Back

FTI ITN Malang Sambut Abhyasa 57, Dekan Dorong Maba Kejar Prestasi

Maba Teknik Sipil S-1 (Teknik Mesin S-1) kompak foto bersama sekprodi dan kakak tingkat. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Keriuhan pawai bendera dan gema yel-yel penyemangat dari mahasiswa Teknik Elektro serta Teknik Mesin S-1 memecahkan suasana Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Jumat (04/09/2026). Kemeriahan ini menjadi tanda dibukanya rangkaian PKKMB Gigantik Fakultas Teknologi Industri (FTI) untuk menyambut secara resmi kedatangan para maba 2026 yang dijuluki Abhyasa 57.

Dekan FTI ITN Malang, Dr. Eng. I Komang Somawirata, ST., MT., menyapa ratusan mahasiswa baru FTI. (Foto: Humas ITN Malang)

Dekan FTI ITN Malang, Dr. Eng. I Komang Somawirata, ST., MT., hadir langsung menyapa ratusan mahasiswa baru tersebut bersama jajaran pimpinan fakultas dan para ketua program studi (kaprodi) dan sekretaris program studi (sekprodi) sebelum mereka memasuki kegiatan di prodi masing-masing.

Dalam sambutannya, Komang mengingatkan para mahasiswa baru untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di Kampus 2 guna menunjang perkuliahan dan pengembangan diri.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di FTI ITN Malang. Semoga kelak kalian bisa lulus tepat waktu dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian kalian. Di Kampus 2 ini, aktivitas belajar kalian akan didukung tiga gedung perkuliahan dan tiga gedung laboratorium,” ujar Komang.

Baca juga: Rahasia Lulus 3,5 Tahun Dr. Eko Alumnus Teknik Mesin S-1 ITN Malang Dorong Maba Berinovasi serta Melek Peluang Wirausaha

Ia juga mendorong para Abhyasa 57 untuk aktif berorganisasi serta mengejar peluang akademik di tingkat global, sebagaimana prestasi yang telah ditorehkan para senior mereka sebelumnya.

“Selama di kampus, ikutlah kegiatan perkuliahan, aktif di himpunan, dan jadilah anggota di laboratorium. Manfaatkan masa studi untuk meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Kakak-kakak tingkat kalian sudah banyak membuktikan diri di tingkat nasional hingga internasional,” tambahnya.

Tak lupa, Komang menekankan pentingnya kemandirian dalam mengakses informasi akademik kampus. Menurutnya, segala urusan akademik kini bisa dipantau langsung melalui sistem SPADA ITN Malang yang nantinya akan dijelaskan lebih detail di tingkat prodi.

Maba Abhyasa 57 FTI disambut dengan hangat di Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para peserta Gigantik FTI ITN Malang. Azhar Ramdhani, mahasiswa baru asal Nganjuk mengaku mantap memilih Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang karena selaras dengan latar belakang pendidikannya.

“Pastinya senang sekali bisa diterima di Teknik Mesin S-1 ITN Malang karena ingin belajar lebih dalam lagi tentang mesin. Dari SMK saya jurusan teknik mesin dan sempat punya pengalaman kerja di bidang manufaktur. Saya pilih ITN Malang karena lingkungannya sangat mendukung untuk belajar,” ungkap lulusan SMKN 1 Nganjuk ini saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp.

Baca juga: Kisah Triaji Mahameru: Dari Jualan Buat Bayar Double Degree di ITN Malang, Hingga Jadi Eksekutif Pertamina Group

Meski begitu, Azhar mengaku sempat kaget dengan ritme kehidupan kampus yang menuntut kedisiplinan serta kemandirian tinggi, terutama saat harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran mandiri.

“Kurang lebih sesuai ekspektasi, tapi yang bikin kaget ternyata di kampus dituntut jauh lebih mandiri. Suasana PKKMB sejauh ini seru dan rasa kekeluargaannya sangat terasa. Kedepannya saya tertarik masuk tim mobil hemat energi. Harapannya, angkatan Abhyasa 57 ini bisa dikenal sebagai angkatan yang solid dan bertanggung jawab,” tutupnya. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023