“Belajar SIBI” Mudahkan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus

Mutiara Sholawati lulusan terbaik Teknik Informatika S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang, pada wisuda ke-67 periode I tahun 2022. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Anak-anak berkebutuhan khusus sekarang akan lebih giat belajar. Pasalnya cara belajar sudah tidak lagi manual. Mereka bisa belajar lewat “Belajar SIBI” (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Aplikasi berbasis website ini mempermudah anak-anak tunarungu dalam belajar bahasa isyarat.

Diciptakan oleh Mutiara Sholawati, website “Belajar SIBI” bertujuan mempermudah proses pembelajaran bahasa isyarat di SDLB Purworejo III Pasuruan. Mutiara merupakan wisudawan terbaik Teknik Informatika S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

“Awalnya cara belajar mereka (SDLB) masih menggunakan cara manual melalui buku panduan, maupun peragaan langsung oleh guru. Belajar SIBI berbasis website ini sementara hanya dikhususkan untuk kelas satu, dua, dan tiga,” ujar Mutiara. 

Sebenarnya, di Indonesia terdapat dua metode bahasa isyarat yang digunakan. Selain SIBI, juga ada Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). SIBI merupakan sistem isyarat yang digunakan dalam pengajaran di Sekolah Luar Biasa Tunarungu (SLB/B). Sementara BISINDO merupakan bahasa isyarat yang muncul secara alami untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari (bahasa ibu). Dalam aplikasinya juga berbeda. SIBI hanya menggunakan satu tangan dalam mengisyaratkan abjad, sedangkan BISINDO menggunakan/menggerakkan dua tangan untuk mengisyaratkan abjad. 

Cara “Belajar SIBI” ini menggunakan teknologi deep learning, yaitu kecerdasan buatan yang dapat meniru proses kerja otak manusia. Dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN).

Baca juga : Koordinasi Awal Semester, FTI Kenalkan Kaprodi Baru dan Ingatkan We Are One FTI Care Center

Untuk memperlancar pembelajaran Mutiara membuat dua website. Yaitu website “Belajar SIBI” untuk guru, dan website ”Belajar SIBI” untuk murid. Pada website untuk guru terdapat dua menu, yaitu menu dashboard, dan menu data citra SIBI. Pada menu dashboard terdapat informasi jumlah data citra peragaan SIBI yang akan digunakan dalam proses training. Selain itu terdapat tombol training yang digunakan untuk membuat model klasifikasi, sehingga ketika murid melakukan peragaan, sistem dapat mengenali abjad SIBI dari peragaan tersebut. 

Pada menu data citra SIBI terdapat informasi jumlah citra pada tiap kelas abjad. Guru dapat menambahkan data citra dengan cara memilih kelas abjad, memilih file (dengan format jpg), dan menekan tombol tambah.

 Mutiara Sholawati mempraktekkan bahasa isyarat lewat “Belajar SIBI” (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). (Foto: Tangkapan layar website “Belajar SIBI”)

Sementara pada website “Belajar SIBI” untuk murid terdapat beberapa menu. Diantaranya, menu beranda yang berisi informasi singkat mengenai website. Menu abjad SIBI, yang berisi ilustrasi peragaan bahasa isyarat abjad A sampai Z. Menu pembelajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran bahasa isyarat. 

“Saat menu pembelajaran diakses, website akan mengaktifkan webcam, dan murid akan melakukan peragaan bahasa isyarat. Website akan menampilkan keterangan abjad hasil peragaan oleh murid,” imbuh putri pasangan Sukatim, dan Nur Hariyani ini.

Kemudian terdapat menu kuis yang digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran bahasa isyarat. Kuis terdiri dari abjad A sampai H. Murid akan memilih kuis abjad, kemudian menekan tombol “Mulai Kuis”. Murid akan melakukan peragaan sesuai instruksi soal. Ketika hasil peragaan sesuai, maka website akan menampilkan informasi “Selamat anda benar”. Dan, jika salah website akan menampilkan “Semangat”. Menu yang terakhir adalah menu Info yang berisi informasi mengenai mitra studi kasus pada penelitian ini.

“Sebelumnya sudah ada aplikasi tapi sistemnya tidak real time. Kalau “Belajar SIBI ini real time. Jadi, awalnya sempat terkendala juga untuk develop sistem real time-nya,” ungkap Mutiara yang lulus wisuda dengan IPK 3,87.

Baca juga : Lirik Potensi Desa Kemantren, ITN Malang Siap Terjunkan KKN Tematik

Dijelaskan Mutiara, proses pengolahan (ekstraksi) pada data gambar digital yang semula berbentuk gambar diubah menjadi nilai (angka). Angka ini akan digunakan sebagai parameter dalam proses klasifikasi, terlebih mengingat metode yang digunakan yaitu Convolutional Neural Network termasuk deep learning, sehingga dibutuhkan banyak sekali neural network (jaringan syaraf) dalam proses ekstraksi.

“Perbedaan dari penelitian sebelumnya aplikasi yang saya buat sudah berhasil mengenali peragaan bahasa isyarat abjad SIBI secara real time berdasarkan peragaan oleh murid dan guru. Selain itu, aplikasi berupa website dalam pembuatannya menggunakan bahasa pemrograman python. Sedangkan pada penelitian sebelumnya masih sebatas menginputkan gambar, lalu menampilkan hasil label abjad saja. Dan sistem yang dibuat juga masih berbasis desktop,” jelas Mutiara yang dalam skripsinya dibimbing oleh Karina Auliasari, S.T, M.Eng, dan FX Ariwibisono, S.T, M.Kom. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print