Back

Lompatan Digital ITN Malang: Manfaatkan Claude AI, Targetkan 100 Persen Dosen Tuntas RPS OBE dan Materi Ajar

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., (kemeja hitam) foto bersama pemateri dan peserta workshop penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE) memanfaatkan Claude AI. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kian menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Melalui Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI), kampus teknologi terkemuka ini menggelar workshop penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) memanfaatkan alat bantu Claude AI. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Amphi Mesin Kampus 2 ITN Malang pada Jumat (28/08/2026).

Langkah responsif ini diambil guna menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang kian dinamis, sekaligus mempermudah para dosen dalam menyusun perangkat pembelajaran modern secara efektif dan efisien.

Dalam sambutannya, Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menekankan pentingnya kesiapan materi ajar bagi mahasiswa sejak awal semester. Mulai periode Beban Kerja Dosen (BKD) 2026/2027 mendatang, rektorat akan mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan penyertaan tautan RPS berbasis OBE beserta perangkat pembelajaran lengkap untuk 14 kali pertemuan di platform SPADA ITN Malang.

Baca Juga : ITN Malang Godok Strategi Masa Depan: Targetkan Jadi Kampus Teknologi Unggul Berbasis Green Tech

Kepatuhan terhadap aturan ini menjadi syarat wajib validasi BKD oleh asesor guna memenuhi syarat pencairan tunjangan sertifikasi dosen. Rektor menambahkan bahwa keberadaan instrumen AI sangat membantu mengatasi kompleksitas penyusunan kurikulum, dan Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) akan terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan.

Wakil Rektor 1 ITN Malang sekaligus pemateri kegiatan, Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM., menjelaskan pemanfaatan AI dalam proses penyusunan RPS. (Foto: Humas ITN Malang)

Sementara itu, Wakil Rektor 1 ITN Malang sekaligus pemateri kegiatan, Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM., menjelaskan, pemanfaatan AI dirancang untuk menyederhanakan proses penyusunan RPS OBE yang terkenal sangat rigid dan kompleks, tanpa mengurangi kualitas dan standar akademis.

“Latar belakang workshop ini adalah kendala para dosen menghadapi format pembuatan RPS OBE yang begitu rigid dan kompleks. Harapannya, target 100 persen dosen membuat RPS bisa tercapai dengan penuh semangat,” ujar Jimmy.

Baca Juga : ITN Malang Tingkatkan Kapasitas Dosen dengan ToT Portofolio Mata Kuliah

Jimmy memaparkan bahwa alur penyusunan tetap berakar pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi yang dibebankan pada mata kuliah serta buku referensi utama. Bahan-bahan tersebut kemudian diproses menggunakan rangkaian 16 prompt berseri pada Claude AI. Dalam proses ini, dosen diwajibkan membaca, mengevaluasi, dan memberikan konfirmasi pada setiap tahapan untuk memastikan kesesuaian substansi. Setelah seluruh tahapan tuntas, luaran teks diolah secara otomatis menggunakan script Python sehingga menghasilkan dokumen RPS berformat Microsoft Word (.docx) yang presisi sesuai template resmi ITN Malang.

Kegiatan yang digagas bersama Silvester Sari Sai, ST., MT., ini menjadi titik awal pengembangan kompetensi digital dosen ITN Malang. Ke depan, LP2AI siap menggelar seri workshop lanjutan untuk mendampingi dosen mentransformasi bahan ajar menjadi slide presentasi, buku ajar, video pembelajaran, hingga pengayaan modul interaktif di SPADA ITN Malang berbasis AI. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023