Back

Monev Hibah Kemdiktisaintek: Riset Terapan dan Mitigasi Bencana Dosen ITN Malang Diproyeksikan Tembus Industri

Tim penelitian STMIK PPKIA Pradnya Paramita mengikuti monev Program Hibah Penelitian Kemdiktisaintek di ITN Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Inovasi dari perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebatas draf di atas kertas. Semangat inilah yang terlihat di Ruang LPPM Kampus I Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Rabu (09/09/2026). Enam tim dosen ITN Malang bersama tim mitra tampak serius memaparkan perkembangan riset mereka dalam ajang Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Hibah Penelitian Kemdiktisaintek TA 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui skema Riset Terapan (Penelitian Luaran Prototipe dan Model), serta Riset Fundamental (Reguler dan Penelitian Disertasi Doktor), monev ini menyaring laporan kemajuan 80 persen, kelengkapan berkas, hingga bukti penggunaan anggaran sebagai wujud kampus berdampak bagi masyarakat dan industri.

Suasana presentasi berlangsung dinamis. Selain diikuti oleh para dosen ITN Malang, ajang monev juga menghadirkan tim dari STMIK PPKIA Pradnya Paramita. Tim yang diketuai oleh Dr. Tubagus Mohammad Akhriza, S.Si., M.MSI., tersebut turut menguji draf mereka pada kategori Riset Terapan skema Penelitian Luaran Prototipe, dengan judul riset MboisRek: Prototipe Sistem Rekomendasi Media Berita Online Inteligen Berbasis Agen AI.

Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D., dosen ITN Malang sedang menghadapi reviewer internal Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST., MT. (Foto: Humas ITN Malang)

Sementara riset terapan prototipe dari ITN Malang digawangi oleh Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., yang merancang Sistem Hibrida Pemanas dan Penyedia Air Minum untuk Kawasan Bencana, serta Dr. I Komang Somawirata, ST., MT., dengan skema Penelitian Luaran Model berupa Pengembangan Model Sistem Kendali Otonom iRobot Berbasis Deep Reinforcement Learning untuk Navigasi Lingkungan Dinamis.

Di lini Riset Fundamental, penelitian berbasis mitigasi bencana mengemuka lewat skema Penelitian Reguler oleh Ratri Andinisari, S.Si., M.Si., Ph.D., yang memetakan Distribusi Spasial-Temporal Hiposenter Gempa Dangkal di Wilayah Jawa Timur dan Implikasinya Terhadap Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi. Skema Penelitian Reguler ini juga diisi oleh F. Endah Kusuma Rastini, S.Si., M.Kes. (Transfer teknologi hijau berbasis Hexa Helix) dan Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST., MT. (Optimasi Pemakaian Energi Gedung Kampus Berbasis Okupansi Menggunakan AI dan IoT). Selain itu, Prof. Aryuanto turut mengawal skema Penelitian Disertasi Doktor mengenai Model Mitigasi Bencana Tanah Longsor Berbasis IoT dan Machine Learning.

Kepala LPPM ITN Malang, Martinus Edwin Tjahjadi, ST., MGeomSc., PhD., menjelaskan, evaluasi ini penting untuk memastikan seluruh tahapan penelitian berjalan sesuai panduan BIMA Kemdiktisaintek sekaligus menjadi syarat pencairan sisa dana hibah.

Baca juga: Bantu Sanitasi Wisata Wonokoyo, Program Abdimas ITN Malang Lulus Uji Monev Kemendiktisaintek

“Monev kemajuan 80 persen ini memantau apakah progres penelitian dosen sudah berada di trek yang benar. Lembar evaluasi menjadi ceklis poin mana yang terpenuhi. Jika sudah sesuai target, ini menjadi dasar pencairan sisa dana 20 persen. Nanti setelahnya ada monev luaran yang dilakukan langsung secara daring oleh tim BIMA,” papar Edwin.

Ia menambahkan, kualitas draft penelitian dosen ITN Malang sebenarnya sangat bersaing di tingkat nasional. “Harapan kami tahun depan proposal yang didanai bisa lebih banyak. Secara kualitas, lebih dari 90 persen proposal dosen ITN sebenarnya sudah memenuhi standar diterima. Jadi untuk teman-teman dosen, jangan patah semangat dan terus aktif mengajukan proposal,” lanjutnya.

Penilaian senada disampaikan oleh Reviewer Internal ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST., MT. Menurutnya, topik-topik yang diangkat para peneliti tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan teknologi masa kini.

Baca juga: Sering Dikepung Banjir, Pemkab Mahakam Ulu Gandeng ITN Malang Garap Blueprint Penanggulangan Bencana 5 Tahun ke Depan

“Semua penelitiannya kekinian dan punya potensi besar untuk di hilirisasi ke industri maupun masyarakat. Kalau dalam prosesnya ada yang belum sesuai trek, di monev ini kami berikan masukan agar pelaksanaannya bisa dipercepat dan tuntas tahun ini,” ujar Prof. Aryuanto.

Pemanfaatan riset bagi publik juga menjadi sorotan utama Ratri Andinisari, Ph.D. Lewat riset seismologi gempa dangkal di Jawa Timur, ia berupaya melengkapi peta jalur patahan aktif demi keselamatan warga.

“Hasil riset ini memetakan distribusi gempa untuk mendelineasi patahan di Jatim. Meski level kesiapterapan teknologinya masih dasar dan perlu dikembangkan lagi agar lebih operasional. Output akhirnya berupa peta kawasan rawan gempa akan kami serahkan ke BPBD sebagai bahan edukasi dan mitigasi bencana daerah,” pungkas Ratri. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023