
Diikuti Puluhan Kampus, ITN Malang Gelar Pelatihan Auditor AMI Batch ll Bersama Universitas Hayam Wuruk Perbanas
Peserta Pelatihan Calon Auditor AMI Berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Batch ll Tahun 2026 ITN Malang.
Malang, ITN.AC.ID – Audit Mutu Internal (AMI) bukan lagi sekadar formalitas, melainkan penentu arah kualitas sebuah kampus. Menyadari pentingnya hal ini, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali menggelar Pelatihan Calon Auditor AMI Berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Batch ll Tahun 2026. Digelar selama tiga hari secara daring pada Senin – Rabu (22-24/06/2026). Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari internal, tetapi didominasi oleh 30 peserta eksternal dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dibawah naungan LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, sementara 3 peserta lainnya merupakan perwakilan internal ITN Malang.
Wakil Rektor 1 ITN Malang, Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM., saat membuka Pelatihan Calon Auditor AMI Berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Batch ll Tahun 2026 secara daring.
Untuk membedah materi secara mendalam, ITN Malang menggandeng Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya sebagai mitra kolaborasi. Dua pakar penjaminan mutu, Prof. Dr. Tatik Suryani, Psi., MM., dan Prof. Dr. Luciana Spica Almilia, SE., M.Si., dihadirkan langsung sebagai narasumber untuk mengawal pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis para peserta.
Wakil Rektor 1 ITN Malang, Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM., saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Ia menekankan, kehadiran seluruh peserta dari berbagai daerah menunjukkan adanya frekuensi dan semangat yang sama demi mengawal mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca juga: Kejar Predikat Unggul, ITN Malang dan UHW Perbanas Gembleng 30 Calon Auditor Mutu Internal
“SPMI adalah jantung dari keberlanjutan perguruan tinggi. Mutu bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan proses perbaikan yang terus-menerus. Di sinilah peran krusial seorang auditor AMI diuji. Ingat, auditor itu bukan mencari kesalahan, melainkan mitra strategis bagi program studi atau unit kerja untuk memotret kondisi riil, menemukan ruang perbaikan, dan memastikan standar Dikti berjalan konsisten,” papar Jimmy di hadapan para peserta.
Senada dengan hal itu, Kepala SPM ITN Malang, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan, pelatihan kali ini menjadi sangat krusial bagi ITN Malang untuk melakukan regenerasi tim penjaminan mutu mereka.
Pemateri diberikan oleh Prof. Dr. Luciana Spica Almilia, SE., M.Si., pada Pelatihan Calon Auditor AMI Berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Batch ll Tahun 2026 ITN Malang secara daring.
“Peserta dari ITN yang ikut kali ini akan langsung memperkuat tim auditor kami dalam pelaksanaan audit mutu tahun ini, mengingat ada beberapa auditor senior kami yang sudah purna tugas. Setelah batch II ini, nanti akan menyusul batch III, di mana materinya akan kami perbarui secara menyeluruh menjadi pelaksanaan audit mutu internal berbasis risiko sesuai masukan dari para narasumber,” ungkap Maranatha.
Meski dilaksanakan secara online, ketegangan dan kedisiplinan dalam pelatihan ini rupanya tetap terasa bagi para peserta. Wawan Prasetyo, M.Pd., dari STKIP PGRI Trenggalek, mengapresiasi ketegasan panitia yang membuat suasana belajar tetap serius dan minim distraksi, walau ia memberi catatan agar kedepan kegiatan serupa bisa digelar secara luring agar interaksinya lebih terasa.
Manfaat praktis juga langsung dirasakan oleh Manuel Aristo Surbakti, S.Ak., M.S.Ak., dari Universitas Teknologi Surabaya. Menurutnya, materi teknik pemeriksaan dokumen dan penyusunan temuan audit yang diajarkan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di kampusnya.
Baca juga: ITN Malang Godok Strategi Masa Depan: Targetkan Jadi Kampus Teknologi Unggul Berbasis Green Tech
Hal serupa diakui oleh Mohammad Taufiq Shidqi, S.Pi., M.Si., dari Universitas Islam Madura yang merasa diskusi aktif selama tiga hari ini sangat membantu menyegarkan pemahamannya mengenai tahapan audit mutu untuk mendukung akreditasi kampus.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta yang kini telah lulus diharapkan siap diterjunkan sebagai garda terdepan penjaminan mutu yang solutif di institusinya masing-masing, membawa budaya tata kelola akademik yang jauh lebih unggul. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)



