Lanjutkan  Bersinergi, ITN Malang dan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu Teken Kerjasama

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Abraham Lomi, MSEE, (kiri) menyerahkan cenderamata kepada Kepala Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu, Ir. Sarjono, M.Eng, di Ruang Sidang Pascasarjana Kampus 1 ITN Malang, Senin (28/3/2022). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kembali digandeng Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) kali kedua ditandatangani secara luring oleh Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Abraham Lomi, MSEE, dan Ketua STTR Cepu, Ir. Sarjono, M.Eng, di Ruang Sidang Pascasarjana Kampus 1 ITN Malang pada Senin (28/3/2022) silam.

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Abraham Lomi, MSEE mengingatkan kerjasama tahap kedua harus mengacu pada evaluasi kerjasama tahap pertama. Dengan begitu, proses pelaksanaan kerjasama bisa ditindaklanjuti secara baik. Khususnya kerjasama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mendukung pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kalau kita mengikuti pelaksanaan MBKM mahasiswa inbound-outbound, mahasiswa ikut belajar dan mendapat pengalaman dari daerah yang mereka tuju. Tahun 2021 kemarin ITN Malang kedatangan 25 mahasiswa inbound yang berasal dari Aceh, Jambi dll. Dan begitu juga, 27 mahasiswa ITN dikirim ke keluar pulau Jawa. Ini (kerjasama) adalah salah satu model dalam rangka kerjasama juga,” ujar rektor.

Selain kerjasama MBKM, kedua institusi juga akan melakukan kerjasama dalam hal pendidikan dan pelatihan, pengembangan SDM, penelitian dan abdimas, serta pengembangan sistem informasi perguruan tinggi.

Baca juga : ITN Malang Dukung Percepatan Pembangunan EBT dengan Membangun PLTS

Kerjasama dalam hal penelitian juga menjadi perhatian Prof Lomi sapaan akrab Rektor ITN Malang. Mengingat Cepu adalah kota minyak, maka kerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe diharapkan menjadi jembatan untuk berkolaborasi lebih luas dalam penelitian.

“STTR Cepu lokasinya lebih dekat dengan industri-industri migas daripada ITN. Maka, dibangunnya kerjasama dalam kolaborasi riset bisa bermanfaat kepada kedua belah pihak. Kami berharap teman-teman di fakultas (ITN Malang) akan mengimplementasikan kerjasama dengan STTR Cepu secara baik,” harap Prof Lomi.

ITN Malang siap bersinergi dengan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Peran Indonesia memegang presidensi Group of Twenty (G20) di tahun 2022 pada Bulan November nanti juga disinggung Prof Lomi. Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali juga berkaitan erat dengan peran kampus yang bisa memberikan masukan dan inovasi terkait research-based policy (kebijakan berbasis penelitian). Pasalnya isu utama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 selain pemulihan pasca pandemi Covid-19 dan konektivitas antar pemerintah global, juga mengangkat prioritas meningkatkan literasi dan kecakapan digital menuju interkoneksi global untuk masyarakat; dan arus data lintas negara.

“Kita sebagai perguruan tinggi harus siap berinovasi. Isu utama G20 adalah transformasi digital dan transisi energi. Kita harus mengurangi emisi. Diharapkan setiap perguruan tinggi bisa mendukung dengan menggunakan bio energi. Kita berharap tindak lanjut kerjasama ini bermanfaat bagi kedua sisi,” tutup Prof Lomi.

Senada dengan Prof Lomi, Ketua STTR Cepu, Ir. Sarjono, M.Eng juga berharap adanya keberkahan (kebaikan) bagi ITN Malang dan STTR Cepu. Kondisi pandemi mulai tahun 2020 yang lalu cukup menghambat kerjasama antara STTR Cepu dan ITN Malang. Ini membuat Ir. Sarjono menyampaikan kegelisahannya.

Baca juga : Ikut TOT Center of Excellence MBKM, Prodi Teknik Kimia Siap jadi Trainer

“Selama dua tahun kemarin kami tidak bisa bertatap muka dengan Pak Komang (Kaprodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang). Karena pandemi kerjasama yang sudah kami bangun dengan ITN Malang untuk kegiatan praktek sangat terbatas sekali. Semoga pandemi segera berakhir, sehingga hubungan secara emosional dan kerjasama segera bisa kita tindaklanjuti kembali,” kata Ir. Sarjono.

Dikatakan Ir. Sarjono, adanya program studi Teknik Informatika yang baru saja di launching oleh STTR Cepu juga diharapkan bisa bersinergi dengan Teknik Informatika ITN Malang.

“Tindak lanjut dari apa yang sudah kita lakukan semoga kita bersama bisa saling maju dan berkembang. ITN Malang bisa menambah kemajuannya secara pesat, dan STTR Cepu mendapat keberkahan,” kata Ir. Sarjono yang juga alumnus Teknik Mesin S-1 ITN Malang angkatan ’86. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print