Tips dan Trik Pilih Pekerjaan Tepat Sesuai Isu Revolusi

Sulchan Masyhari, S. H, HR Manager PT Tirta Investama memberikan tips dan trik memilih pekerjaan yang tepat di webinar Pusat Karir ITN Malang. (Foto: Tangkapan layar YouTube ITN Malang Official) 


Malang, ITN.AC.ID – Isu revolusi industry 4.0 dan society 5.0 menjadi bahasan menarik Webinar Pembekalan Wisuda 2021 #2, Pusat Karir Institut Teknologi nasional (ITN) Malang. Sulchan Masyhari, S. H, narasumber mengupas mulai sejarah revolusi industri hingga society 5.0. HR Manager PT Tirta Investama tersebut juga memberikan tips dan trik bagaimana memilih pekerjaan yang tepat dengan isu industry 4.0 dan society 5.0.

Bertajuk Kiat Meningkatkan Kompetensi dan Siap Kerja di Era Pandemi dan Society 5.0, webinar diikuti kurang lebih 571 calon wisudawan pada wisuda ke-66 tahun 2021 melalui Zoom meeting, serta disiarkan langsung lewat platform YouTube ITN Malang Official pada Kamis (30/09/2021).

Aan sapaan akrab Sulchan Masyhari menyampaikan, Indonesia sudah menuju revolusi industri 4.0. Isu-isu yang menjadi tantangan seperti adanya robot kecerdasan buatan, teknologi nano, blockchain seperti bitcoin, dan lain sebagainya. Sementara 5.0 super smart society diperkenalkan oleh pemerintah Jepang tahun 2091. Dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0 yang menyebabkan ketidakpastian. 5.0 lebih banyak menggabungkan kontribusi robot dengan manusia dan mempertimbangkan support teknologi pada manusia.

“Sebagai contoh, dalam satu line produksi dulu cukup satu shift 17-20 orang. Sekarang lumayan canggih, hanya membutuhkan 5-6 orang,” ujarnya.

Banyak kesamaan 4.0 dan 5.0. Antara lain, sama-sama menekankan teknologi smart machines, knowledge management dan smart web untuk mewakili konektivitas kerja. Menekankan komunikasi dengan mesin atau orang lain dalam melakukan intelligent machine. Memiliki kekuatan untuk melakukan multitasking melalui berbagai jenis media otomatis dan platform computer. Menekankan pergerakan bebas dari satu proses ke proses lainnya dan menentukan lebih sedikit protokol untuk menyelesaikan pekerjaan, dll.

“Contohnya sekarang kita webinar, WHF, itu sudah mulai namanya perubahan revolusi perubahan sistem. Contoh lagi, kita bisa bekerja meski sedang liburan. Pekerjaannya tetap tercover di jamnya bekerja,” imbuh Aan.

Sementara perbedaannya industry 4.0 dan society 5.0 adalah industry 4.0 menekankan pada otomatisasi pekerjaan, society 5.0 menekankan pada optimalisasi dan penyelesaian tanggung jawab kerja. 4.0 menyoroti efektifitas penggunaan mesin otomatis, society 5.0 menyoroti efektivitas mengoptimalkan pengetahuan manusia dengan bantuan mesin cerdas. 4.0 tentang komunikasi yang terkomputerisasi dengan segala cara, 5.0 memudahkan dan mempercepat pekerjaan dengan bantuan mesin cerdas demi kepentingan orangnya.

Dengan mengetahui persamaan dan perbedaan keduanya, maka lulusan bisa memetakan kebutuhan akan calon pekerja pada dunia industri modern. Umumnya dunia usaha akan mencari calon pekerja yang memiliki keterampilan, kegigihan dan kedisiplinannya yang tinggi. Kemudian menuntut gaji sewajarnya, mempunyai sifat ‘melayani’, karena menjadi pemimpin itu siap melayani dan saling memberikan.

Baca Juga : Terima Bantuan Program Fasilitasi Pelaksanaan Tracer Study 2021, Pusat Karir ITN Malang siap Tingkatkan Progress Tracer Study

“Salah satu soft skill adalah kedisiplinan. Disiplin itu mahal harganya. Tidak semua orang bisa mempraktekkan. Kemudian, solutif problem solving, yang ini juga bisa dipelajari agar peka. Kalau pas ketemu teman jangan hanya curhat tapi juga tawarkan solusi, meski belum tepat. Kemudian juga harus beretika, jujur disiplin tanggung jawab. Ingat adab itu diatas segalanya,” pesannya.

Sulchan Masyhari, S. H, HR Manager PT Tirta Investama (kiri) bersama Sekretaris Pusat Karir ITN Malang Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd., pada webinar Pusat Karir ITN Malang. (Foto: Tangkapan layar YouTube ITN Malang Official)

Lanjut Aan, strategi yang bisa disusun oleh calon pelamar adalah memilih dunia usaha yang dilamar sesuai basic kompetensi, mencari informasi kesempatan, mengirimkan surat lamaran dan curriculum vitae (CV) yang baik, unik dan menarik, menghadapi tes masuk, menghadapi wawancara.

Aan juga memberikan tips, untuk membuat cover letter/surat lamaran yang menarik harus ingat “3 in 1” tiga alinea dalam satu halaman. Bukan tulisan tangan, disarankan dalam bahasa Inggris, KTP tidak perlu dilampirkan (kecuali diminta), gunakan kertas putih bersih (bukan kertas bergaris), gunakan amplop yg rapi (kertas yg kaku agar isi amplop terjaga), tulis: private & confidential di kiri atas amplop, dan kanan atas CV dan Cover Letter.

“Kalian perlu menyakinkan pencari kerja, bahwa kalian memenuhi persyaratan kerja yang mereka ajukan. Bukan sekedar menunjukkan kualitas atau kemampuan. Tunjukkan kalian menaruh minat besar pada perusahaan tersebut,” sarannya.

Baca Juga : Pak Katino, Mie Ayam dan Kursi Dewan

Sementara untuk CV yang perlu diingat adalah pendidikan, pengalaman, dan usia. “Itu kalau peminatnya lebih dari seribu. Karena kalau lebih dari seribu, maka (HRD) hanya akan melihat tidak sampai lima detik. Lamaran kalian lolos 10 besar atau tidak,” tandasnya. (me/Humas ITN Malang)

 150 total views,  3 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC