Kerjasama dengan Desa Baturetno, ITN Malang kirim Mahasiswa KKN Tematik

Dekan FTSP, ITN Malang, Dr. Ir. Hery Setyobudiarso M.Sc, memberikan sambutan usai penandatanganan MoU dengan Kepala Desa Baturetno, Sukirno (dua dari kanan) di Balai Desa Baturetno, Dampit, Kabupaten Malang, Rabu (02/3/2022). (Foto: Istimewa)


Malang ITN.AC.ID – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan penandatanganan kerjasama (Memorandum of Understanding /MoU) dengan Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kota Malang. Ditandatangani langsung oleh Dekan FTSP, ITN Malang, Dr. Ir. Hery Setyobudiarso M.Sc, dan Sukirno Kepala Desa Baturetno, Kecamatan Dampit,Malang, di Balai Desa Baturetno, Rabu (02/3/2022). 

Kerjasama FTSP ITN Malang dengan Desa Baturetno merupakan upaya pelaksanaan pengembangan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui berbagai kegiatan. Dengan tujuan memberikan pilihan-pilihan aktivitas bagi mahasiswa, dan dosen, sehingga proses pembentukan, dan penggalian pengetahuan tidak terjadi hanya di dalam kampus.  

Bentuk kegiatan MBKM yang diusung oleh FTSP ITN Malang di Desa Baturetno adalah Membangun Desa /Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Dengan melibatkan aktivitas dosen dan mahasiswa untuk membangun, berkontribusi dan bersinergi dengan masyarakat untuk mengembangakan desa-desa di Indonesia.

Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi potensi serta menangani masalah sehingga diharapkan mampu mengembangkan potensi desa/daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada di desa.

Kegiatan Membangun Desa/KKNT diharapkan dapat mengasah soft skill kemitraan, kerja sama tim lintas disiplin/keilmuan (lintas kompetensi), dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah pedesaan.  

Baca juga : Berangkat ke Panggungrejo, Tim PHP2D Teknik Kimia ITN Malang Siap Pemberdayaan Masyarakat

Dr Ir Hery Setyobudiarso M.Sc, menyatakan, pentingnya perguruan tinggi untuk dekat dengan masyarakat. Sehingga, dengan keilmuannya, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat, serta mampu menumbuh kembangkan potensi desa. Apalagi Desa Baturetno merupakan desa yang terkenal penghasil kopi. 

Perangkat desa, dan warga Desa Bature tno ketika mengikuti MoU, dan sosialisasi akan adanya KKN Tematik FTSP ITN Malang. (Foto: Istimewa)

“Jangan sampai perguruan tinggi berada pada posisi eksklusif, maka harus dekat dengan masyarakat. Harapan kami mereka (mahasiswa) semakin berkembang ilmunya, dan di sisi lain dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hery. 

Untuk itu perjanjian kerjasama kedua belah pihak menekankan pada pengembangan program MBKM melalui kegiatan- kegiatan  dalam bentuk penelitian, pengabdian,  pengembangan desa, untuk membantu masyarakat  di pedesaan dalam membangun, dan mengembangkan desa baik secara ekonomi dan lain-lain.  

KKN Tematik FTSP ITN Malang di Desa Baturetno merupakan kolaborasi antara Prodi Teknik Arsitektur S-1, dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang. Mengusung “Program MBKM KKNT Strategis Desa”, kegiatan membangun desa ini merupakan hasil pencapaian Hibah Program Riset Keilmuan Tahun 2021, dari dosen Arsitektur Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT, M. Nelza Mulki Iqbal, ST., MSc, dan dosen PWK ITN Malang Antonio Heltra Pradana,ST., MURP. 

Baca juga : Perkuat Teknologi Digitalisasi ITN Malang Jalin Kerjasama dengan Telkom Corporation University

Sehingga, selain penandatanganan MoU juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Ketua Program Studi Arsitektur S-1 ITN Malang Ir.  Suryo Triharjanto, MT., dengan Kepala Desa Baturetno. Serta hadir pula dalam kesempatan yang sama Sekretaris PWK ITN Malang, Ardiyanto Maximilianus Gai S.T, M.MSi. 

“Kedua prodi (Arsitektur dan PWK) saling mengisi dalam upaya mengembangkan desa. Dimana, desa tersebut memiliki hasil produk unggulan kopi. Mahasiswa nanti bisa memetakan bagaimana kondisi desa untuk optimalisasi produksi, atau bisa juga pengembangan kawasan wisata,” tutup Hery. (me/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print