Back

Pengabdian Berdampak: Puluhan Lulusan Pascasarjana ITN Malang Siap Bawa Perubahan di Daerah

Direktur Program Pascasarjana ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., (dua dari kiri) bersama jajaran kaprodi dan lulusan yang mengikuti yudisium hibrid. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Sebanyak 27 lulusan resmi mengantongi gelar magister dalam Yudisium Program Pascasarjana (PPs) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang digelar secara hibrid di Ruang Sidang Pascasarjana Kampus 1, pada Sabtu (29/08/2026). Menariknya, para lulusan dari tiga program studi, yakni Magister Teknik Sipil, Magister Teknik Elektro, dan Magister Teknik Industri tersebut didominasi para praktisi dari dinas pemerintah daerah hingga perusahaan swasta, termasuk rombongan profesional dari Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Keberhasilan para lulusan menuntaskan studi tepat waktu dengan raihan predikat Dengan Pujian (Cumlaude) dan Sangat Memuaskan ini tak lepas dari kurikulum berbasis pemecahan masalah (problem solving). Tesis yang diangkat para mahasiswa berfokus pada isu nyata di instansi maupun perusahaan tempat mereka bekerja. Pola pendidikan yang aplikatif ini menjadi bukti nyata kontribusi dan peran kampus berdampak dalam melahirkan SDM yang siap membangun daerah masing-masing.

Direktur Program Pascasarjana ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., mengungkapkan rasa leganya atas keseimbangan antara animo pendaftaran dan tingkat kelulusan yang tinggi.

“Keunggulan S-2 di ITN Malang adalah selalu mengikuti tren dan kebutuhan riil di dunia kerja. Topik tesis yang diambil mahasiswa disesuaikan langsung dengan bidang pekerjaan mereka sehari-hari, sehingga ilmunya benar-benar aplikatif dan terasa manfaatnya saat diterapkan di instansi masing-masing,” ujar Prof. Lalu.

Baca Juga : Bukan Hanya Rayakan Kelulusan, Peserta Yudisium FTSP ITN Malang Tampil Unik Pakai Baju Adat dari Papua hingga Dayak

Ia juga menyemangati para lulusan untuk terus memupuk ilmu dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Tunjukkan keunggulan alumni ITN Malang kepada masyarakat dan kolega. Jangan cepat puas di jenjang magister, tingkatkan terus karier Anda. ITN Malang juga sudah membuka Program Doktor Manajemen Rekayasa (DMR) bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang S-3,” tambahnya.

Dalam acara yudisium tersebut, diumumkan pula nama-nama lulusan terbaik dari masing-masing program studi:

  • Magister Teknik Industri: Achmad Reza Maulana (IPK 3,93)
  • Magister Teknik Elektro: Mareta Kurnia Sari (IPK 3,96)
  • Magister Teknik Sipil: Vincentius Ivan Gandhi (IPK 4,00)

Mareta Kurnia Sari, perwakilan lulusan terbaik Magister Teknik Elektro, menyampaikan rasa harunya usai mengukir prestasi akademik tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika ITN Malang yang telah mendampingi perjalanan kami. Semoga ilmu dan pengalaman yang kami peroleh di sini menjadi bekal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan,” ungkap Mareta.

Yudisium Program Pascasarjana ITN Malang digelar secara hibrid di Ruang Sidang Pascasarjana Kampus 1. (Foto: Humas ITN Malang)

Suasana haru dan penuh kebanggaan juga tampak dari deretan testimoni para peserta yudisium lainnya. Kadar Rusman, lulusan Magister Teknik Sipil yang saat ini bertugas di Pemerintah Kabupaten Pasuruan, membagikan pengalamannya kembali menimba ilmu di almamater tercinta.

“Saya sangat bangga dengan ITN Malang. Atmosfer akademik di sini sangat mendukung, bahkan banyak rekan yang bisa menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3 semester. Itu membuat saya sangat termotivasi. Sebagai alumni S-1 Teknik Sipil ITN Malang yang kini bekerja di pemerintahan, saya membuktikan bahwa lulusan ITN mampu bersaing ketat dengan lulusan PTN. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen atas bimbingannya,” tuturnya.

Baca Juga : Haru dan Bangga di Yudisium FTI ITN Malang: 248 Lulusan Siap Diterjunkan ke Dunia Kerja

Cerita inspiratif lain datang dari Amirudin, lulusan Magister Teknik Sipil yang berhasil meraih gelar magister di usia 51 tahun. Ia menceritakan perjuangannya menuntaskan cita-cita yang sempat tertunda selama belasan tahun.

“Cita-cita saya untuk menyelesaikan S-2 sebenarnya sudah ada sejak 16 tahun lalu, namun sempat terkendala dinamika pekerjaan di lapangan saat berkuliah di kampus lain. Di ITN Malang, impian itu akhirnya bisa terwujud. Usia ternyata bukan halangan untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai bekal berbuat baik, baik bagi keluarga maupun tugas di kantor,” kata Amirudin.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf mewakili rekan-rekannya dan berharap silaturahmi antaralumni tetap terjalin erat. “Kami berharap komunikasi dan interaksi dengan para dosen serta almamater terus berjalan. Semoga kita semua bisa terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023