Back

Angkat Watu Gilang, Mahasiswa ITN Malang Juara 1 LKTI HUT ke-78 Kodam V Brawijaya

Surya Chandra Wijaya mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah HUT ke-78 Kodam V Brawijaya Tahun 2023. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Surya Chandra Wijaya menyabet juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam gelaran HUT ke-78 Kodam V Brawijaya Tahun 2023. Chandra sapaan Surya Chandra Wijaya merupakan mahasiswa Teknik Mesin S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang).

Mahasiswa asal Kota Batu ini mengikuti LKTI mewakili Koramil 0818-01/Pujon. Sementara LKTI diselenggarakan oleh Kodim 0818/Malang-Batu, di markas Kodim 0818 Kepanjen pada Kamis (05/10/2023).

Alhamdulillah bisa meraih juara 1. Saya terpilih dan mewakili Koramil 01 Pujon. Sebenarnya lombanya ada dua, fotografi dan karya tulis ilmiah. Saya mengikuti lomba karya tulis ilmiah kategori pelajar/mahasiswa,” ujar Chandra saat dihubungi lewat sambungan whatsapp.

Baik lomba fotografi maupun LKTI terbagi dalam kategori unsur TNI, masyarakat, dan pelajar/mahasiswa. Tiap Koramil mengirimkan 6 peserta, dimana 1 peserta mewakili masing-masing kategori dan masing-masing jenis lomba.

Baca juga : Teknik Kimia ITN Malang Gali Ide Pemanfaatan Energi Terbarukan dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah

“Peserta berasal dari berbagai daerah di Malang Raya sesuai dengan Koramil-nya. Jadi semua Koramil di Malang Raya mengirimkan 6 peserta dan kemudian di lombakan di Kodim,” imbuh mahasiswa angkatan 2022 ini.

Sesuai dengan tema Seni dan Budaya Kearifan Lokal, Chandra mengangkat judul LKTI “Watu Gilang”. Situs Watu Gilang terletak di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Berada di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya R. Surya.

Surya Chandra Wijaya memakai jas almamater biru bersama para juara lomba fotografi dan karya tulis ilmiah HUT ke-78 Kodam V Brawijaya Tahun 2023. (Foto: Istimewa)

Melansir dari laman Kemdikbud, wilayah perbukitan ini merupakan tempat terjadinya pertempuran antara pengikut Ken Angrok dan tentara Kadiri yang datang menyerbu Tumapel terjadi pada tahun 1222 M, di utara Ganter dan toponin Ganter ini dikaitkan dengan nama Dusun Ganten Dua, di Desa Kasembon, Kec. Ngantang.

Hasil penelitian menduga fungsi masa lalu Situs Watu Gilang adalah sebagai benteng pertahanan, hal yang mendasari dugaan tersebut adalah letak situs yang tidak jauh dari Dusun Ganter atau Ganten Dua, dan situs berada di lokasi strategis yaitu di perbukitan Watu Gilang.

Kendati demikian, sampai saat ini belum ditemukan catatan sejarah atau prasasti yang menguatkan pendapat tersebut.

“Masih menjadi misteri sampai sekarang. Asal usulnya bagaimana, dan ada kaitanya atau tidak dengan asal usul Desa Ngabab di Kecamatan Pujon,” lanjutnya.

Baca juga : Lima Tim SMK/SMA Sederajat Adu Ketangkasan LKTI Quality Innovation Research 2023

Chandra mengaku karya tulis ilmiah yang ia tulis masih banyak permasalahan yang belum terpecahkan. Seperti misteri Watu Gilang yang belum terungkap bisa diadakan penelitian lebih lanjut. Sehingga masyarakat mengetahui sejarah asal usul desa, atau daerahnya.

“Lewat LKTI ini bisa menambah pengalaman saya selaku mahasiswa untuk dapat berfikir kritis. Rencananya hasil lomba ini juga akan diikutkan lomba ke tingkat Kodim se-Jawa Timur,” ujarnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023