Launching Desain Eduwisata Ekologi dan Produk POC, Kedaireka di Sumberejo diharapkan Terus Berlanjut

Penyerahan produk POC kepada Ketua Bumdes Barokah. Kika: Dekan FTI ITN Malang, Dr Ellysa Nursanti, ST., MT., Ketua Kedaireka ITN Malang, Dr. Nanik Astuti Rahman, ST., MT., mahasiswa ITN Malang, Ketua Bumdes Barokah Nurul Akbar, dan Drs Rianto, Kepala Desa Sumberejo, Kota Batu, pada Sabtu, (22/01/22). (Foto: Mita/humas) 


Malang, ITN.AC.ID – Program Matching Fund Kedaireka Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tahun 2021 di Desa Sumberejo, Kota Batu resmi berakhir. Pelaporan dan luaran sudah selesai di bulan Desember 2021. Sedangkan laporan akhir berupa rancangan desain dan produk POC di launching dan diserahkan langsung kepada Bumdes Barokah, Desa Sumberejo, Kota Batu, pada Sabtu, (22/01/22).

“Program ini terbukti membawa kontribusi dan manfaat kepada masyarakat dan juga mahasiswa. Dengan kolaborasi yang baik membawa nilai lebih kepada kerjasama tersebut. Dalam sesi ini Kedaireka menyumbangkan konsep pembuatan eduwisata dan pembuatan pupuk organik cair (POC), dengan memanfaatkan limbah pertanian. Sehingga bisa bermanfaat secara ekonomis bagi banyak orang, dan tentunya untuk keberlanjutan lingkungan juga,” ujar Dekan FTI ITN Malang, Dr Ellysa Nursanti, ST., MT., yang datang bersama Wakil Dekan III FTI, Drs. Sumanto, M.Si; Kaprodi Arsitektur S-1, Ir. Suryo Tri Harjanto, MT; dan Kaprodi Teknik Kimia S-1, Mohammad Istnaeny Hudha, ST., MT.

Sementara Ketua Kedaireka ITN Malang, Dr. Nanik Astuti Rahman, ST., MT., mengatakan, launching laporan akhir menjadi penanda berakhirnya kegiatan Program Matching Fund Kedaireka ITN Malang tahun 2021. Ada dua produk yang diberikan langsung kepada Bumdes Barokah sebagai mitra, yakni desain eduwisata ekologi, dan produk POC.

Baca juga : Semakin Matang, Road Map Kedaireka Empat Tahun Kedepan Siap Dijalankan

“Yang kami berikan dalam bentuk desain (eduwisata), dan produk POC. Tahun pertama merupakan tahun dari pembuatan rancangan desain, yang akan kami realisasikan di tahun berikutnya. Untuk pembuatan POC sudah berhasil kami lakukan. Kami sudah mendapatkan formulanya, selanjutnya akan dilanjut untuk produksi massal,” terang Nanik.

Dengan begitu, meski Program Matching Fund Kedaireka 2021 telah usai, namun untuk kegiatan pendampingan tetap berjalan. Kedepannya dosen dan mahasiswa ITN Malang akan mendampingi warga untuk memproduksi POC hingga menjadi barang yang siap digunakan dan dijual.

Tim Kedaireka mahasiswa Arsitektur mempresentasikan desain Eduwisata Ekologi Desa Sumberejo, Batu. (Foto: Mita/humas)

Pasalnya menurut Nanik, permasalahan krusial di Desa Sumberejo adanya limbah sampah pertanian. Permasalahan ini harus dituntaskan dengan memanfaatkan limbah untuk pembuatan POC. Untuk itu, dosen dan mahasiswa ITN Malang akan mendampingi mulai dari pembuatan POC secara massal, membantu perhitungan laba rugi, sampai pemasaran produk baik offline maupun online.

Nanik berharap, dari kegiatan Kedaireka ada keberlanjutan program. Sehingga apa yang didesain oleh tim Kedaireka bisa terealisasi di tahun-tahun berikutnya. “Alhamdulilah, program yang tertuang di proposal awal sudah bisa terlaksana. Semua berjalan sesuai dengan target. Bahkan kami rasa capaian ini melampaui target. Baik itu dalam segi luaran, maupun dari segi keberhasilan program. Kami punya milestone sampai tahun 2025 untuk menyajikan Desa Sumberejo menjadi desa eduwisata ekologi dan menjadi desa mandiri energi,” pungkas Nanik.

Penyerahan hasil kegiatan Kedaireka diapresiasi oleh Drs Rianto, Kepala Desa Sumberejo. Mewakili pemerintah desa Rianto berterimakasih ITN Malang telah mempercayakan Bumdes Barokah sebagai mitra. Apalagi programnya sesuai dengan yang saat ini dibutuhkan oleh warga Desa Sumberejo, yakni pengolahan limbah pertanian.

Baca juga : ITN Malang dan UNTAG Surabaya Mantapkan Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan MoA

Dimana salah satu potensi dari masyarakat Desa Sumberejo yang umumnya petani adalah kebutuhan terhadap pupuk organik. Sementara, kendala mereka kurang mampu untuk mengolah atau membuat pupuk organik. Diharapkan dengan kehadiran ITN Malang bisa membantu petani dalam mengolah limbah sayur menjadi pupuk organik demi keselamatan lingkungan, dan tanah.

“Kami sangat berharap ini menjadi awal pertemuan. Selanjutnya kerjasama dapat ditingkatkan dan berkelanjutan dalam bidang apapun demi kemajuan warga desa. Kami berterima kasih atas kepercayaan ITN Malang kepada Bumdes Barokah,” ujarnya. (me/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print