Peroleh Nilai Terbaik MBKM 2021, ITN Malang Menangkan MBKM ATR/BPN

Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr. F. Yudi Limpraptono, ST. MT., berharap kegiatan MBKM ITN Malang semakin meningkat. (Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendapat Penghargaan Peduli Tata Ruang dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi pelaksanaan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Tahun 2021, yang dilaksanakan Kemendikbud-Ristek bersama Direktorat Jenderal Tata Ruang dalam upaya percepatan penyusunan RDTR.

Sebagai perguruan tinggi terbaik, Kampus Biru ITN Malang mendapatkan penilaian tertinggi dalam Program MBKM 2021. Penghargaan tersebut diumumkan pada rangkaian terakhir Rapat Kerja Nasional Kementerian ATR/BPN di Shangri-La Hotel Jakarta, pada akhir bulan Maret 2022 silam.

Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr. F. Yudi Limpraptono, ST. MT menyatakan rasa bangga atas prestasi ITN Malang sebagai perguruan tinggi terbaik Program MBKM 2021 ATR/BPN. Menurutnya, sudah kewajiban perguruan tinggi untuk melaksanakan peraturan menteri sebagai upaya program MBKM. ITN Malang selama ini sudah berpartisipasi, dan mendapat apresiasi dalam pelaksanaan MBKM. Antara lain diperolehnya beberapa hibah terkait kurikulum MBKM, pertukaran mahasiswa MBKM 2021, magang MBKM, dan lain-lain.

“Institusi merasa berbangga atas pencapaian tersebut. Terkait dengan proses magang, kami cukup bangga banyak mahasiswa yang lolos. Bahkan, magang di Kementerian ATR/BPN mahasiswa ITN terbanyak tahun kemarin,” ujar Yudi saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.

Yudi berharap, kedepannya kegiatan MBKM ITN Malang semakin meningkat. Salah satu upaya peningkatan tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi lebih awal kepada program studi, dan mahasiswa. Saat ini ITN Malang sedang mempersiapkan mahasiswa Program PMM-DN (Pertukaran Mahasiswa Merdeka-Dalam Negeri), yang memasuki tahap pendaftaran. Harapannya mahasiswa yang mengambil program PMM-DN 2022 bisa sampai 100 mahasiswa.

Baca juga : Kerjasama dengan Desa Baturetno, ITN Malang Kirim Mahasiswa KKN Tematik 

“Semoga nantinya kegiatan MBKM semakin banyak peminatnya. Baik program magang, studi independen, PMM-DN, dan lain sebagainya,” kata Yudi.

Penilaian tertinggi sebagai perguruan tinggi terbaik dalam Program MBKM 2021 dari Kementerian ATR/BPN tidak lepas dari peran serta mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 ITN Malang. Magang bersertifikat ini diikuti oleh 55 mahasiswa PWK, baik secara online maupun offline dari total yang mendaftar 60 mahasiswa.

Mahasiswa ITN Malang Magang MBKM ATR/BPN (Ditjen-TARU) Tahun 2021 dan ikut kegiatan konsultasi publik dan rencana detail tata ruang (RDTR) di Kabupaten Lumajang. (Foto: Istimewa)

Dikatakan Kaprodi PWK ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, ST.MT., mahasiswa yang mengundurkan diri magang MBKM disebabkan karena lokasi penempatan yang terlalu jauh, dan sebab lainnya. “Selain online juga ada yang offline. Kemarin mahasiswa tersebar di banyak kabupaten, ada yang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain,” ujar Agung.

Dijelaskan Agung, apresiasi dari Kementerian ATR/BPN ditinjau dari beberapa penilaian. Selain jumlah terbanyak mahasiswa PWK yang lolos magang, juga dilihat dari prestasi mahasiswa saat magang yang dinilai oleh masing-masing dinas tempat mahasiswa melaksanakan kegiatan magang.

Magang PWK ITN Malang dilaksanakan selama 6 bulan, walaupun awalnya Kementerian ATR/BPN memberikan waktu minimal 3 bulan. Waktu 6 bulan tersebut merupakan usulan dari Prodi PWK ITN Malang. Pasalnya, waktu 3 bulan dirasa belum cukup bagi mahasiswa untuk melaksanakan magang secara maksimal. Sehingga dengan waktu 6 bulan mahasiswa bisa melaksanakan magang sampai tahap analisis.

“Kami memberikan usulan 6 bulan magang sampai tahap analis. Dengan begitu magang 6 bulan tersebut oleh prodi bisa dikonversi dalam 20 SKS. Ini juga sebagai apresiasi kepada mahasiswa yang berhasil lolos magang, dan sesuai yang diharapkan oleh kementerian (pemberian 20 SKS),” beber Agung.

Magang ATR/BPN ini bisa diikuti mahasiswa PWK pada semester ganjil, khususnya mahasiswa semester 5 dan 6. Sementara, pada semester genap PWK ITN Malang tidak mengikutsertakan mahasiswa dalam magang. Karena bersamaan dengan kegiatan studio reguler sesuai dengan kurikulum PWK, yakni studio kota, dan studio wilayah.

Periode selanjutnya, PWK ITN Malang akan giat melakukan sosialisasi MBKM kepada mahasiswa. Sebagai bekal magang, prodi akan memberi berbagai materi kepada mahasiswa, meskipun sebelumnya mahasiswa mempunyai pengalaman studio.

Baca juga : Mahasiswa Inbound ITN Malang Ikuti Rakortek Bappeda Kota Malang dan Kunjungi UMKM Keripik Buah

Agung berharap apresiasi dari ATR/BPN ini menjadi pemicu semangat mahasiswa lain khususnya adik-adik kelas di PWK untuk mengikuti jejak kakak tingkatnya. Karena, dengan mengikuti magang MBKM akan memberikan pengalaman yang berbeda. Sehingga kelak ketika mahasiswa lulus dan bekerja di lingkungan seperti tempat magang, mereka sudah siap.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kami capai bisa kami pertahankan, dan lebih baik lagi. Kemudian, bagi mahasiswa yang sudah lulus mau dan bersedia kembali pulang ke daerah masing-masing untuk berperan serta membangun daerahnya,” harap Agung. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print