
MA Assa’adah dan SMA Plus Assa’adah Serang Perdalam Wawasan Teknologi di Kampus 2 ITN Malang
MA Assa’adah (MAS), dan SMA Plus Assa’adah, Serang, Banten kunjungan kampus ke ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menerima kunjungan studi dari MA Assa’adah (MAS), dan SMA Plus Assa’adah, Serang, Banten, pada Rabu (21/01/2026). Sebanyak 115 siswa kelas 11, dan 10 guru pendamping di bawah naungan Pondok Pesantren Modern Assa’adah hadir untuk melihat langsung dunia perkuliahan, termasuk perkembangan teknologi dan inovasi di bidang teknik.
Rombongan disambut oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Eng. I Komang Somawirata, ST., MT, di Ruang Amphi Elektro Lantai 2. Dalam sambutannya, Komang menjelaskan keunggulan ITN Malang dalam pengembangan green technology, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kampus terbesar di Pulau Jawa.
Sementara, Pimpinan Yayasan Ponpes Modern Assa’adah, KH. Mujiburrahman, M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan ini sangat penting bagi siswa untuk mendapatkan informasi pendidikan tinggi secara langsung, mengingat adanya keterbatasan penggunaan gawai di lingkungan pondok.
Baca Juga : Olahan Limbah & Biodiesel dari Jelantah! Siswa SMAN 4 Kota Malang ‘Bedah’ Rahasia Dapur Kimia di ITN Malang
Pada kesempatan tersebut, tim PMB ITN Malang, memberikan pengarahan strategis mengenai pemilihan program studi. Menekankan pentingnya bagi siswa untuk memilih jurusan yang memiliki prospek besar pada 5 hingga 10 tahun ke depan.
Selain itu, tim PMB juga mengajak siswa melakukan tes minat bakat untuk melihat potensi diri. Sebagai contoh, hasil tes siswa Arif menunjukkan bahwa ia memiliki kecenderungan kuat di bidang artistik dan kewirausahaan. Sementara siswa lainnya menunjukkan potensi “pencari cuan sejati” yang cocok di bidang manajerial dan pengambilan keputusan berbasis data.

Para siswa MA Assa’adah (MAS), dan SMA Plus Assa’adah, Serang, Banten foto bersama dengan PLTSa milik Teknik Elektro ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Siswa lainnya Deviano merasa terbantu setelah hasil tesnya menunjukkan kecocokan pada bidang realistik dan investigatif. “Saya menyukai kegiatan fisik dan analisis, ternyata hasilnya menyarankan untuk kuliah ke Teknik Elektro atau Teknik Mesin. Cocok sekali dengan cita-cita saya bekerja di PT KAI,” ujarnya.
Jihan Jamila juga merasa terbantu karena tes tersebut memetakan kemampuannya yang multitasking di bidang sosial dan artistik, yang sangat relevan dengan minatnya pada Prodi Bisnis Digital.
Antusiasme siswa berlanjut saat mereka mengunjungi berbagai laboratorium di Teknik Elektro. Annisa Najmi Allamin, siswi jurusan IPS mengaku terkesan dengan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Teknik Elektro.
Baca Juga : Wujud Energi Bersih, ITN Malang Siap Pasang PLTS di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru
“Awalnya saya kira kampus ini sepi, ternyata laboratoriumnya sangat banyak dan mind blowing. Saya tidak menyangka sampah bisa diolah menjadi tenaga listrik sekeren itu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Jihan Jamila juga memanfaatkan momen kunjungan untuk berdiskusi dengan Duta Kampus ITN Malang, yang sekaligus mahasiswa Bisnis Digital mengenai kurikulum dan peluang beasiswa. “Penjelasan dari kakak-kakak sangat jelas dan memotivasi. Mereka menyarankan agar tidak minder, selalu aktif bertanya dan mandiri saat kuliah nanti,” tuturnya.



