
Gandeng MGMP Kabupaten Malang, ITN Malang Siap Dorong Guru dan Siswa SMK Makin Pede Berbahasa Inggris
Rektor ITN Malang dan Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang menunjukkan naskah MoU sebagai tanda resminya kolaborasi. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang. ITN.AC.ID – Masalah utama pelajar Indonesia saat belajar bahasa asing kerap bukan pada kemampuan teknis, melainkan rasa percaya diri. Keberanian untuk bicara tanpa takut salah menjadi tantangan terbesar yang masih sering dijumpai di kelas.
Melihat kondisi tersebut, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang. Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) berlangsung di Aula Kampus 1 ITN Malang, pada Sabtu (15/08/2026), disaksikan langsung oleh Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang.
Langkah kolaborasi ini diselenggarakan bersamaan dengan Workshop Peningkatan Kompetensi bertajuk “Menyusun Materi Pembelajaran Bahasa Inggris SMK Satu Tahun Ajaran” yang difasilitasi oleh Lembaga Penerimaan dan Promosi Mahasiswa Baru (LP2MB) ITN Malang. Sekitar 100 guru Bahasa Inggris SMK se-Kabupaten Malang hadir memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan standar pengajaran vokasi.
Baca Juga : Mudahkan Administrasi Guru BK, ITN Malang Kenalkan Strategi Susun RPL Berbasis AI dalam 3 Menit
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun mentalitas berani bersuara bagi para siswa vokasi agar mampu bersaing secara global.
“Siswa-siswi kita sebenarnya pintar dan tidak kalah dengan negara lain. Pengalaman saya empat tahun di Australia menunjukkan pronunciation anak-anak kita bahkan lebih bagus dibanding negara tetangga. Tapi kelemahan kita adalah kurang berani berbicara karena budaya kita masih sering menertawakan kalau ada yang salah (saat berbicara dengan Bahasa Inggris),” ujarnya.
Rektor ITN Malang, jajaran pimpinan, dan anggota MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang berfoto bersama usai prosesi penandatanganan MoU di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Rektor menambahkan, tantangan lain yang dihadapi siswa SMK ada pada kemampuan academic writing, dan berpikir kritis (critical thinking), bukan sekadar masalah tata bahasa (grammar). Melalui kerja sama ini, ITN Malang sebagai kampus berdampak berkomitmen membuka ruang pendampingan, mulai dari penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga penguatan Bahasa Inggris Terapan (English for Specific Purposes/ESP).
“Kami ingin kolaborasi ini membawa manfaat nyata. Lewat LP2MB, kita bisa bertumbuh bersama agar anak-anak SMK di Kabupaten Malang makin percaya diri menyampaikan gagasannya dalam bahasa Inggris,” tambahnya.
Baca Juga : Kolaborasi Ekosistem ITN Malang dan MGBK SMK Kabupaten Malang: Menuju Sinergi Pendidikan yang Berkelanjutan
Sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi ini disambut apresiasi positif dari pihak sekolah. Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang, Edy Sudarmawan, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan ITN Malang.
“Ini bentuk nyata kemitraan perguruan tinggi dengan vokasi. Kami sangat mengapresiasi ITN Malang yang sudah memfasilitasi tempat dan pelayanan luar biasa untuk kegiatan ini,” ungkapnya.
Edy menjelaskan, agenda workshop dirancang fokus pada perbaikan metode pengajaran, seperti diseminasi TKA untuk mengasah kemampuan reading, pemanfaatan teknologi AI secara bijak dalam membuat Rencana Tatap Muka (RTM), serta penyelarasan materi pembelajaran SMK untuk kelas 10 hingga 12.
“Apa yang disampaikan Pak Rektor sangat tepat. Selama ini porsi tes terlalu banyak di reading, padahal fokus utama siswa SMK seharusnya di kemampuan bicara dan menulis. Melalui tiga agenda utama workshop ini, kami berharap para guru membawa pulang bekal konkret untuk diterapkan kepada anak didik,” tutup Edy. (Mita/Humas ITN Malang)



