Lirik Potensi Desa Kemantren, ITN Malang Siap Terjunkan KKN Tematik

Dekan FTSP ITN Malang Dr. Ir. Hery Setyobudiarso, M.Sc., (tengah batik putih) berdampingan dengan Kepala Desa Kemantren, Mulyono, (batik merah) di Balai Desa Kemantren, Jabung, Malang, foto bersama rombongan  ITN Malang dan perangkat Desa Kemantren. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Pengembangan potensi Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang akan menjadi bagian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Kerjasama penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi untuk menunjang implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang Dr. Ir. Hery Setyobudiarso, M.Sc., dan Kepala Desa Kemantren, Mulyono, di Balai Desa Kemantren, Jabung, Malang, akhir Maret lalu.

Dr. Ir. Hery Setyobudiarso, M.Sc., mengungkapkan, ada banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan di Desa Kemantren. Baik perbaikan dan pengembangan fasilitas fisik yang sudah ada, maupun pengembangan non fisik khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Apalagi Desa Kemantren juga memiliki potensi pasar karena menjadi salah satu jalur wisatawan menuju Gunung Bromo.

Potensi awal yang sudah terpetakan adalah adanya pasar, tempat pengolahan sampah terpadu, area bermain anak, belum adanya rest area, serta pembinaan UMKM. Kerjasama inipun tidak menutup kemungkinan akan melibatkan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang, khususnya dalam hal pembinaan UMKM. Mengingat Desa Kemantren merupakan salah satu desa penghasil susu sapi.

Baca juga : Mahasiswa Teknik Lingkungan Aplikasi Manajemen Sampah di Kabupaten Malang

“Tipe yang sesuai untuk ini (pengabdian masyarakat) adalah KKNT. Semua bisa tergarap oleh masing-masing mahasiswa (sesuai prodi). Mengenai perencanaan pengolahan sampah bisa dengan teknik lingkungan, perencanaan desain dan konstruksi pasar oleh arsitek dan teknik sipil, UMKM bisa juga ditangani oleh mahasiswa dari FTI, dalam mengolah dan memasarkan hasil UMKM,” kata Hery ketika ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.

Rombongan FTSP ITN Malang meninjau lokasi tempat pengolahan sampah di Desa Kemantren, Jabung, Malang. (Foto: Istimewa)

Dijelaskan Hery, taman bermain di Desa Kemantren sudah terbangun, namun pemanfaatannya masih sebatas oleh warga sekitar. Padahal, area tersebut memungkinkan menjadi tempat wisata. Kemudian pasar desa yang rencananya diperbaiki/dikembangkan. Karena kondisi pandemi, maka urung diperbaiki padahal dana juga sudah tersedia.

“Nah, dibuatlah nanti pasar modern sesuai kearifan lokal. Mengembangkan desa dengan dana yang ada, sehingga menjadi pemicu untuk kemandirian desa. Desa Kemantren juga dilalui wisatawan ke arah Bromo, maka kita bisa membuat rest area di sana,” imbuh dosen Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang ini.

Baca juga : Kerjasama dengan Desa Baturetno, ITN Malang Kirim Mahasiswa KKN Tematik 

Sementara untuk UMKM potensi yang bisa dikembangkan adalah pengolahan susu sapi menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Karena, selama ini yang dihasilkan dari pengolahan susu sapi masih sebatas beberapa produk saja, seperti yogurt dan itupun belum luas pemasarannya. Pihak Desa Kemantren sadar akan potensi desanya. Maka, perlu dukungan program untuk meningkatkan perekonomian warganya.

“Harapan kami KKNT menjadi pembelajaran terbaik untuk mahasiswa dalam mengawal menuju kemandirian desa lewat penguatan potensi desa. Nanti mahasiswa bisa tinggal di sana. Kalaupun mau ke kampus atau pulang ke Kota Malang juga masih dekat. Dengan KKNT semua prodi bisa mengatur, dan mengerjakan program sesuai porsinya,” tandas Hery berharap Desa Kemantren menjadi desa digital yang tertata secara sistem. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print