
Magister Teknik Elektro ITN Malang Sambut Kunjungan Akademik S-2 Teknik Biomedis UGM
Jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa Magister Teknik Biomedis UGM serta Magister Teknik Elektro ITN Malang berfoto bersama di depan Gedung Teknik Elektro. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, itn.ac.id — Suasana hangat dan penuh keakraban tampak jelas di Ruang Rapat Magister Teknik Elektro, Gedung Laboratorium Teknik Elektro Lantai 2 Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Rabu (04/10/2026). Program Studi Magister Teknik Elektro Pascasarjana ITN Malang baru saja menerima kunjungan lapangan dari rombongan Program Studi Magister Teknik Biomedis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Pertemuan lintas kampus ini menjadi ruang diskusi strategis yang mengupas model pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga potensi sinergi riset dan pengabdian masyarakat. Rombongan UGM yang memboyong puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan dan latar belakang disiplin ilmu ini disambut langsung oleh Direktur Program Pascasarjana ITN Malang Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., Sekretaris Dr. Dimas Indra Laksmana, ST., MT., serta Ketua Prodi Magister Teknik Elektro Dr. F. Yudi Limpraptono, ST., MT., beserta jajaran dosen.
Mahasiswa Magister Teknik Biomedis UGM berdiskusi secara interaktif dan menyampaikan pengalaman sesi kunjungan lapangan di ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Meski tergolong prodi baru yang berdiri pada 2022, Magister Teknik Elektro ITN Malang diperkuat 10 dosen tetap dengan tiga diantaranya bergelar profesor. Pertemuan dengan UGM dipandang sebagai kesempatan berharga untuk saling menimba ilmu. Prof. Lalu Mulyadi mengungkapkan, kunjungan dari kampus terkemuka seperti UGM ini merupakan momentum berharga untuk saling berbagi pengalaman akademik.
“Magister Teknik Elektro ITN Malang masih sangat muda, berdiri sejak 2022 dan alumninya masih sedikit. Mahasiswanya juga tidak sebanyak di UGM. Memang perlu kita menjalin kerja sama, sebenarnya kami yang harus belajar ke UGM,” ujar Prof. Lalu.
Baca Juga : Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Sementara itu, Ketua Prodi Magister Teknik Biomedis UGM Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan antusiasmenya atas sambutan hangat yang diberikan oleh sivitas akademika ITN Malang. Kunjungan ini sekaligus mempererat silaturahmi serta membuka lebar peluang kolaborasi lanjutan antar kedua institusi.
“Tujuan kami kesini untuk bersilaturahmi sekaligus belajar dari Magister Teknik Elektro, terutama untuk riset dan kegiatan akademik. Kami juga membuka kerja sama seperti kuliah tamu, webinar bersama di bidang lingkungan, hingga pengabdian pada masyarakat di bawah naungan Tri Dharma perguruan tinggi. Semakin banyak kita membangun komunikasi, maka akan semakin baik pula upaya kita dalam membangun bangsa,” tutur Rini di hadapan para peserta diskusi.
Kaprodi Magister Teknik Biomedis UGM, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., memberikan sambutan dalam kunjungan akademik di Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Dalam pemaparan akademiknya, Rini juga menyoroti fleksibilitas penerimaan mahasiswa di Magister Teknik Biomedis UGM yang menerima lulusan dari beragam latar belakang keilmuan, mulai dari teknik elektro, teknik fisika, Teknik informatika, kedokteran, hingga politeknik. Berbagai inovasi riset turut dibahas, termasuk pengembangan perangkat medis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan Internet of Things (IoT) guna menjawab tantangan nyata di fasilitas kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Magister Teknik Elektro Dr. F. Yudi Limpraptono., ST., MT., menyambut baik rencana tindak lanjut dari pertemuan ini. Diskusi intensif yang berlangsung juga menyoroti penyempurnaan struktur kurikulum dan sistem pembelajaran yang adaptif bagi mahasiswa pascasarjana.
Baca Juga : ITN Malang-UTAR Malaysia Gelar International Real Estate Development Forum, Bahas Inovasi & Keberlanjutan
“Diskusi hari ini sangat produktif, mulai dari penyelarasan visi kurikulum, model pembelajaran, hingga peluang kolaborasi dalam penelitian, pengabdian masyarakat, serta kuliah tamu dan seminar bersama. Paling tidak, kami mendapat banyak masukan untuk saling menyempurnakan dan memperbaiki kurikulum kami ke depan,” ungkap Yudi.
Kunjungan lapangan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan penyerahan cinderamata sebagai simbol terjalinnya hubungan persaudaraan akademik yang erat antara ITN Malang dan Universitas Gadjah Mada, demi kemajuan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. (Mita/Humas ITN Malang)



