Produk Kewirausahaan Mahasiswa Teknik Kimia jadi Buah Tangan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. (berbaju putih) didampingi oleh Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Abraham Lomi, MSEE, sedang berdiskusi dengan mahasiswa Teknik Kimia S-1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Produk kewirausahaan mahasiswa Teknik Kimia S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, menjadi buah tangan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P.

Kedatangan Moeldoko ke Kampus 2 ITN Malang memang sudah direncanakan untuk meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 23 Maret 2022 yang lalu.  Kesempatan ini dibidik oleh Program Studi Teknik Kimia ITN Malang untuk mengenalkan produk kewirausahaan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan rombongan, serta para tamu undangan.

Dra, Siswi Astuti, M.Pd, dosen Teknologi Bahan Makanan (TBM) mengatakan, dengan dijadikannya buah tangan, produk kewirausahaan Teknik Kimia bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi produk-produk tersebut merupakan salah satu produk makanan unggulan Kampus Biru ITN Malang.

“Kemarin (waktu kedatangan Moeldoko), yang dijadikan oleh-oleh adalah produk dari kewirausahaan Teknik Kimia. Produk tersebut kami kemas dalam keranjang anyaman bambu. Ada kunyit asam, permen jelly, dan lain-lain. Bahkan, saat Pak Moeldoko mengunjungi pameran kewirausahaan, beliau juga tertarik dengan minyak sereh wangi. Akhirnya kami serahkan untuk dibawa,” kata Siswi saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Senin, (04/4/2022).

Ada sembilan produk hasil karya mahasiswa dan dosen Teknik Kimia yang dipamerkan. Yakni, es krim buah naga, permen jelly wortel, permen jelly buah naga, minuman sari mengkudu, minuman kunyit asam, sabun mandi dari biji mengkudu, keripik talas, minyak sereh wangi, dan body butter dari minyak coklat.

Baca juga : PKK RW 7 Tirta Rona Semangat Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Minyak sereh wangi yang diproduksi berupa biang/bibit. Minyak atsiri ini bisa digunakan untuk campuran parfum, sabun, dan lain-lain. Di market place per 50 ml dijual seharga 150 ribu rupiah. Sementara oleh kewirausahaan Teknik Kimia 50 ml minyak sereh wangi dibandrol harga 100 ribu rupiah.

Semua produk mengundang perhatian pengunjung. Khususnya keripik talas yang cepat habis setelah pameran dibuka. Karena keripik talas memiliki kandungan minyak sedikit, sehingga tidak membuat serik di tenggorokan. Rasa keripiknya juga renyah, dan enak.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. memegang minyak sereh wangi buatan unit kewirausahaan Teknik Kimia S-1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Produk-produk inipun mendapat apresiasi dari salah satu anggota rombongan Moeldoko. “Dari salah salah satu tim beliau (Moeldoko) berharap kewirausahaan Teknik Kimia bisa memproduksi sabun-sabun herbal lebih lanjut, dan kontinyu,” ujar dosen Teknik Kimia S-1 ITN Malang ini.

Pameran produk kewirausahaan Teknik Kimia tersebut berimbas pada permintaan pendampingan dari beberapa tamu yang hadir. Khususnya dari pihak UMKM yang memiliki produk unggulan, namun belum paham akan diolah menjadi apa produk tersebut.

“Beberapa pengunjung, dan UMKM meminta kami untuk mendampingi dalam inovasi produk. Mereka punya produk, punya bahan, namun belum paham harus diolah seperti apa agar laku dijual. Nanti inginnya untuk wirausaha,” ujarnya.

Selain produk-produk di atas, kewirausahaan Teknik Kimia juga memiliki produk kecap ikan. Memanfaatkan bahan baku dari limbah ikan segar, produk kecap ikan ini juga diminati oleh pengunjung. “Kemarin yang kecap ikan belum sempat kami produksi, karena waktu (pameran) yang terbatas. Jadi kami hanya sosialisasi saja ke pengunjung bahwa kami juga memiliki kecap ikan. Ada juga yang akhirnya berminat meminta kami beri pelatihan,” cerita Siswi.

Baca juga : Mesin Grinder Jamu Buatan Dosen ITN Malang, Bantu Tingkatkan Pendapatan Warga Desa Gunungrejo, Malang

Prodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang memiliki mata kuliah kewirausahaan, dan praktek kewirausahaan. Salah satunya mata kuliah perancangan produk. Dalam mata kuliah ini mahasiswa diberi tugas mulai dari membuat produk inovasi, uji coba pembuatan produk, pengemasan produk, hingga perhitungan BEP, dan penjualan.

“Harapannya kegiatan kemarin dapat memotivasi mahasiswa untuk membuat inovasi-inovasi baru sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Tujuannya untuk memunculkan wirausaha baru. Sesuai visi Teknik Kimia ITN Malang mahasiswa harus memiliki jiwa kewirausahaan, selain juga menguasai konsep keteknikan,” tutup Siswi. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print