Mahasiswa Teknik Listrik D-3 Rancang Fast Charging Baterai Mobil Listrik

Wahyu Arif Setiawan lulusan terbaik Teknik Listrik D-3 ITN Malang pada wisuda ke 64-65 ITN Malang Tahun 2021. (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Dengan bergesernya transportasi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke ramah lingkungan. Maka, kendaraan berbahan bakar listrik atau mobil listrik menjadi trend mobil ramah lingkungan dewasa ini. Namun sayangnya, masih dijumpai kelemahan pada mobil listrik di Indonesia. Salah satunya pengisian daya baterai yang dapat dikatakan belum efektif.

Kondisi ini ditanggapi oleh Wahyu Arif Setiawan lulusan terbaik Teknik Listrik D-3 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada wisuda ke 64-65 ITN Malang Tahun 2021. Mahasiswa asal Malang ini membuat rancang bangun fast charging pada sistem pengisian baterai jenis valve regulated lead acid mobil listrik bersumber jala-jala listrik PLN menggunakan frekuensi tinggi. Sehingga waktu pengisian baterai lebih cepat.

Maintenance dan finishing alat fast charging pada sistem pengisian baterai berfrekuensi tinggi. (Foto: Istimewa)
Maintenance dan finishing alat fast charging pada sistem pengisian baterai berfrekuensi tinggi. (Foto: Istimewa)

Biasanya dalam pengisian baterai membutuhkan waktu 6 sampai 7 jam. Dengan sistem fast charging hanya butuh waktu dua jam. Jadi, untuk mobil metode pengisiannya mengubah tegangan bolak-balik menjadi tegangan searah. Dengan metode perancangan percobaan fast charging ini kemampuan pengisian daya lebih cepat,” jelas Wahyu.

Fast charging adalah proses dimana kemampuan pengisian daya lebih cepat dengan metode perancangan dan percobaan. Sementara salah satu metode pengisian akumulator (aki) adalah dengan pengisian konstan. Dari pengisian awal sampai terisi penuh menggunakan penyearah terkendali. Yaitu, perangkat untuk mengubah tegangan bolak balik menjadi tegangan searah.

Baca juga: Perkuat Kompetensi Lulusan, Teknik Elektro Industri D IV ITN Malang Adakan Sertifikasi Profesi Skema Operator Connecting

“Ini untuk mengurangi tingkat kejenuhan sel dari baterai sendiri. Di saat dia (baterai) mengisi dengan frekuensi tertentu dia mempunyai titik jenuh. Untuk baterainya saya menggunakan jenis VRLA. Sebenarnya baterai sudah ada di mobil listrik. Jadi, saya lebih menekankan pada kecerdasan buatan,” terang putra dari pasangan Sugeng Waluyo dan Eldiana Sari ini.

Baca juga:  Mahasiswa ITN Malang Juara 1 Programming Bidang Mobile Robotics Kejuaraan Training Center ASEAN Skills Competition (ASC) XIII

Dalam penelitiannya Wahyu menggunakan mobil balap dengan kategori aki basah, ber-voltase 12 volt. Karena ada kecerdasan buatan, maka alat bisa membaca secara otomatis. Diharapkan alat mampu mengurangi tingkat kejenuhan sel baterai dengan proses pengisian cepat di boost 30%-80% dan mengoptimalkan tingkat kepadatan energi listrik pada baterai jenis VRLA. (me/Humas ITN Malang)

 609 total views,  3 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC