Pelihara Budaya, ITN Malang Kembangkan Seni Budaya Nusantara

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Abraham Lomi, MSEE (batik coklat) bersebelahan dengan Agus Mardianto pimpinan Sanggar Karsa Budaya, Beji, Kota Batu, ketika tampil di TVRI Jawa Timur. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Seni dan budaya menjadi perhatian Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Meski terkenal sebagai kampus teknik, namun ITN Malang tetap getol nguri-uri budaya nusantara. Pelestarian dan pengembangan seni budaya nusantara merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi civitas akademika ITN Malang berasal dari berbagai penjuru tanah air.

Menyadari pentingnya pelestarian seni budaya nusantara, maka Kampus Biru ITN Malang membentuk campursari Ganesha Laras Budaya. Ganesha Laras Budaya ITN Malang juga telah mendapat kesempatan tampil di Televisi Republik Indonesia (TVRI) Surabaya pada akhir Mei 2022, bersama Sanggar Karsa Budaya, Beji, Kota Batu, pimpinan Agus Mardianto. Bahkan Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Ir. Abraham Lomi, MSEE berkenan tampil pada kesempatan tersebut.

“Campursari dibentuk sebagai embrio ITN Malang untuk membangkitkan budaya-budaya yang ada di kampus. Mahasiswa ITN kan banyak, dan berasal dari berbagai provinsi. Mereka mempunyai latar budaya, dan tradisi yang harus kita eksplor menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler diluar perkuliahan,” jelas Prof Lomi akrab disapa ketika launching campursari Ganesha Laras Budaya ITN Malang, di Gedung Hidrolika pada Kamis 19 Mei 2022 lalu.

Baca juga : Festival Budaya Meriahkan Dies Natalis ITN Malang, sekaligus Tutup Program PMM-DN

Prof Lomi berharap, kegiatan Ganesha Laras Budaya nantinya juga mengangkat budaya-budaya lain di nusantara, karena ITN Malang merupakan institusi yang berkarakter nasional. “Saat ini kami resmikan Ganesha Laras Budaya sebagai salah satu brand image. ITN Malang selain berbasis teknologi, juga punya tanggung jawab memelihara kebudayaan yang ada. Saya berharap, pada saat penerimaan mahasiswa baru (di kampus) ada gelar seni budaya masing-masing daerah dari para calon mahasiswa,” harapnya.

Pemotongan tumpeng sebagai tanda peresmian campursari Ganesha Laras Budaya ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

Kesuksesan Opera Nusantara Manunggal Diversity pada Festival Budaya Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) Angkatan Pertama 2021, menjadi cikal bakal keinginan Kampus Biru membentuk Ganesha Laras Budaya. Dimana Agus Mardianto dari Sanggar Karsa Budaya menjadi pelatihnya.

“Ternyata antusiasme dan respon dari masyarakat luar biasa. Saat ini jarang ada universitas yang fokus mengembangkan seni budaya. Jadi, pembentukan Ganesha Laras Budaya ini untuk menarik minat para mahasiswa untuk lebih mau mencintai seni budaya,” kata Agus.

Untuk perform di TVRI, Ganesha Laras Budaya ITN Malang bersama Sanggar Karsa Budaya dilatih oleh Agus Mardianto. Agus menawarkan pertunjukan campursari tidak hanya bernyanyi dan bermusik, namun juga ada penari latar, musik gamelan atau biasa mereka sebut dramelan (drum dan gamelan). Sehingga, campursari memiliki karakter sendiri ditengah persaingan campursari yang ada di Jawa Timur.

Baca juga : Peroleh Nilai Terbaik MBKM 2021, ITN Malang Menangkan MBKM ATR/BPN

Mengambil hastag Budaya Milenial, Milenial untuk Budaya, Agus berharap bisa mengubah image seni budaya agar tidak kaku. “Untuk kedepannya kami tawarkan budayanya tidak hanya budaya dari Jawa, namun juga dari Sabang sampai Merauke. Dengan pemainnya anak-anak muda, sehingga bisa sesuai jargon Ganesha Laras Budaya “Mengapai Mimpi. Meraih Prestasi ITN Malang Jaya,” tukas Agus bersemangat.  (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print