Back

Kolaborasi Lintas Kampus: Mahasiswa Kelautan UB Belajar Langsung Pemetaan dan Survei Pesisir di ITN Malang

Dosen Teknik Geodesi ITN Malang Krishna Himawan Subiyanto, ST., M.Sc., memberikan pembekalan konsep dasar pemetaan kepada puluhan mahasiswa Ilmu Kelautan UB. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, itn.ac.id – Ada pemandangan berbeda di area Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB) tampak asyik mencoba langsung berbagai alat ukur pemetaan di area terbuka depan Gedung Teknik Geodesi, Jumat (23/10/2026).

Selama ini, saat menempuh mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) Kelautan, para mahasiswa UB lebih banyak berkutat di depan layar komputer. Namun pada kegiatan praktik lapangan kali ini, mereka berkesempatan memegang dan mencoba langsung beberapa instrumen survei geodesi, mulai dari Total Station, GPS Geodetik (GNSS), hingga drone untuk pemetaan udara.

Langkah kolaborasi ini berawal dari kebutuhan mahasiswa UB yang memerlukan alat dan pendampingan teknis dalam mempelajari pemetaan wilayah pesisir. Karena ITN Malang memiliki fasilitas laboratorium dan tenaga ahli di bidang geodesi, kedua institusi ini pun berkolaborasi mengadakan praktik langsung di lapangan.

Baca Juga : Perjalanan Inspiratif Sungsang Bagus Nugroho: Dari Pekerja Lapangan dan Tour Guide Bromo hingga Jadi Lulusan Terbaik Teknik Geodesi ITN Malang

Agar proses belajar berjalan kondusif, sebanyak 84 mahasiswa dibagi ke dalam dua sesi. Pembekalan dimulai dari penyampaian konsep dasar pemetaan secara umum, lalu dilanjutkan dengan praktik pengenalan alat di lapangan yang didampingi langsung oleh Krishna Himawan Subiyanto, ST., M.Sc., dosen Teknik Geodesi, serta tim dari Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG) ITN Malang.

“Kemarin ada mahasiswa Kelautan UB yang sedang praktikum GIS. Karena di sana belum ada alat dan tenaga ahli yang mendampingi untuk teknis pemetaan, Pak Esa selaku dosen pengampu mengarahkan mereka untuk belajar pemetaan pesisir ke ITN Malang menggunakan peralatan geodesi. Pembelajaran ini nantinya akan berfokus pada penggunaan alat pemetaan seperti Total Station, GNSS geodetic dan drone. Penjelasannya kami kemas secara praktis agar tidak terlalu teknis dan rumit, sehingga anak-anak bisa lebih mudah memahaminya.” ujar Krishna yang juga Kepala Laboratorium Fotogrametri Teknik Geodesi ITN Malang.

Mahasiswa Ilmu Kelautan UB menyimak penjelasan teknis mengenai penggunaan drone pemetaan dari Krishna Himawan Subiyanto, ST., M.Sc., dosen Teknik Geodesi ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Ia menambahkan, pemetaan wilayah pesisir tidak bisa dilakukan sembarangan. “Pemetaan itu tidak semudah hanya menerbangkan drone, lalu diolah dan keluar gambar. Tapi harus ada proses-proses yang membuat peta itu mempunyai standar baku, minimal memenuhi standarnya BIG (Badan Informasi Geospasial). Harapannya anak-anak UB ini mengerti konsepnya, dan ke depan Geodesi ITN bisa jadi tempat belajar untuk kampus-kampus sekitar dalam hal pemetaan agar anak-anak muda siap bersaing secara sehat di dunia kerja” jelasnya.

Hubungan baik antara kedua pengajar ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, salah satunya melalui rencana riset bersama di bidang hidrografi dan wilayah pesisir.

Baca Juga : Intip Tantangan Survei Batimetri di Lapangan, Geodesi ITN Malang Pertajam Wawasan Mahasiswa Siap Kerja

Sementara itu, Dosen Ilmu Kelautan UB, Esa Fajar Hidayat, S.Kel., M.Si., menyampaikan alasan di balik keputusannya memboyong para mahasiswa untuk belajar langsung di ITN Malang.

“Bidang Ilmu Sistem Informasi Geografis Kelautan ini memang dipelajari secara mendalam di Teknik Geodesi. Nah, di wilayah Malang, kampus yang punya Program Studi Teknik Geodesi hanya ITN Malang. Jadi kami pertemukan kebutuhan akademik mahasiswa dengan pakarnya di sini. Selama ini praktikum mata kuliah ini memang based on desktop atau olah data komputer saja,” kata Esa.

Mahasiswa Ilmu Kelautan UB didampingi Esa Fajar Hidayat, S.Kel., M.Si., (bertopi) antusias mencoba langsung pengoperasian alat ukur Total Station di area terbuka Teknik Geodesi ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Ia berharap interaksi antar-mahasiswa dan dosen ini dapat terus dibina. Selain memberikan wawasan baru bagi mahasiswa kelautan, kerja sama lintas kampus seperti ini juga turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta praktik lapangan, salah satunya Kevan Aulia Sidik Pasaribu, mahasiswa Ilmu Kelautan UB angkatan 2024. Ia mengaku mendapat pengalaman berharga sewaktu mencoba mengoperasikan alat ukur di lapangan.

“Pas dilihat awal-awal itu kelihatan mudah, tapi pas dicoba ternyata lumayan rumit. Kami harus nyocokin titik tengahnya karena alatnya sangat peka. Goyang sedikit saja, atau misal ada orang jalan di sekitar alat, itu bisa mempengaruhi hasilnya. Tapi seneng banget bisa melihat dan mencoba langsung alat-alat baru yang belum pernah kami pegang sebelumnya,” tutur Kevan. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023