Indonesia Taekwondo Challenge 2022, Atlet ITN Malang Bawa Pulang 5 Medali

Atlet taekwondo ITN Malang dalam ajang Indonesia Taekwondo Challenge 2022. Kika: Ahmada Itmamunnafi’, Bernika Natasya Ifada, Amri Mahardika Pujana, Maria Flaviana Magwan, Reva Nabila Putri, dan Giovanni Mario Lake. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Sebanyak lima atlet taekwondo Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sukses membawa pulang lima medali dari ajang Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia Challenge 2022. Diselenggarakan oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi), Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) Republik Indonesia, dan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), di Indoor Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat-Minggu (18-20/03/2022). Ajang yang digelar secara luring ini diikuti kurang lebih 1.500 atlet dari seluruh Indonesia.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ITN Malang menurunkan lima atlet, dan membawa pulang medali empat perak, dan satu medali perunggu. Medali perak diperoleh oleh, Giovanni Mario Lake (Kyorugi Putra U68), Ahmada Itmamunnafi’ (Kyorugi Putra U54), Maria Flaviana Magwan (Kyorugi Putri U57), Reva Nabila Putri (Kyorugi Putri U62), dan medali perunggu diperoleh oleh Bernika Natasya Ifada (Individual Poomsae Senior Putri).

Baca juga : Atlet Taekwondo ITN Malang Sabet Enam Medali pada Papua Open 2022

Kejuaraan di Tangerang ini menjadi kejuaraan kedua luring bagi Taekwondo ITN Malang, setelah sebelumnya mengikuti kejuaran luring pada Kejurprov Taekwondo Jawa Timur 2021. Tangerang yang jauh dari kampus tidak menyurutkan semangat UKM Taekwondo ITN Malang untuk berkompetisi, mengembangkan bakat, dan mencari pengalaman.  

“Cukup jauh (Tangerang). Kami 12 jam perjalanan naik kereta. Masih beruntung penginapan kami berdekatan dengan stadion (Indoor Sport Centre Kelapa Dua). Jadi, bisa pemanasan joging sampai stadion,” kata Bernika Natasya Ifada mewakili teman-temannya, saat ditemui di ruang Humas ITN Malang pekan kemarin.

Reva Nabila Putri (biru) bermain kategori Kyorugi Putri kelas under 62 kg Indonesia Taekwondo Challenge 2022, di Indoor Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat-Minggu (18-20/03/2022). (Foto: Istimewa)

Menurut Tasya sapaan Bernika Natasya Ifada, antusiasme atlet-atlet taekwondo dari berbagai daerah luar biasa. Tasya merasa beruntung masih bisa mengikuti kejuaraan secara luring. Apalagi UKM Taekwondo ITN Malang juga mengikutsertakan mahasiswa baru dalam timnya.

Maria Flaviana Magwan merupakan mahasiswa angkatan 2021. Jadi wajar ketika awal menghadapi kejuaraan mereka berdua merasa takut dan khawatir. “Maria angkatan 2021. Masih mahasiswa baru istilahnya. Pertama kali ikut ia khawatir kena (tendangan) badan. Kemarin ia kena tendang, akhirnya ketakutan sendiri. Padahal di kategori Kyorugi harus percaya diri, dan berani,” cerita Tasya.

Dikatakan Tasya, Giovanni Mario Lake juga memiliki cerita. Giovanni awalnya sempat unggul pada babak pertama dengan poin 16-3. Namun, pada babak kedua Giovanni kehabisan nafas, dan kelelahan. Sehingga poinnya bisa terkejar oleh lawan. “Giovanni, Reva, Ahmada, pada kehabisan nafas. Reva sampai di pertengahan pertandingan katanya kesulitan mengangkat kaki, ya akhirnya kalah,” tambah mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang ini.

Baca juga : Kerennya Maket Rest Area Tumpakrejo Karya Mahasiswa Arsitektur

Meskipun Giovanni dan Maria baru kali pertama ikut kompetisi, namun prestasi keduanya mendapat medali perak menjadi semangat baru bagi UKM Taekwondo ITN Malang. Sekaligus memberi motivasi bagi mahasiswa yang baru bergabung di UKM Taekwondo Kampus Biru.

Lawatan Atlet Taekwondo ITN Malang ke Tangerang ini juga dikawal langsung oleh sabeum/instruktur Amri Mahardika Pujana. Pada evaluasinya Amri tegas mengoreksi atlet-atlet Taekwondo ITN Malang untuk selalu menjaga stamina. “Kata pelatih fisik kami harus ditambah, dengan menambah porsi latihan dan menjaga kesehatan. Apalagi, sebentar lagi sekitar bulan Agustus kami akan menghadapi beberapa kompetisi. Mental kami juga harus ditempa untuk berani, dan tidak takut,” tandas Tasya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print