. (Foto: Istimewa)
Pembaruan kerja sama ini sendiri tak lepas dari rekam jejak positif kolaborasi kedua belah pihak selama lima tahun terakhir. Kepala LPKU ITN Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, menjelaskan, keberhasilan pendampingan sebelumnya menjadi alasan utama Pemkab TTS kembali memercayakan pengawasan pembangunannya kepada ITN Malang.
“Dasar perpanjangannya tentu melihat implementasi riil di lapangan, salah satunya saat kami mendampingi penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten TTS pada 2025 lalu. Atas dasar kepercayaan itu Pemerintah TTS kembali meminta dukungan ITN untuk mengawal kebijakan tata ruang serta program lain terkait pengembangan SDM unggul, inovasi daerah, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” terang Ardiyanto.
Agenda strategis ini turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab TTS, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda TTS Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si; Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dr. Irene Atte; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP); Kabag Protokol; serta jajaran pimpinan perangkat daerah setempat. (Mita/Humas ITN Malang)



