Himakpa  ITN Malang Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Himakpa ITN Malang ‘Open Donasi Erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang’. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Himpunan Mahasiswa Teknik Pencinta Alam (Himakpa), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Desember 2021 silam. Kegiatan Himakpa yang terkait erat dengan alam membuat mereka responsif dalam membantu korban bencana alam.  

Bantuan yang dihimpun lewat “Open Donasi Erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang” ini terkumpul sekitar 7 juta rupiah. Bantuan yang diserahkan berupa popok dewasa 30 pack, popok bayi 130 pack, pembalut wanita 14 pack, minyak kayu putih, sabun, sikat dan pasta gigi, deterjen bubuk, sampo, kasur lipat 24 pcs, dan 1 buah Pu Water Tank.

Sebelum menyalurkan bantuan Himakpa melakukan asesmen (assessment) kebutuhan warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru di posko Desa Supiturang. Ternyata, bantuan yang sangat dibutuhkan dan belum terpenuhi yakni pampers untuk bayi dan lansia.

“Bantuan tidak hanya kami dapat dari perseorangan, seperti masyarakat umum, dan alumni ITN Malang. Tapi, kami juga mendapat amanat menyalurkan bantuan dari beberapa organisasi. Salah satunya dari pencinta alam Paresmapa SMA Negeri 1 Pati, Jawa Tengah, dan Crafters Care Community Indonesia,” jelas Ketua Umum HIMAKPA ITN Malang, Mohammad Ilham Bobby Nasution saat ditemui di kampus 1 akhir bulan Januari yang lalu.

Baca juga : Aksi Nyata, Himakpa ITN Malang Sigap jadi Relawan Pasca Banjir Bandang Kota Batu

Bencana alam erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 silam menimbulkan dampak yang cukup besar bagi warga. Banyak warga kehilangan harta benda, bahkan meninggal dunia. Untuk itu, selain memberikan bantuan berupa barang, Himakpa juga menurunkan relawan. Sebanyak tujuh orang anggota Himakpa diterjunkan langsung ke Desa Pronojiwo.

HIMAKPA bergabung dengan relawan Mapala se-Malang Raya, terdapat juga anggota TNI, Polri, BNPB, dan Basarnas. Mereka melakukan penyusuran tempat  dan membersihkan sisa-sisa material rumah warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

Himakpa ITN Malang menyerahkan bantuan dari donatur ke posko relawan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. (Foto: Istimewa)

“Jadi, sebelum mengirim bantuan barang kami sudah mengirimkan relawan terlebih dahulu. Mereka menginap tiga malam di Pronojiwo. Ada yang membantu di dapur umum untuk konsumsi korban, ada yang ikut evakuasi, dan ada yang membantu dalam mendistribusikan logistik. Disaat relawan Himakpa ada yang di Pronojiwo, maka teman-teman lainnya yang di Malang melakukan open donasi,” lanjut mahasiswa Teknik Sipil S-1 ini.

Dibenarkan oleh Ardany Malikal Fauzan salah satu anggota Himakpa, sebelum mengirimkan relawan dan bantuan barang, mereka terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap warga setelah erupsi Gunung Semeru. Bahkan, Ardany yang terjun langsung dan bertugas melakukan asesmen, mencari data-data sekaligus kebutuhan korban.

“Saat asesmen saya ikut bergabung di posko pencinta alam Malang Raya. Besoknya dibagi tim SRU (Search and Rescue Unit/ Unit Pencarian dan Penyelamatan). Tugas saya membantu mencari data digital posko, ada berapa kepala keluarga, dan kebutuhan paling mendesak apa saja,” jelas Ardany.

Baca juga : Bincang Kemerdekaan Ashadi Aboe Alumnus Himakpa: Kalau Masih ada Sampah di Gunung, Berarti Mental Kampungan

Ternyata Ardany mendapati beberapa posko yang sudah overload bantuan logistik. Untuk itu, relawan dari pencinta alam survey kembali hingga pelosok desa yang sulit akan akses evakuasi. Kekurangan tenaga relawan tidak mematahkan semangat para relawan. Dua hari asesmen tim dibagi lagi, ada tim asesmen evakuasi, dan tim  pendistribusian air.

“Nah, hasil asesmen saya laporkan ke Himakpa. Untuk menentukan kapan relawan diturunkan, dan bantuan apa saja yang dibutuhkan. Kalau kami lihat Dusun Curah Kobokan, Supiturang paling parah. Hampir semua rumah warga hancur,” imbuh mahasiswa Teknik Sipil S-1 ini. Mereka mewakili Himakpa berharap warga Desa Supiturang segera pulih baik trauma maupun hunian. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print