Back

Gen Z SMAN 1 Kraksaan Curi Start Sukses Era Digital Bareng ITN Malang

Gen Z SMAN 1 Kraksaan curi start sukses era digital bersama ITN Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID — Lahir di era teknologi ternyata menghadirkan tantangan besar bagi Gen Z. Di balik kedekatan mereka dengan internet, bayang-bayang ketatnya persaingan kerja, dan ancaman pengangguran justru memicu kecemasan.

Merespons realita ini, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) hadir memberikan edukasi bertajuk “Personal Branding and Personal Finances” di Aula SMA Negeri 1 Kraksaan, Probolinggo, Selasa (09/06/2026) lalu. Sebanyak 200 siswa antusias membekali diri bersama dua pakar ITN Malang, yakni Ketua LP2MB ITN Malang,  Adhy Ariyanto, ST., MT., dan dosen Bisnis Digital S-1, Nur’ Adilla, SE., MM.

Ketua LP2MB ITN Malang,  Adhy Ariyanto, ST., MT., (paling kanan), dan Nur’ Adilla, SE., MM., (paling kiri) foto bersama paras siswa SMA Negeri 1 Kraksaan, Probolinggo. (Foto: Istimewa)

Sebagai kampus pencetak engineer dan technopreneur, ITN Malang membedah skill penting ini agar para siswa siap menghadapi transformasi industri global.

Melejitkan Potensi lewat Personal Branding

Adhy Ariyanto, ST., MT., membuka sesi pertama dengan memaparkan fakta bahwa 98% Gen Z adalah pengguna internet dan 76% mendambakan karier teknologi. Sayangnya, 62% merasa skill mereka belum siap.

Baca juga: Kemasan Pintar Berubah Warna Deteksi Makanan Busuk, Inovasi Siswa MA Sapu Bersih Juara LKTI QIR Teknik Kimia ITN Malang

“Tantangan kalian nyata, mulai dari pasar kerja yang ketat hingga digital overload,” ujar Adhi.

Padahal, masa depan menawarkan prospek cerah di bidang AI, IoT, cyber security, hingga data science. Untuk masuk ke sana, punya skill saja tidak cukup. Di sinilah pentingnya personal branding untuk membangun kredibilitas, membuka peluang baru, dan menjadi pembeda dari kompetitor.

Langkah praktisnya mudah, yakni dengan membuat portofolio digital profesional, memanfaatkan media sosial secara strategis, aktif di komunitas teknologi, dan terus kejar sertifikasi terkini.

Jadi Bos Atas Uangmu Sendiri dan Waspada Pinjol serta Investasi Bodong

Suasana makin seru saat Nur’ Adilla, SE., MM., membawakan materi “Financial Slay: Jadi Bos Atas Uangmu”. Adilla mengajak siswa memahami kebebasan finansial, yaitu kondisi saat passive income sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga: Borong Juara di ECIVE ITN Malang 2026: Pembuktian Ketangguhan Siswa SMK Sore Tulungagung dan SMAN 1 Pamekasan

“Kemandirian finansial itu mutlak, biar kalian keluar dari siklus pusing mikirin uang saku,” tegasnya.

Hal ini wajib dipikirkan sejak SMA karena tantangan ekonomi masa depan makin dinamis. Beruntung, akses investasi online dan peluang menjadi konten kreator kini terbuka lebar. Semakin awal memulai, hasil jangka panjangnya akan semakin dahsyat.

Di tengah tren keuangan digital, Adilla mengingatkan siswa untuk waspada terhadap pinjol ilegal dan investasi bodong. Ia menganalogikan pinjol sebagai “lintah darat digital” penjerat mental, sedangkan investasi bodong kerap berkedok flexing palsu berskema Ponzi.

Guna menghindarinya, siswa dibekali tips Threat Scanner:

Red Flags (Bodong): Janji untung instan, fokus rekrut member, tidak terdaftar OJK, dan pamer kemewahan tak wajar.

Green Flags (Aman): Keuntungan realistis, aset dasar (underlying asset) jelas seperti saham atau reksadana, serta fokus pada edukasi.

Simulasi Seru: FOMO vs Slay

Keseruan memuncak saat siswa ditantang bermain simulasi mengambil keputusan keuangan demi menyelamatkan health points dompet mereka.

Ketua LP2MB ITN Malang,  Adhy Ariyanto, ST., MT., saat memberi materi di SMA Negeri 1 Kraksaan, Probolinggo. (Foto: Istimewa)

Pada level godaan diskon tanggal kembar, siswa diuji memilih dua jalur. Jalur FOMO (memaksa pakai pay later demi pamer di sekolah yang berujung beban mental saat tagihan datang) atau jalur Slay (memilih skip promo karena sadar tren selalu berubah, sehingga dompet aman dan sisa uang bisa diinvestasikan).

Sebagai penutup, Adilla memberikan pesan pamungkas yang mendalam. “Uang itu alat, bukan tujuan. Mengelola uang bukan membatasi kesenangan sekarang, tapi sedang membeli kemerdekaan masa depan.” (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023