Back

ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

ITN Malang menerima hibah teknologi dari PT Siemens Indonesia. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) resmi terpilih menjadi satu dari tujuh institusi di Indonesia yang menerima hibah teknologi bernilai tinggi dari PT Siemens Indonesia. Kabar gembira ini datang dari panggung Siemens Tech Summit 2026 (STS26) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Melalui program Siemens University Initiative Program Technology Grant, Kampus Teknologi dan Inovasi ini dibekali perangkat lunak simulasi sistem tenaga listrik papan atas, PSS®SINCAL.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat ditemui di Kampus 1, Jumat (19/6/2026). Kesepakatan ini sebenarnya sudah matang sejak penandatanganan MoU pada Maret lalu yang dibarengi dengan pengiriman server, setelah sebelumnya mendapat kepastian program pada Januari 2026.

“Terima kasih banyak kepada PT Siemens Indonesia. Kemarin prosesi seremonial penyerahannya sudah dilakukan, dan dalam waktu dekat software ini akan segera kami instal di kampus agar bisa langsung dipakai untuk pelatihan,” ujar Rektor.

Baca Juga : ITN Malang dan Siemens Indonesia Perkuat Kerja Sama Lewat Hibah Software Simulasi Sistem Ketenagalistrikan

Rektor menjelaskan, PSS®SINCAL merupakan alat krusial untuk menganalisis performa, sistem tenaga, hingga stabilitas daya, yang juga menjadi andalan PT PLN (Persero). Dengan hadirnya teknologi ini di kampus, mahasiswa ITN Malang bisa mencuri start untuk menguasai keahlian yang sangat dicari di dunia kerja. Begitu lulus, mereka sudah siap menjadi konsultan atau tenaga ahli siap pakai di industri kelistrikan.

Senada dengan Rektor, Ketua Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., yang hadir di Jakarta bersama Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., mengaku sangat bersyukur atas kepercayaan besar dari Siemens. Menurutnya, masuknya perangkat lunak berskala internasional ini bakal mengubah lanskap belajar-mengajar di Teknik Elektro.

Kaprodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., bersama Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., saat menghadiri Siemens Tech Summit 2026 di Jakarta. (Foto: Istimewa)

“Mahasiswa kini bisa mempraktikkan konsep teknik elektro yang rumit dalam lingkungan simulasi yang realistis dan aman karena lisensinya resmi. Kami juga bergerak cepat memperbarui kurikulum dan modul praktikum agar materi simulasi ini masuk dalam ruang kelas. Tujuannya, agar lulusan kami punya daya saing yang jauh lebih tinggi dan tajam di pasar kerja,” jelas Irmalia lewat sambungan WhatsApp, Jumat (19/6/2026).

Lalu, seberapa hebat sebenarnya software PSS®SINCAL ini? Pakar energi ITN Malang Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., memberikan gambaran sederhana.

“Gampangnya, ini adalah software wajib bagi para engineer profesional di seluruh dunia untuk merancang sistem kelistrikan, mulai dari skala pabrik kecil sampai jaringan interkoneksi antarnegara. Hebatnya, rancangan itu bisa disimulasikan dulu di layar komputer sebelum dipasang di lapangan. Jadi, kita bisa meminimalkan risiko fatal atau kegagalan sistem sejak awal,” papar Widodo.

Kaprodi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., secara simbolis menerima hibah teknologi dari PT Siemens Indonesia. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, di Indonesia sendiri, PSS®SINCAL menjadi menu wajib yang harus dikuasai oleh teknisi PT PLN di divisi distribusi maupun transmisi. Bagi mahasiswa ITN Malang, perangkat ini menjadi modal berharga untuk riset, tugas akhir, atau skripsi karena sudah memenuhi standar internasional seperti IEC, IEEE, hingga ANSI. Uniknya, software ini juga punya fitur analisis perpipaan yang biasa digunakan oleh insinyur mesin.

Keuntungan ini tidak hanya dinikmati oleh mahasiswa. Bagi para dosen, memiliki akses legal ke PSS®SINCAL membuka peluang besar untuk menggarap riset-riset strategis terkait masalah kelistrikan nyata yang ada di jaringan tegangan rendah, menengah, hingga ekstra tinggi milik PLN. Hasil riset tersebut nantinya bisa langsung disumbangkan kembali ke negara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Abdimas).

Baca  Juga : M. Cahyo Samudro, Mantan Teknisi Listrik Jadi Lulusan Terbaik ITN Malang dan Dipinang Indofood

Agar teknologi ini bisa segera dimanfaatkan, ITN Malang dan Siemens Indonesia sudah menjadwalkan pelatihan khusus dalam waktu dekat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Siemens. Segera dilaksanakan Training of Trainer (TOT) baik online maupun tatap muka langsung, yang akan dipusatkan di Laboratorium Analisa Sistem Tenaga Elektrik (ASTE) Prodi Teknik Elektro, Kampus 2 ITN Malang,” pungkas Widodo. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023