Rektor ITN Malang, Pemimpin Harus Disiplin, Fokus, dan Tegas

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE., mengikuti permainan limbah beracun dalam outbound pelatihan kepemimpinan. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Menjadi seorang pemimpin harus disiplin, fokus, dan tegas. Apalagi saat mengambil keputusan. Hal ini disampaikan Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE di sela-sela acara outbond pejabat struktural Kampus Biru di Trawas, Mojokerto, awal bulan Mei 2022 lalu.

Rektor mengatakan, sering kali seorang pemimpin dihadapkan pada beberapa pilihan dalam mengambil keputusan. Padahal keputusan seorang pemimpin akan berpengaruh kepada kebijakan yang akan dikeluarkan sebagai aturan.

“Kadang-kadang, pemimpin saat mengambil suatu keputusan itu maju mundur, sehingga yang menjalankan keputusan menjadi bingung. Akhirnya, (staf) memberikan suatu penilaian yang tidak baik terhadap pimpinannya,” kata rektor.

Baca juga : 70 Pejabat Struktural ITN Malang Ikuti Restoration Leadership

Menurut Prof Lomi akrab disapa, untuk menghindari hal-hal demikian maka perlu dilakukan sebuah pelatihan kepemimpinan, dan outbound. ITN Malang Restoration Leadership bertema Leading Through Commitments (Memimpin Melalui Komitmen) diikuti sekitar 70 pejabat struktural kampus. Diadakan selama dua hari, dan diikuti oleh jajaran rektorat, dekanat, UPT, dan biro di bawah naungan ITN Malang, serta Ketua Yayasan P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT.

Ditambahkan oleh Prof Lomi, kegiatan outbound mengajarkan kepada peserta untuk lebih mendisiplinkan diri, membangun konsentrasi dengan permainan-permainan yang terkadang bertolak belakang dengan logika. Seperti perintah instruktur ke kiri, tapi kita harus menuju ke kanan.

Ketua panitia pelatihan kepemimpinan ITN Malang, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., PhD., IPU., menyerahkan hadiah kepada salah satu kelompok pemenang kompetisi. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Nah, kalau ada yang salah itu artinya kita kurang disiplin, dan fokus. Jadi, kedepan kita menjadi pemimpin juga harus fokus, harus tegas memberi arahan. Tentunya, ada suatu (sikap) wise (bijak) di situ. Bagaimana pemimpin melakukan suatu tindakan, memberikan suatu motivasi yang baik. Karena kami lingkupnya ITN, ya bagaimana kami mempertahankan ITN Malang, agar kedepannya maju terus ditengah persaingan yang luar biasa,” tegas rektor.

Selama dua hari kegiatan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi peserta. Awalnya kegiatan selalu berada di dalam kampus, kemudian mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di luar kampus dengan suasana yang menggembirakan. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Ketua Program Studi Teknik Industri S-2, ITN Malang, Dr. Prima Vitasari, S.Ip., M.Pd.

Menurut Prima, dua hari kegiatan leadership sangat menyenangkan. Dimana para peserta diajari, dan diuji dengan kekompakan, dan kebersamaan. “Akhirnya kami lebih akrab dengan sesama teman. Seharusnya memang seperti ini, memiliki tim kerja yang saling mensupport, kompak, dan bekerjasama. Tidak boleh marah-marah tanpa sebab,” katanya dengan wajah sumringah usai mengikuti kegiatan outbound sesi pertama.

Baca Juga : Leadership ITN Malang, Menjadi Pemimpin yang Fasilitatif

Hal senada juga disampaikan oleh Sekprodi Teknik Industri S-1 ITN Malang, Emmalia Adriantantri, ST., MM. Emma menyatakan rasa senangnya bisa mendapat ilmu dengan cara yang lebih menyenangkan, dan akrab. Pasalnya, selama ini di lingkungan kampus ia hanya sering bertemu dengan teman sejawat satu jurusan. Dengan mengikuti pelatihan kepemimpinan ia bisa lebih mengenal dan membangun keakraban dengan teman lain jurusan.

“Untuk gamenya semuanya seru. Baik game yang kemarin (pelatihan leadership), maupun game dalam outbound. Tapi, yang lebih penting adalah rasa kekeluargaan, kekompakan, dan kebersamaan,” ujarnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print