Back

Guru SMA Nasional Malang jadi Wisudawan Terbaik Magister Teknik Industri ITN Malang

Shanti Dri Lestari, lulusan terbaik Program Studi Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana, ITN Malang pada wisuda ke 70 ITN Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Shanti Dri Lestari, guru SMA Nasional Malang turut diwisuda pada gelaran wisuda ke 70 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) tahun 2023. Bahkan Shanti menjadi wisudawan terbaik dari Program Studi Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana, ITN Malang.

Shanti yang merupakan guru di SMA Nasional Malang ini mengangkat judul tesis Pengembangan Model Penentu Kriteria Pemberian Insentif Berbasis Kinerja pada Guru SMA Nasional Malang Pasca Pandemi Covid-19. Dibawah bimbingan dosen Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE, dan Ir. Fourry Handoko, ST., SS., MT., Ph.D,IPU.

SMA Nasional Malang merupakan salah satu sekolah swasta yang berada di Kota Malang. Didirikan oleh Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi (P2PUTN) Malang. Sehingga SMA Nasional Malang juga salah satu sekolah dibawah naungan yayasan yang sama dengan SMP Nasional Malang, SMK Nasional Malang, dan ITN Malang. Lembaga-lembaga dibawah naungan P2PUTN ini saling bersinergi dalam meningkatkan keilmuannya.

Baca juga : ITN Malang Kawal Mahulu Tingkatkan PAD Lewat PBB P-2

Kuliah di ITN Malang menjadi sarana bagi Shanti mencapai impian gelar magister. Menurutnya, mulai hal terkecil para dosen senantiasa membimbing dan mengarahkan mahasiswanya dalam menyelesaikan tugas. Waktu perkuliahan yang fleksibel juga membuat jam kerja Shanti sebagai guru tidak terganggu.

“Ada jadwal perkuliahan kelas karyawan di ITN Malang yang dilakukan di hari Jumat-Sabtu. Jadwal ini sangat memudahkan saya dalam mengatur waktu antara kerja dan menyelesaikan studi,” ungkapnya.

Menurut Shanti, beberapa waktu lalu saat pandemi SMA Nasional Malang tak luput terkena dampak dari Covid-19. Sehingga dalam penelitian tesisnya ia merancang pengembangan model penentu kriteria pemberian insentif berbasis kinerja guru SMA Nasional Malang. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan setelah terjadi pandemi Covid-19.

“Pada penelitian ini data kuesioner diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan hasil perhitungan tersebut digunakan untuk menentukan besarnya usulan insentif yang akan diperoleh setiap guru dengan memperhatikan hasil penilaian kinerja,” kata Shanti.

Baca juga : Kuliah Tamu: Prof. Christina Whidya Utami Sharing Ilmu Entrepreneurship dari Kaca Mata Akademik

Penelitian kinerja dilakukan pada seluruh guru SMA Nasional Malang yang berjumlah 24 orang. Berdasarkan hasil perhitungan usulan insentif dapat disimpulkan, bahwa terjadi kenaikan insentif rata-rata setiap guru sebesar 35 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya kenaikan insentif tersebut diharapkan terjadi kenaikan pada nilai prestasi kerja. Dan selaras dengan hasil perhitungan usulan kenaikan insentif didapati juga terjadi kenaikan prestasi kerja sebesar 51,3 persen.

“Jadi kesimpulannya pemberian insentif berpengaruh besar pada kenaikan prestasi kerja di SMA Nasional Malang,” ulasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023